Mohon tunggu...
rudy geron
rudy geron Mohon Tunggu... -

Pensiunan

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop

Seruan Ulama Menolak Pemimpin Non Muslim Beda Artinya dengan Mengajak Memilih Pemimpin Muslim

2 November 2016   00:53 Diperbarui: 2 November 2016   00:59 951
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mari kita cermati.  Bahwa KPUD mengatakan: mengajak orang memilih pemimpin yg seagama adalah hal yg tidak menyangkut SARA. Dan mengajak orang untuk tidak memilih yg tidak seiman, juga bukanlah SARA.

Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.

Di daerah, pada saat pilkada, banyak yg mengkampanyekan untuk memilih putra daerah. Dan tidak pernah ada yg menganggap bahwa itu sudah melanggar aturan tentang SARA.

Tetapi, dengan sedikit merubah kata-kata, ada yg menganggap bahwa KPUD menyatakan:

Seruan Ulama Menolak Pemimpin Non Muslim Bukan SARA!

Diawali pula dengan kata : Catat!

Kata itu ditaruh demikian rupa di awal judul, tentu untuk tujuan menjadikan judul tersebut menjadi bombastis.

Maknanya jadi berbeda, Jon..

Bila ada yang mengatakan bahwa kita harus MENOLAK pemimpin yg non muslim, maka yg mengajak tersebut telah berlaku tidak toleran alias melanggar aturan pemerintah mengenai SARA.

Di Negeri berdasarkan Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ika, maka tindakan atau ucapan MENOLAK pemimpin karena berbeda agama, adalah SARA.

Jadi, tolong diingat, bahwa:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun