M. Gilang Riyadi
M. Gilang Riyadi Amateur Writer

Alumni Politeknik Negeri Bandung | Movie addict | email: gilangriy@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"The Origin of Santet," Film Horor Lokal Rasa Impor

8 Oktober 2018   06:10 Diperbarui: 8 Oktober 2018   10:30 787 1 0
"The Origin of Santet," Film Horor Lokal Rasa Impor
image by: wartakota.tribunnews.com

Wah, sudah lama juga rasanya saya tidak mengulas informasi tentang film. Tulisan terakhir tentang film adalah sekitar dua bulan lalu yang mengulas film Sebelum Iblis Menjemput. Nah kali ini saya kembali untuk memberikan review film yang baru saya tonton kemarin. Judulnya adalah 'The Origin of Santet'. Film lokal ini sebenarnya sudah merilis trailernya tahun lalu di YouTube dengan judul sebelumnya 'Santet'. Entah bagaimana ceritanya, sebelum film ini rilis, judul pun diganti menjadi 'The Origin of Santet'.

Jika Anda sekilas melihat trailernya, terlihat bahwa percakapannya didominasi oleh bahasa inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Ini dikarenakan sang pemeran utama, Mareclino Reflandt yang berperan sebagai Rendy, memiliki istri yang berasal dari Amerika, yaitu Laura (Kelly Brook). Bersama dua anak gadisnya, Kelly dan Aliyah, keduanya datang ke Indonesia untuk bertemu keluarga Rendy. Namun perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah jadi mengerikan ketika kejadian-kejadian aneh mulai menghantui satu persatu dari mereka.

Hal pertama terjadi kepada Ibu Rendy yang mana tiba-tiba bersikap aneh hingga tidak bisa bicara. Pada tahap yang benar-benar fatal, Ibu Rendy mengeluarkan beling disertai darah dari mulutnya, disusul melompat dari ketinggian untuk mengakhiri hidupnya. Hal ini persis terjadi pada Ayah Rendy yang meninggal sebelumnya dengan cara yang sama. Namun, kondisi Ibu Rendy masih bisa diselamatkan dengan perawatan intensif di rumah sakit.

Rendy yang sering bolak-balik antara rumahnya dan rumah sakit, membuat ia jarang bertemu dengan Laura dan kedua anaknya. Sementara itu keadaan di rumah pun mulai terasa janggal. Pertama dirasakan oleh Aliyah yang melihat sosok neneknya di kamar, padahal neneknya tersebut sedang dirawat di rumah sakit. Sama halnya dengan Aliyah, Laura pun merasakan ada yang sedang meneror dirinya di sana.

Fatma, sebagai salah satu ART di rumah Rendy mencurigai bahwa memang ada yang tak beres dengan keluarga ini. Ia mencurigai bahwa ada orang jahat yang menggunakan santet untuk mencelakai keluarga Rendy. Laura yang diberitahu oleh Fatma pun mulai mencari-cari informasi tentang santet di internet untuk menemukan kebenaran dari semua misteri ini.

Film The Origin of Santet ini memberikan kemasan berbeda dibandingkan film horor lokal lainnya. 80% percakapan antar pemain menggunakan bahasa inggris dibandingkan bahasa Indonesia (tentu ada subtitle-nya ya). Hal ini sekilas akan terlihat bahwa film tersebut seperti karya luar negeri karena jarang menggunakan bahasa negara sendiri. Wajar saja, selain dikisahkan memiliki keluarga yang bukan asli Indonesia, para pemainnya pun ada yang berasal dari luar negeri. Hal ini sekilas akan terlihat bahwa film tersebut seperti karya luar negeri karena jarang menggunakan bahasa negara sendiri.

Yang pertama adalah Kelly Brook. Ia merupakan aktris berkebangsaan Inggris yang sudah membintangi banyak film Hollywood di antaranya adalah film Survival Island (2005), Piranha 3D (2010), dan serial TV berjudul One Big Happy (2015).

Selain Kelly Brook, pemain lain yang berasal dari negara tetangga adalah pemeran Aliyah yang diperankan oleh Jazz Ocampo. Gadis cantik kelahiran tahun 2017 ini merupakan asli Filipina yang juga telah memainkan beberapa TV series dan film di negaranya sendiri.

Sosok Laura dan Aliyah yang diperankan oleh aktris asal luar negeri. Image by id.bookmyshow.com
Sosok Laura dan Aliyah yang diperankan oleh aktris asal luar negeri. Image by id.bookmyshow.com
Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa film The Origin of Santet memang membuat hal lain yang tak bisa ada di film horor lainnya. Dengan menonton film ini pun, penonton akan diberikan sedikit informasi mengenai santet itu sendiri.

Film Kafir: Bersekutu Dengan Setan pun mengusung tema yang sama, yaitu santet. Memang banyak perbedaan di antara keduanya terutama dari segi latar. Kafir sendiri berlatar tahun 90-an, sedangkan film The Origin of Santet berlatar di masa modern saat ini.  Jika dibandingkan lebih dalam lagi, justru saya lebih menyukai film Kafir karena penyampaian ceritanya lebih membuat penasaran menegangkan.

Sedangkan untuk film ini, jalan cerita yang diberikan terkesan biasa saja dengan alur yang mudah ditebak. Jumpscare cukup baik dengan efek suara yang mengangetkan. Sosok hantu yang diperlihatkan tidak begitu seram namun tetap membuat kaget.

Keunggulan dari film The Origin of Santet selain menghadirkan pemain dari dua negara berbeda ialah terdapat adegan sadis yang akan membuat penonton merasa ngeri. Selain itu penonton pun akan terbawa emosi di beberapa adegan, terutama adegan klimaks yang begitu menegangkan.

Secara keseluruhan, saya memberi nilai untuk film ini sebesar 7.0/10 sebagaimana dengan pertimbangan yang sudah dijelaskan di atas. Saya pun sangat merekomendasikan film ini bagi kalian yang suka horor. Bener deh, berasa nonton film Hollywood karena dialognya pake bahasa Inggris terus.

Hal yang sedikit disayangkan adalah jadwal rilis film ini berbentrokan dengan film Venom yang saat ini sedang booming di layar lebar. Efeknya adalah jadwal tayang film The Origin of Santet tidak merata di beberapa bioskop dan hanya beberapa bioskop lah yang menayangkannya (berdasarkan tempat saya di Bandung). Padahal jika penayangannya disamaratakan, film ini bisa saja menyumbang angka penonton yang cukup besar.

Well, sekiranya itu yang bisa saya tulis pada kesempatan ini. Untuk Kompasianer lain, ada yang sudah menonton film ini juga? Yuk share juga bagaimana pendapatnya :)

Akhir kata, sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

-Gilang Riyadi, 2018-