Ekonomi

Berkembangnya Bisnis Rintisan di Indonesia

13 Februari 2018   16:37 Diperbarui: 13 Februari 2018   16:48 256 0 0

Jakarta, goendil13 - Baru-baru ini dua perusahaan besar menjadi investor bagi Go-jek, salah satu perusahaan rintisan yang ada di Indonesia.  Menurut berita terbitan Bisnis Indonesia, Selasa (13/2), dua konglomerasi lokal Grup Astra dan Grup Djarum pada Senin (12/2), mengumumkan keikutsertaan dalam penggalangan modal terbaru bagi Go-jek, perusahaan rintisan yang menyandang status unicorndi Indonesia. Sebelumnya, Go-jek bahkan mendapatkan suntikan modal dari Google Inc, dan Temasek.

Selain Go-jek yang baru-baru ini mendapatkan suntikan dana dari investor lokal dan multinasional, masih ada banyak perusahaan rintisan yang juga mendapat suntikan dana, seperti: Kaskus, aCommerce, Happy fresh, GiftCard Indonesia, Cantik, Female Daily Network, Bukalapak, Hijup, Kudo, Vidio, Rocket Internet, Zalora, Lazada, Elevania, iLotte, I.Saku, OVO, Grab, Fabelio, MatahariMall.com, Ruangguru, Kumparan, dan masih banyak perusahaan rintisan lain yang tidak disebutkan. Banyaknya perusahaan rintisan yang makin menjamur dan besar tidak lepas dari kerja keras dalam pengembangan dan penelitian dalam menetukan pasar yang tepat.

Perusahaan rintisan atau yang biasa disebut sebagai 'startup', menurut wikipedia.org diartikan sebagai perusahaan yang belum lama beroperasi, masih dalam fase berkembang dan terus melakukan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Perusahaan rintisan juga selalu berhubungan dengan digital dan teknologi sebagai pendukungnya.

Dalam perkembangannya, pemerintahan Presiden Joko widodo mencanangkan pada tahun 2020 melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara 44 startup lokal 'go unicorn'. Unicorn ini merujuk pada valuasi mencapai 1 milliar dollar AS atau setara 14,2 triliun. Bentuk nyata keseriusan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dalam pencanangan ini adalah dengan melakukan roadshow ke Silicon Valley, San Francisco, AS untuk belajar dan menjalin hubungan dengan para investor asing pada Oktober lalu, yang melibatkan beberapa dari 44 startup.  "Kami bawa para startup ini menghadap investor asing sudah dalam paket yang profesional," ujar Rudiantara. Tiap startup datang dengan proposal yang lengkap dan ringkas, berisi informasi soal target market, business model, investment highlight, kontak founder, proposition, dan hal-hal detail lainnya.

Berikut 44 startup yang di proyeksikan akan menjadi 'go unicorn' di tahun 2020, berdasarkan https://tekno.kompas.com/read/2017/11/16/15351987/2020-indonesia-targetkan-punya-44-startup-unicorn-ini-daftarnya

Semoga bermanfaat

follow twitter: goendil13

Fb: Abdullah Gunawan