Mohon tunggu...
Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Mohon Tunggu... Petani - Pegiat ComDev, Petani, Peternak Level Kampung

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupku, kuhabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Rorak, Teknik Konservasi Lahan Berbiaya Rendah di Kebun Kita

16 Maret 2023   16:21 Diperbarui: 17 Maret 2023   12:51 646
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Membuat jebakan air alias rorak di kebun kopi, sekaligus memperbaiki tanah dengan menimbun sampah organik di dalam lubang (Dokumentasi pribadi)

Rorak, merupakan lubang berupa parit buntu yang sengaja dibuat di sekitar kebun kita. Tujuannya untuk menangkap dan menampung air hujan. Lalu dibiarkan meresap masuk ke dalam tanah. Teknik seperti ini, dikenal sebagai salah satu metode mekanik dalam kegiatan konservasi lahan dan air.

Pakar ilmu-ilmu tanah dari IPB, Prof Sitanala Arsyad menyatakan konservasi bisa dalam dalam arti luas dan arti yang lebih sempit. Secara luas diartikan sebagai penempatan bidang tanah dengan penggunaan yang tepat dan disesuaikan dengan kemampuan tanah. 

Pemanfaatan ini berjalan mengikuti syarat-syarat yang ditentukan sehingga tidak merusak tanah. Dalam arti sempit, konservasi dipahami sebagai usaha untuk mencegah kerusakan dan memperbaiki tanah akibat erosi

Dari pengertian ini, kita dapat memahami bahwa prinsip konservasi air di kebun, merupakan upaya untuk menangkap dan mengatur air hujan. Lalu aliran air akan bergerak secara perlahan masuk ke dalam tanah. 

Di sisi lain, jebakan-jebakan air dalam bentuk rorak, juga dapat mengurangi run off atau aliran permukaan ketika turun hujan. Erosi permukaan tanah dapat dikurangi dengan pembuatan rorak di kebun kita.

3 Metode Konservasi Air dan Lahan

Pada dasarnya, terdapat tiga metode konservasi air dan lahan. Uraian tentang metode ini dapat dibaca lebih jauh di berbagai literatur. Salah satunya, bisa mengakses rimbakita.com untuk mendapatkan informasi tentang metode ini. Ketiga metode tersebut adalah metode vegetatif, metode mekanik dan metode kimia

Metode Kimia

Metode kimia masih sulit digunakan oleh petani. Sebab utamanya adalah mahal dan memerlukan teknik yang lebih komplit. 

Salah satu cara ini adalah memberi perlakuan soil conditioner untuk memperbaiki struktur tanah. Cara ini masih terbatas penggunaannya, oleh perusahaan besar yang memiliki modal besar juga.

Metode Vegetatif

Teknik vegetatif dilakukan dengan menggunakan tanaman pada permukaan, seperti tanaman cover crop. Tujuannya agar air hujan tidak langsung mengenai tanah. 

Kehadiran tanaman cover crop mengurangi jumlah dan laju air hujan di permukaan tanah. Dengan demikian, pengikisan permukaan tanah menjadi berkurang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun