Hadi Santoso
Hadi Santoso menulis dan mengakrabi sepak bola

Menulis untuk berbagi kabar baik. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

Otak-atik Peluang Indonesia di Perempat Final Piala Thomas Uber 2018

24 Mei 2018   10:28 Diperbarui: 24 Mei 2018   11:41 1622 5 2
Otak-atik Peluang Indonesia di Perempat Final Piala Thomas Uber 2018
Hasil drawing perempat final, tim putra Indonesia bertemu Malaysia dan tim putri bertemu Thailand/Foto: twitter inabadminton

Kejuaraan bulutangkis beregu paling bergengsi, Piala Thomas dan Uber 2018 yang digelar di Bangkok, Thailand, hari ini akan memasuki babak perempat final. Tim putra/putri Indonesia berhasil lolos ke perempat final.

Setelah drawing pertandingan perempat final, Rabu (23/5/2018) malam, yang memberlakukan aturan tim juara grup bertemu tim runner-up, tim putra Indonesia bertemu tim Malaysia pada Kamis (24/5/2018) malam. Sementara tim putri Indonesia akan menghadapi tim Thailand, Kamis (24/5/2018) siang waktu setempat.

Bagaimana hasil undian ini? Menurut saya tidak jelek. Ya, undian tersebut tidak ringan, tetapi juga tidak sulit. Artinya, di atas kertas, peluang tim putra/putri Indonesia untuk lolos ke semifinal, masih terbuka.

Awalnya, untuk tim Piala Thomas, setelah menjadi juara grup B usai mengalahkan Korsel 3-2 di laga terakhir penyisihan grup, Rabu (23/5/2018) kemarin, saya sempat berharap Indonesia bisa bertemu tim Prancis, runner-up Grup A.

Memang, Prancis bisa membuat kejutan dengan mengalahkan India yang tanpa pemain terbaiknya, Srikanth Kidambi. Namun, di atas kertas, Indonesia bisa mengatasi Prancis.

Namun apa bisa diperbuat, hasil drawing perempat final berkata lain, kita berjumpa Malaysia. Negeri jiran ini menjadi runner-up Grup D setelah kalah tipis 2-3 dari juara bertahan, Denmark, Rabu kemarin.

Bagaimana peluang Indonesia?

Merujuk pada lima pemain inti Malaysia saat dimainkan melawan Denmark, Indonesia berpeluang menang. Memang, untuk tunggal pertama, Malaysia lebih difavoritkan menang karena kualitas Lee Chong Wei masih di atas tunggal utama Indonesia, Anthony Ginting. Toh, siapa tahu Ginting bisa membuat kejutan seperti saat dirinya mengalahkan peraih medali emas Olimpiade 2016, Chen Long di perempat final Indonesia Masters 2018 pada Januari lalu.

Anthony Sinisuka Ginting, bakal menghadapi Lee Chong Wei/Foto: Twitter inabadminton
Anthony Sinisuka Ginting, bakal menghadapi Lee Chong Wei/Foto: Twitter inabadminton

Di dua nomor ganda, selama main seperti aslinya, ganda Indonesia bisa meraih poin. Pasangan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya akan bertemu ganda peraih medali perak Olimpiade 2016, Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Sementara ganda kedua Indonesia yang sepertinya akan diisi pasangan senior, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, akan bertemu Aaron Chia/Teo Ee Yi.

Duel ketat akan tersaji di tunggal kedua. Hingga tulisan ini ditulis, belum ada rilis resmi siapa tunggal kedua Indonesia, apakah Jonatan Christie yang baru pulih dari flu dan tampil saat melawan Korea tetapi gagal menyumbang poin, atau Ihsan Maulana Mustofa yang selalu menang saat melawan Kanada dan Thailand. Yang jelas, Malaysia akan menampilkan Lee Zii Jia sebagai tunggal kedua.

