Mohon tunggu...
Kompasianer METTASIK
Kompasianer METTASIK Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis itu Asyik, Berbagi Kebahagiaan dengan Cara Unik

Metta, Karuna, Mudita, Upekkha

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Wah, Salah!

4 November 2022   05:06 Diperbarui: 4 November 2022   05:11 159
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Wah, Salah! (gambar: depositphotos.com, diolah pribadi)

"Wah, salah. kenapa saya tidak bicara seperti itu ya?"
"Wah, kenapa saya tulis seperti itu ya?"
"Wah, kenapa saya menampilkan contoh ini ya?"

Apakah teman-teman pernah mengalaminya?

Di masa lalu kata-kata semacam ini seringkali muncul di pikiran saya. Muncul ketika saya selesai memberikan presentasi atau ceramah maupun ketika menyampaikan suatu ide.

Awalnya ini cukup mengganggu, sehingga kadang menimbulkan patah semangat atau penyesalan berkepanjangan. Meskipun yang kita sampaikan tetap mengandung kebenaran, namun kita merasakan ada yang kurang tepat atau kurang lengkap.

Idealnya setiap kali tampil, kita perlu mempersiapkan diri dengan menggali (1) PENGETAHUAN:

a. persiapan berupa materi (riset bahan, pengalaman diri maupun orang lain, susunan kalimat yang enak, dan sejenisnya),
b. dari proses berlatih waktu yang akan disampaikan (pagi/siang/sore/malam hari, durasi)
c. pemirsa yang akan dihadapi (orang tua, remaja, anak-anak, pendidikan, pekerjaan, hobi, geografis, dan lain-lain).
d. penampilan yang diperlukan

Dengan demikian kita dapat menyampaikan sesuai dengan prinsip Berbicara yang Benar (Sama Vacca), yakni bermanfaat dan tepat waktu. Tepat waktu dalam arti jenis pemirsanya bisa menangkap dengan baik apa yang kita sampaikan. Sederhananya, berbicara dengan bahasa yang mereka pahami.

Setelah mengetahui beberapa hal terkait presentasi yang akan dilalui, proses berikutnya adalah memperbanyak (2) PENGALAMAN dengan cara latihan menyampaikan materi.

Pengalaman saya, meskipun materi sudah disiapkan dan sudah mengalami proses edit berkali-kali, saat latihan ada saja yang kemudian timbul gagasan untuk memperbaiki materi yang sudah disiapkan. Perbaikan bisa berupa tata bahasa, maksud yang ingin disampaikan, contoh-contoh atau kisah penguat makna, bahasa tubuh, intonasi, maupun durasi waktu yang perlu diselesaikan.

Ketika sudah dituangkan dalam latihan, bisa terjadi materi yang kita anggap sudah panjang ternyata masih kurang waktunya. Begitu pula sebaliknya.

Ketika berlatih pun kadang kita bisa merasakan suara sendiri, apakah sudah cukup baik atau perlu perbaikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun