Gus Noy
Gus Noy Arsitek

Buku-buku arsitek kelahiran Kampung Sri Pemandang Atas, Sungailiat, Bangka, ini antara lain kumpulan kartun hitam-putih "Potret Diri Oji" (2017, ISBN : 978-602-98452-7-3), kumpulan esai "Siapa Mengontrol Siapa" (2016, ISBN : 978-602-98452-6-6), dan kumpulan puisi "Napak Tilas" (2016, ISBN : 978-602-98452-4-2). Alamat surel : sayagusnoy@yahoo.com.

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Mengintip Paslon dan Koalisi Partai dalam Pilgub Kaltim 2018

12 Januari 2018   16:27 Diperbarui: 12 Januari 2018   16:33 204 0 0
Mengintip Paslon dan Koalisi Partai dalam Pilgub Kaltim 2018
Karya Gus Noy

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 sudah menyajikan 4 pasangan calon (paslon) yang diusung oleh masing-masing koalisi partai. Paslon Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat diusung oleh koalisi Demokrat-PPP-PKB-Nasdem, paslon Isran Noor-Hadi Mulyadi diusung oleh koalisi Gerindra-PKS-PAN, paslon Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail diusung oleh Golkar, dan palon Rusmadi Wongso-Safaruddin diusung oleh koalisi PDIP-Hanura.

Dengan tersajinya paslon beserta koalisi partai pengusung mereka, paslon Isran Noor-Hadi Mulyadi diusung oleh koalisi Gerindra-PKS-PAN sudah sesuai dengan kesepakatan koalisi dalam konstelasi politik untuk lima pilkada berskala provinsi, yaitu Jabar, Jateng, Sumut, Kaltim, dan Malut. "Memang kita melihat Pilkada 2018 itu adalah stepping stone pada pemilu tahun 2019. Mudah-mudahan kalau bisa terpelihara," ujar Presiden PKS Sohibul Iman usai menggelar rapat tertutup terkait Pilkada serentak 2018 dengan Gerindra dan PAN di DPP PKS, Jakarta, pada Minggu, 24 Desember 2017 lalu.

Terus terang, meski status saya adalah warga Kaltim, saya sama sekali tidak pernah mengikuti sepak-terjang apalagi prestasi paling moncer dari setiap paslon ataupun tiap-tiap sosok itu. Jangankan prestasi paling moncer, lha wong ada-tidaknya persoalan, kekurangan, pernyataan spektakuler, ataupun gagasan cemerlang secara personal pun tidak pernah saya ketahui.

Memang, di Panggung Renung selalu tersedia media massa-cetak lokal karena berlangganan. Akan tetapi, saya cenderung berpikir secara global-proporsional, yaitu kapasitas personal para paslon yang terkait antara lokal-regional dan nasional. Adakah di antara mereka yang berhasil menorehkan suatu prestasi, gebrakan, atau terobosan luar biasa hingga menjadi semacam perbincangan kritis-analisis, baik dalam skala lokal-regional maupun nasional, yang diberitakan oleh banyak media?

Lho, mengapa begitu? Sohibul Iman tadi sudah berujar, "Memang kita melihat Pilkada 2018 itu adalah stepping stone pada pemilu tahun 2019." Ya, saya lakukan cocoklogi saja, 'kan, dengan skala lokal-regional maupun nasional?

Maaf, bagi saya pribadi, suatu prestasi atau terobosan luar biasa itu merupakan sebuah indikator penting atas bagian dari visi-misi ketika mereka berkarier (track record). Kalau hanya membangun ini-itu, dan datar-datar saja, ya, maafkanlah jika saya tidak bisa mengulas lebih luas bahkan secara lugas menuliskannya sebagai suatu 'greget' atau 'nilai lebih'.

Barangkali semua itu disebabkan oleh keterbatasan saya, yang hanya mengintip tanpa mengalami atau merasakan langsung apa yang telah mereka (para paslon) hasilkan atau teroboskan. Barangkali juga perhatian saya terlalu menasional sehingga luput memerhatikan daerah saya sendiri (Kaltim). Ya, seumpama, di antara mereka ada yang telah membuat suatu terobosan yang signifikan bahkan viral semisal yang dilakukan oleh Tri Rismaharini terhadap Kota Surabaya, sungguh menyenangkan ketika saya menuliskannya.

Oleh sebab ketiadaan suatu hal luar biasa yang singgah dalam ingatan saya selagi asyik mengintip paslon-paslon dan koalisi-koalisi itu, ya, mendingan saya sudahi saja pengintipan saya lalu kembali tidur sambil berharap, semoga mendapat mimpi indah lainnya. Kalau tidak dapat mimpi indah, ya, semoga saya tabah dalam lelap.

*******

Panggung Renung Balikpapan, 12 Januari 2018