Mohon tunggu...
Greg Satria
Greg Satria Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamat Sepakbola dan Perfilman

Pecinta sepakbola sejak berusia 5 tahun, yang terpanggil saat nonton langsung Final Piala Dunia 1994 ketika Roberto Baggio gagal mengeksekusi bola ke gawang Brasil. Sejauh itu sampai sekarang, masih memendam hasrat untuk merasakan level sepakbola yang setara dengan negara kelas 1 di dunia, entah itu lewat jalan mana saja.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Tiga Pemain Timnas Indonesia U-17 yang Menonjol di Piala Dunia U-17

21 November 2023   11:41 Diperbarui: 21 November 2023   11:53 289
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Skuad Timnas indonesia U-17. https://www.pssi.org/

Timnas Indonesia U-17 telah memberikan penampilan yang memuaskan bagi pecinta sepakbola Tanah Air. Meski gagal menembus 16 besar Piala Dunia U-17, apresiasi tanpa henti diberikan kepada skuad besutan coach Bima Sakti, yang telah memberikan perlawanan berarti selama berlaga di Grup A. Hasil imbang melawan Ekuador dan Panama, sayangnya ditutup dengan kekalahan 1-3 dari Maroko di laga terakhir. Harapan untuk menjadi salah satu tiga besar terbaik pun sirna, karena Uzbekistan, Iran, Jepang dan Venezuela mempunyai poin yang lebih banyak dibandingkan Indonesia.

Berikut adalah tiga pemain Timnas Indonesia U-17 yang cukup menonjol selama gelaran Piala Dunia U-17 ini :

1. Ikram Al Giffari (Sofascore rating #1; poin : 7.53)

Kiper andalan timnas bertinggi 183 cm merupakan pilar penting bagi Indonesia untuk tidak kebobolan banyak. Penampilan epiknya tersaji di laga perdana melawan Ekuador. Ikram tampil berani dengan fisik yang memadai untuk beradu badan dalam perebutan bola atas, maupun maju menutup ruang tembakan penyerang lawan. Meski secara total ia kebobolan 5 gol di turnamen ini, kiper yang tak tergantikan di bawah gawang Indonesia ini mencatatkan 3.7 saves per pertandingan.

Kelebihan dari pemain yang kini bernaung di Semen Padang FC ini adalah postur yang tinggi menjulang disertai kemampuan menangkap bola atas dengan baik. Ia juga memiliki keberanian dan timing yang tepat untuk menyergap lawan dalam 50-50 ball ataupun 1 on 1. Kemampuan shot stopping juga cukup mumpuni dengan tidak adanya gol dari luar kotak penalti yang bersarang di gawang Ikram. 

Pada laga melawan Ekuador, gol yang dicetak striker Allen Obando merupakan free header di depan gawang. Sementara laga melawan Panama, gol yang bersarang ke gawang Ikram adalah buah kesalahan dari passing buruk pemain bertahan Indonesia. Untuk laga ketiga melawan Maroko, ada beberapa hal yang dapat dibenahi dari Ikram untuk kedepannya.

Gol pertama terjadi lewat penalti, yang sayangnya arah Ikram dalam menebak tembakan Anas Alaoui sudahlah tepat. Kebobolan kedua melalui skema sepak pojok berujung free header, mengingatkan akan gol Ekuador di laga perdana. Perlu ditingkatkan lagi komunikasi dengan para pemain bertahan dalam mengawal lawan di skema crossing. Pun juga timing untuk keputusan maju memotong bola crossing tidak boleh canggung sehingga lawan yang mendapat bola tidak dengan leluasa mengarahkan bola.

Kemampuan umpan dalam build-up play, sebagai standar baru seorang penjaga gawang, dapat terus diasah seiring pengalaman bertanding di level klub atau timnas. 

2. Arkhan Kaka Purwanto (Sofascore rating #2; poin : 7.30)

Topskorer Timnas Indonesia U-17 dengan 2 gol ini merupakan anak kandung dari Purwanto, mantan penyerang andalan Semen Padang dan Timnas Indonesia awal tahun 2000 an. Darah seorang striker ini mengalir dengan ditambahkan usaha yang besar untuk berkembang dari pengagum Bambang Pamungkas ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun