Hadi Santoso
Hadi Santoso menulis dan mengakrabi sepak bola

Menulis untuk berbagi kabar baik. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

November Ceria untuk Bulutangkis Indonesia, Berlanjut di Korea?

27 November 2018   14:17 Diperbarui: 27 November 2018   20:12 1104 4 3
November Ceria untuk Bulutangkis Indonesia, Berlanjut di Korea?
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/M Rian Ardianto, usai juara di India, kini memburu gelar di Korea/Foto: badmintonindonesia.org

Sebuah lirik lagu itu ternyata tidak sekadar barisan kata yang dinyanyikan. Namun, ia juga punya kekuatan yang mampu membentuk opini seseorang. Sebut saja bulan September. Menyebut September, ingatan kita akan langsung terngiang dengan lagu "September Ceria". Pun, ketika menyebut November, ingatan banyak orang akan sampai pada lagu November Rain-nya Guns N'Roses yang melegenda itu.

Toh, ceria rupanya tidak selalu menjadi milik September. November juga bisa ceria. Seperti November tahun ini yang menjadi bulan ceria bagi bulutangkis Indonesia. Parameternya, ada beberapa pebulutangkis Indonesia yang berhasil meraih gelar di sejumlah turnamen yang digelar pada bulan November ini.

Awal bulan November terlihat langsung bersahabat dengan pebulutangkis Indonesia. Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya tampil sebagai juara di Fuzhou China Open Super 750 pada 11 November usai mengalahkan ganda muda Tiongkok, He Jiting/Tan Qiang di final.

Ganda putra ranking 1 dunia yang akrab dengan julukan The Minions ini berhasil move on dari kekalahan pahit di akhir Oktober saat mereka takluk dari ganda muda Tiongkok lainnya, Han Chengkai/Zhou Haodong di final French Open 2018.

Tak berhenti di situ, sepekan kemudian, Marcus/Kevin kembali juara di Hongkong Open pada 18 November. Kali ini, mereka mengalahkan ganda terbaik Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Ini merupakan gelar ke delapan turnamen BWF yang berhasil mereka raih di tahun 2018 ini.

Nah, bertepatan dengan torehan juara Marcus/Kevin di Hongkong, hasil hebat juga diukir pebulutangkis junior Indonesia di ajang BWF World Junior Championships 2018 yang digelar di Kanada. Pasangan ganda campuran, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil tampil sebagai juara dunia junior 2918 usai mengalahkan rekan senegaranya, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Gelar yang diraih Leo/Indah ini luar biasa. Sebab, mereka datang ke BWF World Junior Championship 2018 bukan sebagai ungulan. Namun, meski menjadi underdog, mereka tampil layaknya pemain bermental juara. Dalam perjalanan menuju final, Leo/Indah berhasil mengalahkan ganda campuran unggulan satu asal Tiongkok, Guo Xinwa/Liu Xuanxuan.

Ini merupakan untuk kali kedua beruntun, Indonesia menjadi juara di sektor ganda campuran BWF World Junior Championship. Tahun lalu, pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Mentari juga menjadi juara edisi 2017 yang digelar di Yogyakarta.

Rangkaian November ceria berlanjut pada akhir pekan kemarin. Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tampil sebagai juara di Turnamen Syed Modi International Badminton 2018 yang digelar di India.

Fajar/Rian meraih gelar usai mengalahkan ganda tuan rumah, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty 21-11, 22-20 dalam waktu 38 menit. 

Meski seolah-olah menang mudah, tetapi Fajar/Rian sempat dipaksa ketar-ketir di game kedua. Mereka sempat tertinggal 17-20. Butuh satu poin saja, ganda India bisa memenangi game kedua dan memaksakan game ketiga. Yang terjadi, Fajar/Rian berhasil meraih lima poin beruntun dan akhirnya menang.

Mulai hari ini, 24 pebulutangkis Indonesia tampil di Korea Masters 2018

Ini merupakan gelar kedua bagi Fajar/Rian di tahun 2018 setelah Malaysia Mastes 2018 pada awal tahun ini. Nah Pekan ini, Fajar/Rian akan kembali tampil di Korea Masters 2018 yang dimulai hari ini, Selasa (27/11/2018) hingga Minggu (2/12/2018).

Dikutip dari badmintonindonesia.org, pasangan peraih medali perak Asian Games 2018 ini berharap kemenangan di India dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Fajar dan Rian mengakui, permainan mereka selama ini masih labil. "Kemenangan ini berarti untuk kami karena bisa meningkatkan rasa percaya diri kami. Akhir-akhir ini penampilan kami masih naik-turun, kami ingin tampil lebih konsisten lagi," ujar Rian.

Di Korea Masters 2018, Fajar/Rian tidak sendirian. Di sektor ganda putra, masih ada Berry Angriawan/Hardianto dan dua pasangan muda. Juga ada Praveen Jordan/Melati Daeva di ganda campuran. Lalu di tunggal putri ada Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung yang kembali tampil setelah pulih dari cedera.

Gregoria Mariska, kembali tampil usai pulih dari cedera/Foto: BWF
Gregoria Mariska, kembali tampil usai pulih dari cedera/Foto: BWF
Sebenarnya, ada beberapa pemain top Indonesia yang sempat masuk dalam daftar pemain yang tampil di Korea Masters 2018. Mereka juga sempat masuk dalam daftar unggulan. Namun, mereka mundur karena berbagai pertimbangan

Beberapa pemain top Indonesia yang mundur dari Korea Masters 2018 yakni trio tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto. Di ganda putra, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga batal tampil serta pasangan ganda campuran 'racikan baru', Tontowi Ahmad/Della Destiara.

Ginting, Tommy dan Hendra/Ahsan bersiap tampil di BWF World Tour Finals pada Desember nanti. Beberapa pemain top dunia juga absen di Korea Masters 2018 karena alasan ini. Kecuali pemain tuan rumah seperti tunggal putra Son Wan-ho yang tetap tampil. Khusus untuk pasangan Tontowi/Della, mereka mundur karena Della mengalami cedera pada engkel kirinya.

Akankah Korea Masters kembali menghadirkan cerita manis bagi bulutangkis Indonesia. Meski, turnamen ini berakhir tidak lagi di bulan November. Karena di bulutangkis Indonesia, cerita manis sepertinya tidak mengenal nama bulan. Salam bulutangkis.