Chairil Anwar
Chairil Anwar

Sekedar tulisan yang akan menjadi sampah publik digital...

Selanjutnya

Tutup

Media

Banyak Kasus Mangkrak di KPK, Hoaks yang Membangun Jadi "Trending Topic"

10 Januari 2018   19:39 Diperbarui: 10 Januari 2018   23:02 337 1 1

Ungkapan tahun politik pada 2018 rupanya memang sangat beralasan. Betapa tidak, 'panas'nya pertempuran masing2 paslon di 171 daerah secara serentak di Indonesia, sudah bisa dipastikan akan dipenuhi oleh beragam informasi hoax terhadap calon kompetitor terutama di timeline media sosial. 

Namun bagaimana jika informasi hoax tersebut bisa membangun? Jangan keburu tertawa dahulu, karena saya hanya mengutip pernyataan dari Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Mayor Jenderal Djoko Setiadi. 

Baiklah, sekarang mari kita tertawa bersama-sama!

Pernyataan bahwa ada jenis hoax yang bisa 'membangun' memang pernah dilontarkan oleh mantan Kepala Lembaga Sandi Negara Indonesia tersebut beberapa hari lalu. 

Menggelikan? Iya! Bukan hanya pernyataan minim edukasi tersebut dikemukakan oleh seorang pimpinan yang membidani lembaga pertahanan sentral di Indonesia, yang harusnya sakral, namun juga pernyataan tersebut sontak saja memudarkan kredibilitas kepala BSSN (yang katanya memiliki anggaran sebesar 2 triliun rupiah) dalam persepsi masyarakat. 

Lalu sebenarnya seperti apa sih hoax yang membangun itu?

Kalau saya sih setuju dengan trending topic di twitter yang saat ini sedang berlangsung. #HoaxYangMembangun terbesar itu berada di dalam tubuh lembaga anti rasuah kita, alias Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Mengapa saya katakan begitu? Kita simak saja perjalanan KPK selama 14 tahun terakhir ini, adakah kasus-kasus mega korupsi yang benar-benar sudah dituntaskan? Jawabannya BELUM! 

Tentunya saya tak' perlu lagi mengingatkan; "apa kabarnya kasus Pajak BCA yang hampir dilupakan?" Padahal kerugiannya tidak tanggung lho, 5 triliun lebih (mengutip situs tanyakpk.com)

Lalu bagaimana kabarnya para pengemplang Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI? Negara dirugikan ratusan triliun rupiah! Sekali lagi RATUSAN, bukan jumlah receh. 

Hanya itu saja? Tentu tidak! Kasus dana talangan Bank Century yang konon melibatkan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia juga masih belum terlihat ujungnya. Masih jauh malah. 

Kalau mau saya runut satu persatu tentunya masih banyak. Skandal E-KTP yang 'konyol'nya diduga melibatkan calon kepala daerah yang akan bersaing di tahun ini pun juga belum kunjung usai. 

Sang calon masih saja melenggang bebas berkampanye tuh. Elektabilitasnya malahan masih terbilang bagus. Dasar sinting! Mau jadi apa negara kita kalau calon pemimpinnya terindikasi kasus korupsi. 

Yang lebih parah dari fenomena #HoaxYangMembangun yang sedang di bangun oleh KPK adalah, adanya beberapa tersangka kasus korupsi yang masih belum di proses (baca; di tahan). 

Sebut saja kasus dugaan suap pembelian mesin pesawat dari Rolls Royce Inggris, yang melibatkan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. 

Statusnya sudah dinyatakan TERSANGKA, namun yang bersangkutan masih melenggang bebas. Mungkin, saat tulisan ini dibuat, yang bersangkutan sedang tertawa lepas sambil mencengkram microphone dalam sebuab ruang karaoke. Menertawakan betapa mudahnya kasus hukum di'permain'kan di Indonesia. 

Jangan lupakan juga kasus Pelindo II. KPK telah jelas-jelas menetapkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, RJ Lino sebagai tersangka. 

Penetapan ini terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane di Pelindo II tahun anggaran 2010. Dua tahun sudah KPK menangani kasus ini, apakah tersangkanya sudah di tahan? Jawabannya adalah... 

Kalau RJ Lino, sang tersangka korupsi di tubuh Pelindo II sudah di tahan, tentunya tidak akan saya sebutkan dalam tulisan ini. Dan pliss, jangan tanya sama saya kenapa bisa begini begitu. Karena jawaban saya palingan; "beginilah kondisi penegakan hukum di Indonesia". 

Saya bukan ingin nyinyir lho yaa. Karena tujuan tulisan ini hanya ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat, betapa kita masih mudahnya terlena oleh narasi-narasi #HoaxYangMembangun yang didengungkan oleh KPK. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2