Mohon tunggu...
Giovan Mariel
Giovan Mariel Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Giovan XI IPS / 11

PUT GOD FIRST !!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Bagaimana Cara untuk Mengatasi Kemiskinan

22 November 2021   09:26 Diperbarui: 22 November 2021   10:58 283 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kemiskinan adalah masalah sosial yang terjadi di beberapa penduduk di Indonesia. Kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seseorang/ kekeluargaan seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, dan kesehatan. Menurut data yang ada, tingkat kemiskinan di Indonesia semakin meningkat karena pandemi Covid-19.

Kemiskinan dan kerusakan alam sangat berkaitan sekali. Kalo kita lihat masyarakat yang menderita kemiskinan akan terus memaksakan keadaanya untuk mencari tempat tinggal. Sebagai contoh beberapa masyarakat memberanikan diri untuk tinggal di bawah kolong jembatan dan beraktivitas di bawah kolong jembatan tanpa memikirkan kualitas air dan kesehatan.

Kemiskinan yang terus erat dengan kerusakan lingkungan adalah banjir. Ada beberapa masyarakat yang berani untuk mengerok tanah  pinggiran sungai dan membuat beton di pinggiran sungai untuk membuat tempat tinggal seadanya. Kalo kita lihat ini membuat aliran arus sungai akan menyempit dan akan berdampak ke banjir.

Kemiskinan terjadi karena beberapa faktor. Biasanya hal kemiskinan tejadi karena pengangguran. Berbicara soal pengangguran, ini terjadi karena susahnya meraih suatu pekerjaan. Banyak sekali yang memepengaruhi susahnya mendapatkan pekerjaan. Jaman sekarang hal yang paling penting adalah koneksi. Koneksi ini bisa kita sebut juga yaitu orang dalam. Orang dalam/ koneksi ini cukup besar sekali untuk kita mendapatkan pekerjaan dan juga mempermudah kita untuk masuk ke sebuah perusahaan.

 Masalah internal juga bisa mempengaruhi kita dalam mencari kerja seperti contohnya kita gugup saat wawancara. Gugup membuat kita jadi merasa tidak percaya diri dan akan terlihat tidak serius dalam mengambil sesuatu pekerjaan. Permasalahan yang sering terjadi juga adalah mengambil suatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan. Masi banyak masalah masalah yang terjadi tentang penyebab susahnya untuk mencari suatu pekerjaan.

Pendidikan sangat berperan penting dalam kehidupan kita. Karena di zaman ini semua memiliki standart atau yang disebut tolak ukur dalam dunia pekerjaan. Tidak berhenti tentang pendidikan, dunia pekerjaan biasanya berbicara hard skill dan soft skill. Hard skill itu kemampuan spesifik kita yang harus dimiliki setiap kita untuk pekerjaan tertentu. Contoh mudahnya adalah desain web, menulis, programming komputer, akuntansi, dan lain lain. Untuk soft skill itu berkaitan dengan pribadi kita, secara personal, dan serta komunikasi adalah kunci kesuksesan dan sebagai contoh dalam soft skill.

Kita bahas lagi tentang hal dasar atau penyebab kemiskinan. Menurut Badan Pusat Statistik presentase penduduk miskin pada September 2020 naik menjadi 10,19 %. Tidak hanya itu saja ini data data yang didapat dari Badan Pusat Statistik:

  • Presentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19 persen, meningkat 0,41 persen poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97 persen poin terhadap September 2019.
  • Jumlah penduduk miskin pada september 2020 sebesar 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret dan meningkat 2,76 orang terhadap September 2019.
  • Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2020 sebesar 7,38 persen, naik menjadi 7,88 persen pada September 2020. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2020 sebesar 12,82 persen, naik menjadi 13,20 persen pada September 2020.
  • Dibanding Maret 2020, jumlah penduduk miskin September 2020 perkotaan naik sebanyak 867,5 ribu orang (dari 11,16 juta orang pada Maret 2020 menjadi 12,40 juta orang pada September 2020). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan naik sebanyak 249,1 ribu orang (dari 15,26 juta orang pada Maret 2020 menjadi 15,51 juta orang pada September 2020).
  • Garis kemiskinan pada September 2020 tercatat sebesar Rp458.947,-/kapita/bulan dengan kompoisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp339.004,- (73,87 persen) dan garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp119.943,- (26,13 persen).
  • Pada September 2020, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,83 orang anggota rumah tangga. Dengan demiikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.216.714,- /rumah tangga/bulan.

Data ini diambil dari (BPS)

Dari data yang kita liat, pemerintah harus ikut serta dalam berantasi kemiskinan yang ada di Indonesia. Pemerintah harus ikut berperan seperti membuka lowongan pekerjaan terbuka lebih banyak dan luas sehingga masyarakat yang kesusahan memiliki pemasukan. Jika terlalu sulit untuk membuat hal seperti itu, pemerintah dapat melakukan subsidi terhadap orang orang susah / miskin.

Jika pemerintah sudah melakukan hal hal yang membuat perekonomian untuk menjadi stabil, akan tetapi tidak berjalan sesuai rencanan, berakti kualitas setiap masing masing individu harus dirumah dan memiliki edukasi untuk terus mananamkan mindset yang baik dan menghindari hal kemiskinan.

Jika kita lihat, pandemi covid ini mempengaruhi tingkat kemiskinan yang berskala besar. Cara untuk menanggulangi tingkat kemiskinan yang terjadi di kondisi pandemi ini adalah mengikuti regulasi yang sudah pemerintah tetapkan. Kita sebagai masyarakatnya ikut serta dalam regulasi regulasi yang sudah dibuat pemerintah dan kebijakan pemerintah untuk membangkitkan dan menstabilkan perekonomian negara kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan