Mohon tunggu...
Giri Lumakto
Giri Lumakto Mohon Tunggu... Pegiat Literasi Digital

Digital Ethicist, Educator | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, dan Budaya | Awardee LPDP di University of Wollongong, Australia 2016 | Kompasianer of The Year 2018 | Best Specific Interest Nominee 2018 | LinkedIn: girilumakto | Medium & Twitter: @lumaktonian | Email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Siswa MTs Ini Siap Menjadi Netizen Bijak

21 Desember 2019   11:42 Diperbarui: 21 Desember 2019   15:35 110 7 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Siswa MTs Ini Siap Menjadi Netizen Bijak
Foto Bersama Siswa MTs Negeri 1 Wonogiri - Foto: Dokumentasi Pribadi

Bisa hadir berbicara di depan anak-anak MTs (SMP) cukup menegangkan. Karena saya banyak berbicara di depan anak kuliah atau orang dewasa. Menyajikan presentasi bijak bersosial media di depan anak MTs menjadi tantangan juga.

Namun, ternyata siswa MTs Negeri 1 Wonogiri ini begitu antusias. Hampir 600 siswa dari kelas 7,8, dan 9 hadir. Dipandu pak Harmanto sebagai guru pendamping, anak-anak MTs ini juga menampilkan hadrah.

Pak Harmanto berpesan kepada anak muridnya untuk menyimak. Terutama menyoal cara menjadi netizen yang baik. Karena mau tidak mau, anak MTs (SMP) sudah memiliki HP. Dan seringnya, mereka juga memiliki akun sosial media.

Presentasi saya mulai dengan demografi pengguna sosial media di Indonesia. Dimana, pemiliki smartphone di Indonesia melebihi jumlah populasi. Sekitar 330 juta orang kini sudah memiliki smartphone. Dengan lebih dari 150 juta pengguna FB, 70 juta pengguna YouTube, 50 juta users IG, dsb. 

Ketika saya tanyakan ke anak-anak MTs Negeri 1 Wonogiri, apakah mereka memiliki akun sosmed. Hampir 90% dari mereka sudah membuat akun. Dan beberapa mengatakan bahwa mereka menggunakan identitas palsu. Misalnya dengan menaikkan usia mereka dari 13 tahun menjadi 15 tahun.

Tim Hadrah MTs Negeri 1 Wonogiri - Foto: Dokumentasi Pribadi
Tim Hadrah MTs Negeri 1 Wonogiri - Foto: Dokumentasi Pribadi
Dari ratusan juta pengguna platform sosmed diatas. Bisa jadi ada banyak anak-anak seperti anak-anak MTs ini. Karena dalam usia seperti mereka, ada kegamangan.

Secara biologis mereka mengalami pubertas. Secara psikologis mereka bisa berfikir abstrak lebih dalam. Dan secara sosial, mereka masih tergantung kepada teman mereka (peer).

Hal ini yang kadang menjadikan mereka rentan terhadap aktivitas negatif dunia maya. Saya memberikan contoh beberapa kasus remaja yang menyangkut aktivitas negatif dunia maya atau sosmed.

Seperti remaja di Bulukumba yang menyebarkan hoaks gempa. dan akhirnya ditangkap polisi. Atau kasus doxing atau membocorkan identitas Audrey yang sempat viral tahun lalu. Perundungan siber pun memakan banyak korban. Seperti kasus yang terjadi di Yogyakarta tahun 2013 lalu.

Rifki, Salah Satu Murid MTs Negeri Wonogiri Bertanya - Foto: Dokumentasi Pribadi
Rifki, Salah Satu Murid MTs Negeri Wonogiri Bertanya - Foto: Dokumentasi Pribadi
Para Siswa MTs Negeri 1 Wonogiri yang Hadir - Foto: Dokumentasi Pribadi
Para Siswa MTs Negeri 1 Wonogiri yang Hadir - Foto: Dokumentasi Pribadi
Guna membekali siswa MTs Negeri 1 Wonogiri, saya pun menjabarkan Netiquette. Prinsip atau aturan ini digunakan agar kita menjadi netizen yang biajak. Ada 10 prinsip yang digariskan yaitu: 
  • Prinsip 1: Ada Manusia Dibalik Akun
  • Prinsip 2: Norma Dunia Nyata = Dunia maya
  • Prinsip 3: Memahami Ruang Siber Antara Kita
  • Prinsip 4: Hormati Waktu & Kuota Orang Lain
  • Prinsip 5: Representasikan Diri Dengan Baik
  • Prinsip 6: Bagikan Ilmu Dari Yang Lebih Tahu
  • PRINSIP 7: Jangan Sering Mengompori
  • Prinsip 8: Hormati Privasi Orang Lain
  • Prinsip 9: Jangan Selewengkan Pengaruh
  • Prinsip 10: Jadilah Pemaaf

Dan saya yakin, dengan 10 prinsip Netiquette ini bisa dipahami dan dijalankan. Terutama untuk siswa-siswa MTs Negeri 1 Wonogiri, menjadi bijak di sosmed bukan pilihan. Namun harus menjadi sebuah sikap dan prinsip bersosial media.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN