Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Orang Udik yang Bermukim di Desa

Petani Penpeng dan peminat Filsafat

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Artikel Utama

Mitologi "Manusia Bambu", dan Filsafat Leibniz

23 Januari 2020   02:11 Diperbarui: 23 Januari 2020   08:34 432 19 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mitologi "Manusia Bambu", dan Filsafat Leibniz
Rumah adat

"Tulisan ini merupakan ihwal kajian Mitologi masyarakat Manggarai sebagai "Manusia Bambu" dan penulis coba mengkorelasikannya dengan pemikiran filsuf Leibniz"

Tulisan ini juga sengaja dibuat oleh karena sebelumnya saya mendapat 'wahyu' dan atau petunjuk dari Padre, Prof.Dr. Apollo (Daito), agar membaca kajian filsafat ala Gottfried Leibniz, untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini berlalu-lalang didalam batok kepala saya.

Dan sejauh ini, episteme dan kajian-kajian Leibniz mempertebal rasionalitas keyakinan saya, yang sedari awal percaya bahwa tumbuhan memiliki jiwa dan bisa merasakan sebagaimana mahluk ciptaanNya yang lain.

Setelah mendalami tulisan Leibniz itu, saya mencapai pada konklusi bahwa, Tuhan (substansi dasar dari penciptaan monade-monade) telah menunjukan eksistensinya (kebesaran) dengan hidup didalam jasad-jasad organik (red; tumbuhan).

"Tumbuhan juga memiliki jiwa dan bisa merasakan. Kemahakuasaan Tuhan telah menjadikannya mungkin"

Singkatnya hal ini menjadi refleksi singkat, sekaligus merangkap sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pada tulisan yang saya rilis kemarin di Kompasiana. Terimakasih sebelumnya kepada Padre, Prof. Apollo (Daito) karena sudah membantu saya dalam diskursus ini. Hehe

[Mari kita masuk ke substansi awal]

 Manusia Bambu

Dalam mitologi masyarakat Manggarai, yakni dari sudut pandang filsafat budaya, meyakini bahwa manusia Manggarai berasal dari bambu. Sejauh ini memang belum ada catatan-catatan panduan akademis yang dibukukan. Hanya saja lewat terminologi lisan.

Kebetulan juga istilah ini saya baru tahu dari dua hari yang lalu dari sang kakek. Terhitung kakek saya ini merupakan Tua Golo (orang yang dituakan dalam satu kampung) dan sudah makan garam terkait istilah-istilah dan prosesi adat Manggarai.

Lebih lanjut, kisah kelahiran manusia dari bambu dikenangkan dalam tutur adat (Goet) "Bok onemai betong, bengkar one mai belang. (Tunggul / tunas yang berasal dari bambu )", sehingga manusia Manggarai kerap direpresentasikan sebagai sosok yang mekar (lahir) dari bambu (belang).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x