Nah, bila pertandingan harus ditentukan di laga kelima, Firman Abdul Kholik yang terus menang di tiga pertandingan fase grup, bakal bertemu Iskandar Zulkarnain.

Kabid Binpres PP PBSI yang juga manajer tim Piala Thomas Uber Indonesia, Susy Susanti mengatakan cukup optimis dengan peluang tim putra Indonesia menghadapi Malaysia. Bagi Susy, Lee Chong Wei akan menjadi "kartu as" Malaysia. Namun, menurutnya, Indonesia tidak perlu takut menghadapi siapapun.

"Untuk ganda, peluangnya sedikit di atas kertas, tapi tetap waspada. Kalau untuk tunggal kedua dan ketiga akan ramai, tapi melihat di SEA Games, kami bisa mengatasi, dan itu bisa menjadi modal," jelas Susy dikutip dari badmintonindonesia.org.   

Bagaimana peluang tim Uber Indonesia?

Menurut saya, bertemu Thailand adalah 'hasil drawing' yang manis bila dibandingkan bila harus bertemu Jepang ataupun Korsel. Sebagai runner up, Indonesia memang hanya bisa pasrah mendapat lawan 'juara grup' di perempat final.

Memang, Thailand selalu menang di penyisihan grup dengan menang 5-0 atas Jerman, 5-0 atas Hongkong dan 3-2 atas Taiwan. Namun, bertemu Thailand masih lebih baik dibandingkan bertemu tim juara grup lainnya karena di atas kertas tim putri Indonesia punya peluang menang.

Benar, di tunggal putri pertama, Thailand dengan Ratchanok Intanon nya berpeluang besar untuk menang. Dalam beberapa pertemuan di turnamen perorangan, Intanon yang kini berada di rangking 3 dunia, selalu menang atas Fitriani yang menjadi tunggal pertama Indonesia. Ah, siapa tahu neng Fitri bisa membuat kejutan terbesar sepanjang kariernya.

Namun, di tunggal kedua, Gregoria Mariska yang selalu menang di pertandingan fase grup, termasuk kemenangan atas Gao Fangjie (Tiongkok), punya peluang mengalahkan si cantik Nitchaon Jindapol yang menjadi tunggal kedua Thailand.

Gregoria Mariska, diharapkan bisa menyumbang poin saat menghadapi Thailand/Foto; Twitter inabadminton
Gregoria Mariska, diharapkan bisa menyumbang poin saat menghadapi Thailand/Foto; Twitter inabadminton

Dan di sektor ganda, Indonesia bisa berharap banyak. Memang, dalam tiga pertandingan penyisihan grup, dua ganda putri Thailand yakni Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai selalu berhasil meraih poin untuk Thailand. Namun, ganda Indonesia sudah familiar dengan permainan mereka.

Jongkolphan/Rawinda akan menjadi lawan yang tidak asing bagi Greysia Polii/Apriani Rahayu karena mereka cukup sering bertemu di turnamen perorangan. Terakhir, pada awal Februari 2018 lalu, dua ganda putri ini bertemu di final India Open 2018 yang dimenangi Greysia/Apriani. Sementara Puttita/Sapsiree akan bertemu Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Andai laga harus ditentukan di pertandingan kelima, Ruselli Hartawan yang tingkat kepede annya tengah melonjak usai mengalahkan peraih medali emas Olimpiade 2012, Li Xuerui (Tiongkok), diharapkan bisa menjadi penentu saat melawan tunggal ketiga Thailand, Pornpawee Chochuwong yang kemarin kalah dari pemain Taiwan.

Terlepas dari hitung-hitungan di atas kertas, sejatinya yang paling menentukan hasil akhir di lapangan adalah kesiapan dan motivasi pemain. Di babak gugur seperti ini, tidak boleh ada minder alias sudah kalah sebelum bertanding. Yang tidak kalah penting adalah mengevaluasi error di pertandingan sebelumnya. Selamat bertanding. Doa terbaik untuk Indonesia. Salam.