Giri Lumakto
Giri Lumakto Digital Ethicist

Digital Ethicist, Educator | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, Bahasa, dan Budaya | Awardee BPI-LPDP 2016-2018 | M.Ed in TESOL University of Wollongong, Australia | LinkedIn: girilumakto | Blog: lumakto.blogspot.co.id | Medium & Twitter: @lumaktonian | Email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gadget Artikel Utama

Memprediksi Android M, Fungsi, Fitur dan Nama

27 Mei 2015   22:09 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:32 353 9 11
Memprediksi Android M, Fungsi, Fitur dan Nama
(ilustrasi: samsungsvi.com)

[caption id="" align="aligncenter" width="610" caption="(ilustrasi: samsungsvi.com)"][/caption] Telah resmi diutarakan seorang engineer Google inc. bahwa Android M akan dirilis tahun ini. Dan nampaknya, ancang-ancang 'soft-launching' Android M sendiri akan dirilis di helatan akbar IO 2015 dari Google. Dalam wawancaranya dengan Fast Company, Hiroshi Lockheimer mengkonfirmasi Google akan merilis versi Android per tahunnya. Sehingga, Android Lollipop yang sudah rilis semester kedua tahun 2014, akan segera di-upgrade setelah satu tahun. Dan hal ini akan menjadi hal yang terjadwal. Jadi, smartphone yang hadir tahun 2016 akan mendapat upgrade Android N. Android M yang akan dirilis akan memiliki fitur yang lebih holistik, tambah Lockheimer. Android M akan tidak hanya berpatok pada sekadar OS pada smartphone semata. Fungsi dan fiturnya akan lebih dapat mengintegrasikan semuanya. Mulai smartwatch, TV, tablet bahkan mobil akan terintegrasikan dalam fungsi Android M. Intinya, fungsinya akan memperkaya cara kita hidup, dan membuat segalanya yang dahulu sulit menjadi lebih berguna, tambah Lockheimer. Apa Yang Kita Nanti di Android M? Fungsi dan Fitur Tentunya, semakin ciamik rilisan jeroan smartphone Android, maka Android M pun harus mampu mengakomodir semua fiturnya. Processor dan RAM yang semakin besar tentunya akan membuat Android M berjalan mulus dan tanpa lag. Walau tentunya Android M akan 'penuh' dengan aplikasi bawaan Google (Gmail, Search Engine, Google Map, Google Now, dll), kesemuanya harus berjalan baik di Android M. Atau setidaknya, ada aplikasi pihak ketiga yang tidak crash dengan aplikasi pabrikan. Tentunya, developer aplikasi akan harus meng-update aplikasinya untuk Android M nantinya. Lalu, saat aplikasi semakin banyak dan clocking smartphone semakin singkat maka daya tahan baterai pun dipertanyakan. Tidak selamanya smartphone akan bergantung pada sumber listrik (panel maupun power bank) untuk waktu hidupnya. Dengan mobilitas user yang tinggi, dan koneksi tanpa henti Wi-Fi maupun jaringan, smartphone akan semakin digeber daya tahannya. Android M akan ditantang untuk mengatasi semua itu. Walau banyak fitur fast-charging sudah ada di beberapa smartphone, haruskan selama tergantung pada daya tahan baterai yang minim? Ditambah, karena Android M lebih holistik dengan mengintegrasikan gadget sampai mobil maka akankah user friendly? Kabarnya Google sedang 'membangkitkan lagi' Google Glass yang sempat mati suri. Ketika fungsinya akan mungkin bisa dilakukan oleh Google Glass misalnya, smartphone dengan Android M akan lebih menjadi pelengkap saja. Belum lagi smartwatch, virtual reality device, bahkan mobil self-driving berbasis Android, bisa saja membuat smartphone Android menjadi bagian dari keseluruhan sistem ini. Dan sepertinya ini yang dimau oleh Google. Utak-Atik Code Name, Android 'M' Sudah bukan rahasia lagi, jika Google Inc menamai versi Android dengan semua yang manis. Dimulai dari Andrid Cupcake 1.0 sampai versi Lollipop 5.0 semuanya terkesan manis. Dan bagaimana dengan code-name untuk saat ini pada Android 'M'? Jika dikaitkan dengan semua yang manis, mungin M untuk Marshmallow atau Milkshake untuk makanan yang lebih dikenal. Atau yang lebih tidak umum seperti Museli dan Molasses. Atau Mango untuk sesuatu yang lebih segar, dengan tetap manis. Atau lebih ke-Indonesiaan untuk Martabak. Kita tunggu saja bukan? Artikel terkait dari saya:

Salam, Solo, 27 Mei 2015 10: 10 pm