Samuel Suwu
Samuel Suwu Motorsports Enthusiast

Focusing just about Motorsports Email: Samuelsuwu02@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Ayrton Senna

6 Mei 2019   21:03 Diperbarui: 6 Mei 2019   21:14 740 5 2
Ayrton Senna
Ayrton Senna

Ayrton Senna, sebuah nama yang lekat di ingatan para pecinta balap F1 sebagai seorang legenda yang sangat karismatik. Selain itu Senna juga dikenal sebagai seorang pembalap yang agresif di lintasan balap. Sangat agresif sehingga sering menimbulkan kontroversi-kontroversi terhadap keagresifannya di dalam lintasan. 

Tapi Sayang juara dunia 3 kali bersama Mclaren ini harus terenggut nyawanya di dalam lintasan ketika dia mengalami kecelakaan di tikungan pertama sirkuit Imola pada 2 Mei 25 tahun lalu. Pada perayaan 25 tahun kepergiannya, saya disini ingin mengenang kembali siapa Ayrton Senna dan hari dimana dunia F1 kehilangannya.

Ayrton Senna Dan Awal Mulanya

Ayrton Senna Da Silva Lahir pada 21 Maret 1960. Senna adalah anak dari pengusaha yang bisa dibilang tekemuka di Sao Paolo Brazil yaitu Milton Da Silva dan istrinya Neide Senna Da Silva. 

Senna yang mempunyai nama julukan "Beco" di keluarganya ini memulai karir Gokartnya pada umur 13 dan diumur 17 di berhasil memenangkan kejuaraan Gokart pertamanya. Dari situ akhirnya 4 tahun kemudian Senna pindah meneruskan karirnya di Inggris ketika dia mengikuti Formula Ford lalu Formula 3 Inggris yang pada saat itu dia bersaing dengan mantan pembalap dan sekarang komentator dan jurnalis terkenal F1 Martin Brundle.

Senna pada tahun 1984 akhirnya memulai karirnya di dunia F1 bersama tim Toleman. Setelah menjuarai beberapa kategori balap dibawah F1 seperti Fomula 3 Inggris, dan Formula Ford. Sebenarnya Senna bisa saja gabung langsung dengan tim-tim besar seperti Mclaren, Williams, atau Brabham saat itu. 

Walaupun Senna sudah melakukan tes dengan berbagai tim tersebut dan membuat hasil yang impresif serta membuat takjub para tim bos, tapi karena ada beberapa hal di luar teknis dari pihak Senna sendiri untuk memilih tim-tim tersebut akhirnya Senna hanya bisa memilih tim Toleman yang pada saat itu terbilang adalah tim yang cukup baru di dunia F1.

Ayrton Senna ketika mendapatkan podium pertamanya di GP Monaco 1984 bersama Toleman
Ayrton Senna ketika mendapatkan podium pertamanya di GP Monaco 1984 bersama Toleman

Tapi dengan begitu Ayrton Senna bisa memperlihatkan sinarnya dan dengan hebat mempertontonkan kemampuannya kepada dunia dengan tim yang tidak terlalu bagus ini. Semua itu terjadi ketika di GP Monaco 1984. Setelah sebelumnya Senna sudah berhasil mendapatkan poin di balapan GP Afrika Selatan dan GP Belgia, kali ini di GP Monaco dia berhasil meraih podium F1 pertamanya di lintasan jalanan yang sangat basah saat itu. 

Kemampuannya sangat diperlihatkan ketika dia merangsek naik perlahan-lahan dari posisi kualifikasinya ke 13 bisa sampai ke posisi 2 saat akhir balapan, dan jika bukan karena balapan di berhentikan karena hujan deras dan lintasan yang sangat basah bisa saja Senna memenangkan balapan melewati Alain Prost yang saat itu ketika Alain Prost yang memimpin balapan lambat laun mengalami kesulitan pada keadaan hujan yang terlampau deras.

Setelah GP Monaco, Senna menambahkan koleksi poinnya dengan dua podium lagi di GP Inggris dan portugal. Mengakhiri musim bertengger di posisi ke 9 dengan 13 poin. Hasil yang cukup bagus untuk debutan yang mobilnya kurang kompetitif.

Sinar Senna semakin bersinar ketika pada tahun 1985 dia bergabung dengan tim legendaris Lotus hingga 1987. Dengan Lotus lah Senna mulai bisa memetik buah dari segala kemampuan yang ia punya. Di awali pada GP Portugal 1985 yang didapuk menjadi seri kedua musim itu, Senna berhasil memperoleh pole poisition pertamanya di F1. 

Walaupun saat balapan esok harinya lintasan tergenang air karena hujan yang lebat melanda, namun itu malah membuat Senna semakin menjadi-jadi membalapanya. Senna akhirnya menorehkan kemenangan pertamanya di tengah lintasan basah GP Portugal setelah berhasil memimpin sepanjang balapan dari awal sampai selesai.

Ayrton Senna bersama Lotus ketika memenangkan GP Portugal 1985
Ayrton Senna bersama Lotus ketika memenangkan GP Portugal 1985
Senna berhasil menambah 5 kemenangan lagi dan mengoleksi total 16 podium dalam kurun waktu 3 tahun bersama tim Lotus. Dan bersama tim Lotus inilah Senna dikenal dengan kecepatannya dalam satu lap ketika dia berhasil mengoleksi total 22 pole position. 

Senna yang saat itu haus akan kemenangan memutuskan untuk bergabung dengan tim Mclaren untuk tahun 1988 dan akan menjadi rekan setimnya Alain Prost yang saat itu adalah juara dunia F1 sebanyak 2 kali. Ini adalah awal dari 3 juara dunia yang ditorehkan Senna dan rivalitas paling hebat di F1.

Juara Dunia Pertama

Seperti dalam sub judul diatas, Senna berhasil meraih juara dunia F1 pertamanya di tahun 1988. Juara dunia pertamanya dari tiga juara dunia yang ia raih sepanjang karirnya. Memang dia harus jadi juara dunia. Kalau bukan dia ya pasti Alain Prost. Kenapa? Karena memang mobil Mclaren saat itu sangat atau bisa dibilang terlalu dominan.

Mobil Mclaren yang tahun 1988 mempunyai nama Mclaren MP4/4 berhasil meraih kemenangan di 15 seri dari 16 seri yang diperlombakan. Begtu hebatnya mobil Mclaren MP4/4 ini sehingga dibutuhkan suatu ketidak beruntungan untuk kedua pembalapnya tidak memenangi balapan pada musim itu.

Kejadian nyatanya ketika GP Italia saat Prost sudah duluan terhenti balapan karena masalah mesin, Senna yang sedang memimpin balapan secara tidak beruntung harus tertabrak dengan pembalap terbelakang yang akan dia lewati. Menyerahkan kemenangan kepada Ferrari di rumahnya sendiri.

Ayrton Senna ketika merayakan kemenangan dan raihan juara dunia pertamanya di GP Jepang 1988
Ayrton Senna ketika merayakan kemenangan dan raihan juara dunia pertamanya di GP Jepang 1988
Namun walaupun dominannya Mclaren bisa dilihat membuat F1 sedikit membosankan namun Senna tetap harus berjuang keras untuk mendapatkan juara dunia F1 pertamanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4