Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Peminat Pertanian, Sosbud dan Filsafat

suka mancing

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Ketika Covid-19 dan DBD Menyerang, Di Manakah Tuhan?

14 Maret 2020   02:58 Diperbarui: 14 Maret 2020   18:20 873 14 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Covid-19 dan DBD Menyerang, Di Manakah Tuhan?
Kolase foto diolah dari KOMPAS

Tragedi tentang jatuhnya korban jiwa akibat covid-19 dan demam berdarah (DBD) hari-hari ini membuat kesal hati dan prihatin. 

Prihatin terhadap korban yang didiagnosa terkena ke-2 penyakit ini hingga tak tega melihat pasien yang meninggal dunia, baik korban didalam negeri juga yang diluar negeri.

Kasus covid-19 sudah menjadi perhatian dunia. Virus crona bisa saja menyerang siapa saja dan dimana pun. Virus corona tidak pernah memandang 'muka'; entah Anda seorang kaya, miskin, beragama, ateis, jomlo dan berkeluarga, dia tidak pernah perduli.

Bedanya mungkin terletak pada proses menyerang imunitas seseorang, tergantung seberapa kuat daya tahan tubuh Anda.

Semua ini menyisakan dukacita yang mendalam bagi masyarakat dunia, dan inilah tragedi. Tanggapan yang paling menonjol terhadap tragedi itu adalah keprihatinan. Lebih dari pada itu adalah solidaritas.

Demikian ihwal tragedi virus corona dan atau covid-19 yang memancing keprihatinan dan solidaritas luarbiasa pada level global. Hal yang sama terjadi pada tragedi lainnya, yakni kasus demam berdarah yang membangkitkan keprihatinan dan solidaritas Nasional.

Terlepas dari itu semua, sebagai orang beriman (apalagi bila berbicara umat beragama di Indonesia) yang percaya akan adanya Tuhan, pasti terlintas beberapa pertanyaan fundamental-radikal yang berlalu-lalang didalam batok kepala seraya menggugat rohani.

Dimana kah Tuhan dalam peristiwa ini (covid-19 dan DBD)? Apa Tuhan menghendaki  para korban ini meninggal dunia dengan cara demikian? Apakah Tuhan marah, sehingga tidak ingin menunjukkan kemahakuasaan-Nya pada saat ciptaan-Nya mengalami situasi batas?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin saja terbersit didalam pikiran kita saat ini. Harus diakui pula sederetan pertanyaan-pertanyaan seperti ini sifatnya sangat rumit untuk dijawab. Bahkan mungkin ketika melalui permenungan panjang.

Namun ditengah situasi rumit sekarang ini, kita juga secara total harus sadar bahwa manusia itu fana, dan hanya Tuhan-lah yang abadi. Ditengah situasi ini pula  kita tidak boleh pesimistis akan arti penting hidup dan Tuhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x