Hadi Santoso
Hadi Santoso menulis dan mengakrabi sepak bola

Menulis untuk berbagi kabar baik. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

Pemain Top Bulu Tangkis Indonesia Bertumbangan di Fuzhou Open 2018

7 November 2018   07:41 Diperbarui: 7 November 2018   12:31 1093 7 2
Pemain Top Bulu Tangkis Indonesia Bertumbangan di Fuzhou Open 2018
Fajar Alfian dan M Rian Ardianto, belum mampu tampil konsisten. Mereka out di putaran pertama Fuzhou Open 2018/Foto: twitter badminton Ina

Lapangan olahraga itu bisa mengajari kita, bahwa hidup tak selalu manis. Malah bisa pahit. Sebab, kenyataan terkadang jauh di luar perkiraan.

Gambaran seperti itu yang terjadi di hari pertama turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open 2018 yang digelar di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok, Selasa (6/11/2018) kemarin. Fuzhou Open bak menjadi "panggung eliminasi" bagi para pebulu tangkis Indonesia.

Dari tujuh (7) pebulu tangkis Indonesia yang tampil di hari pertama babak 32 besar turnamen BWF World Tour Super 750 ini, hanya ada dua pemain Indonesia yang berhasil lolos ke babak 16 besar. Artinya, 5 pemain langsung rontok tereliminasi.

Rontoknya 5 pemain Indonesia di babak awal ini cukup mengagetkan, meski tidak semuanya. Sebab, lawan-lawan yang dihadapi sejatinya bukanlah pemain-pemain unggulan. Malah pemain biasa saja. Bahkan, sektor yang selama ini biasanya seringkali memberikan kabar bagus, kali ini langsung mengirim kabar sedih.

Contohnya di ganda putra. Dari 3 pasangan ganda putra Indonesia yang tampil di babak 32 besar hari pertama Fuzhou China Open 2018, 2 pasangan langsung out.

Hanya Marcus/Kevin yang paling konsisten

Yang paling mengejutkan adalah tumbangnya pasangan Fajar Alfian/M Rian Ardianto. Fajar/Rian yang tampil pertama, kalah dua set langsung 18-21, 19-21 dari ganda Taiwan non unggulan, Liao Min Chun/Su Ching Heng. Fajar/Rian (unggulan 8) menjadi satu-satunya ganda putra unggulan yang langsung out di round 1.

Kekalahan kepagian pasangan finalis Asian Games 2018 ini memang mengagetkan. Sebab, Fajar/Rian sejatinya punya semua bekal untuk memenangi pertandingan. Selain punya rangking BWF lebih tinggi dari lawan yang merupakan representasi penampilan mereka, Fajar/Rian juga memiliki masa recovery cukup panjang karena mereka tidak tampil di dua turnamen Eropa pada dua pekan lalu. Pendek kata, kondisi mereka lebih bugar dan diharapkan bisa melangkah jauh di turnamen ini.

Dikutip dari badmintonindonesia.org, Fajar mengaku tidak ada masalah meski sebelumnya tidak tampil di Denmark Open dan French Open. Meskipun feeling touch-nya berbeda, tetapi tidak banyak berpengaruh ke pertandingan.

"Touch nya mungkin beda, tapi tidak banyak. Memang di pertandingan tadi kami banyak melakukan kesalahan sendiri," ungkap Fajar kepada Badmintonindonesia.org.

Fajar/Rian memang terus berada di bawah tekanan lawan sejak game pertama. Serangan kencang dan cepat yang menjadi andalan Liao/Su, seringkali membelah pertahanan Fajar/Rian. Di game kedua, mereka bisa memperbaiki penampilan. Fajar/Rian sempat unggul 9-6. Namun, lawan justru mampu menikung dan akhirnya berbalik unggul 16-11. Sempat mengejar ketertinggalan hingga 19-20, tetapi ganda Taiwan itu terus menekan dan akhirnya memenangkan permainan dua game langsung.

"Di game pertama kami kalah start karena mereka langsung menekan, kami kebanyakan angkat bola. Di game kedua kami sudah unggul, tapi tersusul. Saat tertinggal jauh, kami bisa menyusul lagi, tapi sayang di poin-poin akhir, bola yang harusnya mati tapi tidak bisa dimatikan," jelas Rian usai pertandingan.

Kegagalan Fajar/Rian lolos ke babak 16 besar ternyata "menular". Pasangan Berry Angriawan/Hardianto yang tahun lalu menjadi semifinalis di turnamen ini, juga langsung out. Mereka kalah dari ganda Malaysia peraih medali perak Olimpiade 2016, Goh V Shem/tan Wee Kiong dengan skor ketat, 20-22, 18-21. 

Untungnya, pasangan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang bermain terakhir, memberikan kabar bagus. Marcus/Kevin yang menjadi unggulan pertama, menang cukup mudah atas pasangan Taiwan, Lee Jhe-Huei/Lee Yang 21-13, 21-16 dalam waktu 25 menit seperti dikutip dari bwfworldtour.bwfbadminton.com.

Dari hasil berbeda di ganda putra ini, mudah untuk menarik benang merah bahwa hanya Marcus/Kevin yang sejauh ini bisa tampil paling konsisten. Bagi mereka, seperti terlarang bila out di awal-awal turnamen. Mental ini yang harusnya juga dimiliki ganda putra Indonesia lainnya. 

Tontowi/Liliyana belum tergantikan di ganda campuran

Apa yang terjadi di sektor ganda putra, ternyata juga terjadi di nomor ganda campuran. Ceritanya hampir sama persis. Dari tiga pasangan ganda campuran yang tampil kemarin, hanya satu pasangan yang berhasil lolos ke babak 16 besar. Yakni pasangan senior, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Tontowi/Liliyana menang straight game 21-17, 21-19 atas ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Shevin Jemie Lai dalam waktu 37 menit.

Meski sama-sama berusia kepala tiga, tetapi semangat Tontowi/Liliyana masih membara. Menang dengan nyaman di game pertama dengan nyaris selalu unggul dalam perolehan poin, mereka mendapat perlawanan ketat dari ganda Malaysia di game kedua. Goh/Lai bahkan sudah unggul 14-10 dan 19-18 di game kedua. 

Namun, pengalaman Tontowi/Liliyana bicara. Mereka tampil lebih tenang dan akhirnya berhasil menutup peluang lawan untuk "memperpanjang nyawa" dengan memainkan game ketiga.

Semangat dan ketenangan Tontow/Liliyana inilah yang perlu dicontoh oleh junior-juniornya yang hingga kini masih labil. Dua pasangan yang sempat digadang-gadang akan jadi penerus Tontowi/Liliyana, langsung rontok di round 1.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2