Hadi Santoso
Hadi Santoso menulis dan mengakrabi sepak bola

Menulis untuk berbagi kabar baik. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Adakah Kejutan Arab Saudi di Laga Pembukaan Piala Dunia 2018?

14 Juni 2018   07:41 Diperbarui: 14 Juni 2018   21:01 2167 3 3
Adakah Kejutan Arab Saudi di Laga Pembukaan Piala Dunia 2018?
Arab Saudi, menjadi tim pertama Asia yang tampil di laga pembukaan Piala Dunia/Fto: en.as.com

Bisa apa 5 tim wakil Asia di Piala Dunia 2018? Merujuk pada pencapaian tim-tim Asia di Piala Dunia yang dimainkan di luar Asia, pertanyaan itu bukanlah sebuah bentuk kenyinyiran. Namun, lebih kepada pertanyaan yang muncul karena kebiasaan.

Kebiasaan tim-tim Asia di Piala Dunia selama ini memang lebih banyak menjadi "tim hore" alias penggembira. Kecuali Korea Selatan yang bisa mencapai semifinal saat Piala Dunia dimainkan di negara mereka pada 2002 silam, tim-tim Asia lebih sering menjadi "pemain figuran" dibanding "tokoh utama" di Piala Dunia. Pun, dalam pemberitaan media-media internasional, tim-tim Asia lebih sering hanya jadi pelengkap berita yang hanya ditulis satu kalimat. Itupun ditaruh di paragraf terakhir.

Namun, jelang dimulainya Piala Dunia 2018, tim Asia mendapatkan porsi pemberitaan yang lebih besar dibandingkan Piala Dunia sebelumnya. Itu tidak lepas dari akan tampilnya Arab Saudi di laga pembukaan Piala Dunia 2018 menghadapi tuan rumah Rusia, Kamis (14/6/2018) nanti malam.

Ya, untuk kali pertama dalam sejarah Piala Dunia, tim asal Asia akan tampil dalam pertandingan pembukaan Piala Dunia. Arab Saudi kini telah masuk dalam buku sejarah Piala Dunia. Namun, negara yang akan melakoni penampilan kelimanya di Piala Dunia ini tentunya ingin membuat "sejarah sendiri", bukan kisah sejarah yang dibuat karena kebetulan saja drawing mengharuskan mereka bertemu Rusia di laga pembukaan.

Sejarah sendiri yang bisa dibuat Arab Saudi yakni menjadi tim pertama yang mampu mengalahkan tim tuan rumah di laga pembukaan Piala Dunia. Ya, sejak Piala Dunia pertama kali digelar mulai tahun 1930 silam, ada 'rekor' yang belum terpatahkan. Yakni rekor tim tuan rumah belum pernah kalah di pertandingan pembuka.

Mungkinkah Arab Saudi bisa membuat kejutan di pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018 nanti?

"Tidak ada yang tidak mungkin. Ada banyak hasil di luar dugaan yang bisa terjadi di Piala Dunia. Kami akan menampilkan performa terbaik dan mencoba lolos ke babak 16 besar," ujar Osama Hawsawi, kapten tim yang juga bek senior Arab Saudi seperti dikutip dari arabnews.com.

Tidak ada yang salah dengan pernyataan Hawsawi yang kini berusia 34 tahun. Faktanya, pertandingan awal itu memang sulit ditebak. Terlebih di turnamen sebesar Piala Dunia. Nyatanya, ada cukup banyak kejutan terjadi. Salah satunya ketika tim juara bertahan bertabur pemain bintang seperti Prancis, takluk dari Senegal di laga pembukaan Piala Dunia 2002 silam.

Pelatih Arab Saudi, Juan Pizzi (kiri) dan kapten Osama Hawsawi saat jumpa pers jelang laga melawan Rusia/Foto: FOX Sports
Pelatih Arab Saudi, Juan Pizzi (kiri) dan kapten Osama Hawsawi saat jumpa pers jelang laga melawan Rusia/Foto: FOX Sports
Arab Saudi sudah tahu kelemahan tim Rusia
Dan, andai Arab Saudi bisa mengalahkan Rusia, jangan pernah bilang itu hanya sebuah kebetulan. Andai saja Arab Saudi bisa menang, itu merupakan "buah" dari totalitas mereka dalam melakukan persiapan panjang menuju Piala Dunia 2018.

Meski memiliki rangking FIFA paling rendah dibanding empat wakil Asia lainnya di Piala Dunia 2018 yakni Australia (36), Iran (37), Korea Selatan (57) dan Jepang (67), tetapi Arab Saudi (rangking 67) sudah sangat siap tampil di Piala Dunia 2018.

Mereka bahkan telah menggelorakan "semangat perang" dengan meneladani motivasi terkenal Sun Tzu, sang ahli strategi militer yang juga filsuf terkenal China dalam melawan ketakutan di medan tempur: "If you know the enemy and know yourself you need not fear the results of a hundred battles".

Pelatih Arab Saudi yang "diimpor" dari Argentina, Juan Antonio Pizzi menyebut telah menyiapkan strategi sempurna untuk memimpin Arab Saudi meraih kemenangan atas Rusia di Luzhniki Stadium nanti. Dia juga mengaku telah mengamati permainan Rusia sehingga tahu di posisi mana dari tim "Beruang Merah" itu yang bisa dieksploitasi anak asuhnya.

"Kami akan memanfaatkan kelemahan mereka dan menikmati pengalaman ini," ujar Pizzi.

"Sepak bola cara saya adalah berjuang. Berjuang dengan mau memperebutkan bola di setiap lapangan. Kalau perlu jatuh bangun di lapangan," sambung pelatih berusia 50 tahun ini yang pernah membawa Chile juara COpa America tahun 2016 ini.

Juan Pizzi siap membawa Arab Saudi membuat kejutan di pembukaan Piala Dunia 2018/Foto: The National
Juan Pizzi siap membawa Arab Saudi membuat kejutan di pembukaan Piala Dunia 2018/Foto: The National
Sudah mencoba akrab dengan gaya main tim-tim Eropa
Tak hanya mengamati permainan tim Rusia, Arab Saudi juga serius untuk mencoba memahami gaya sepak bola Eropa dengan melakukan uji coba melawan tim-tim Eropa. Diantaranya bahkan lawan-lawan "kelas berat".

Di tahun 2018 ini, mereka telah 5 kali menghadapi tim Eropa. Dimulai melawan Ukraina yang berakhir 1-1 pada 23 Maret 2018 lalu. Lantas kalah telak 0-4 dari Belgia (27/3). Lalu di bulan Mei, Arab Saudi berhasil menang 2-0 atas tim juara Piala Eropa 2004, Yunani (15/5) dan kalah tipis 1-2 dari juara dunia 2006, Italia (28/5). Terakhir, Arab Saudi mampu merepotkan tim juara dunia 2014, Jerman dengan hanya kalah 1-2. Bahkan, satu gol Jerman lahir karena gol bunuh diri.

Selain mengandalkan pemain-pemain yang bermain di Liga Primer Arab Saudi (Saudi Premier League), Arab Saudi juga punya tiga pemain yang bermain di La Liga Spanyol yang tentunya sudah hafal gaya main tim Eropa. Ketiganya pemain tengah. Yakni Yahya Al Shehri (27 tahun) yang bermain di klub Leganes, Salem Al-Dawsari (26 tahun) yang main di Villarreal dan Fahad Al-Muwallad (23) yang main di Levante.

Nama terakhir bisa memberikan teror bagi Rusia. Di usianya yang baru 23 tahun, Al-Muwallad telah mencatat 45 caps (penampilan) dan mencetak 10 gol. Dia akan menjadi partner bagi penyerang senior, Mohammad Al-Sahlawi (31 tahun) yang sudah mencetak 28 gol dari 40 penampilan.

Namun, terlepas dari ikhtiar Arab Saudi untuk beradaptasi dengan gaya main tim-tim Eropa demi "membaca" pola main Rusia dan juga membawa beberapa pemain yang bermain di Eropa, penentu hasil di laga nanti sejatinya terletak pada kesiapan mental mereka. Yakni, bagaimana pemain-pemain Arab Saudi siap untuk membuang jauh 'demam panggung' dan juga tekanan suporter tuan rumah. Seperti kata Pizzi, mereka harus menikmati pengalaman pertama seumur hidup bisa tampil di pertandingan pembukaan Piala Dunia.

Ya, Arab Saudi perlu untuk meniru semangat para pendahulu mereka ketika menikmati penampilan perdana di Piala Dunia 1994 yang digelar di Amerika Serikat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2