Mohon tunggu...
Iwan Kurniawan
Iwan Kurniawan Mohon Tunggu... Guru - Keluarga Petualang

Keluarga Petualang. Pengajar di perbatasan Kabupaten Cianjur-Kabupaten Bandung. PRAMUKA. Hiking, camping and climbing

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Bandung Agro Market: Kini Orang Kota Bisa Bertani

10 Oktober 2017   06:02 Diperbarui: 10 Oktober 2017   06:40 2472 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bandung Agro Market: Kini Orang Kota Bisa Bertani
Bandung Agri Market di Jl. Ir. Soekarno. Dok. Pribadi

Sebagian stand BAM. Dok. Pribadi
Sebagian stand BAM. Dok. Pribadi
Minggu (8/10/2017) saya dan keluarga rela berpanas-panasan dan bergabung antri dengan ratusan warga Bandung di acara Bandung Agri Market (BAM). Jauh-jauh datang dari pelosok Cianjur ke Jl. Ir. Soekarno depan Alun-alun Bandung demi bisa belajar banyak tentang berkebun.

Yaelah... orang kampung datang ke kota buat belajar ngebon? Yup! Tidak salah. Ngebon bukan sembarang ngebon, tapi ingin belajar tentang ngebon atau berkebun ala orang kota yang kekinian alias urban farming...

Semakin antusias datang manakala dari jauh sudah melihat beberapa pengunjung yang menenteng bibit buah dan sayur dalam polibag dari BAM.

Sesuai info yang kami dapat dari Kompasianer Bandung, Bu Maria G. Sumitro, memang di acara BAM ini akan ada pembagian bibit pohon, sayur, bibit ikan, dll yang semuanya disediakan Dinas Pangan dan Pertanin (Dispangtan) Kota Bandung secara gratis. Sekaligus masih dalam peringatan kemeriahan Hari Jadi Bandung ke 207.

Gratis bibit dan telur puyuh. Dok. Pribadi
Gratis bibit dan telur puyuh. Dok. Pribadi
Dalam kegiatan BAM dibagikan kepada masyarakat secara gratis sebanyak 207 bibit strawberry, 207 bibit pisang cavendish, 207 bibit seledri. Ada lagi yang juga dibagikan adalah 207 benih ikan, 207 cup telur puyuh, 207 cup minuman dan 207 botol pestisida nabati. Semuanya gratis asal mengisi daftar hadir.

Selain itu, kalau pengunjung melakukan pembelian di stand yang tersedia dengan nominal minimal Rp.25.000 akan mendapatkan kupon yang bisa ditukar dengan satu bibit tanaman produktif yang jumlahnya juga ada sebanyak 207 pohon.

BAM dibuka Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang berharap warga Kota Bandung dapat melanjutkan "warisan" selama Kang Emil menjadi walikotanya dengan gemar menanam pohon produktif dan atau tanaman pekarangan lainnya. Tidak ada alasan lagi karena sekarang orang kota juga bisa bertani.

Orang Kota (Bdg) bisa bertani adalah warisan Kang Emil selama menjabat walikota Bdg. Dok Pribadi
Orang Kota (Bdg) bisa bertani adalah warisan Kang Emil selama menjabat walikota Bdg. Dok Pribadi
Tidak ada lagi alasan gak bisa nanam sayur karena tidak punya lahan tanah karena di BAM diperlihatkan contoh sukses penanaman sayur melalui hidroponik maupun akuaponik yang sebagian justru menggunakan bahan tidak terpakai. Begitu juga yang tidak punya halaman depan rumah, saat ini masih bisa berkebun dengan memaksimalkan lahan semen atau beton di loteng dengan cara rooftop garden seperti yang diunggulkan Karang Taruna Sukawarna. Keren dan modern pisan deh hasilnya.

Tanaman hidroponik. Dok. Pribadi
Tanaman hidroponik. Dok. Pribadi
received-2244300748919840-01-59dbb9d2ca269b44795e9f22.jpeg
received-2244300748919840-01-59dbb9d2ca269b44795e9f22.jpeg
Ini juga sesuai dengan harapan Kepala Dispangtan Kota Bandung, Ibu Elly Wasliah dimana harapan nya kegiatan BAM ini bisa memompa semangat warga Bandung khususnya dan umumnya penduduk Indonesia supaya di halaman rumahnya semakin hijau dan kita juga semakin mencintai pepohonan.

Tanaman yang bisa ditanam di area urban farming sangat beragam. Mulai dari tanaman lokal yang hampir punah, sampai tanaman lokal yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Banyak juga tanaman obat, tanaman hasil persilangan yang baru dikembangkan sampai tanaman yang berasal dari luar negeri.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Aneka tanaman sayur. Dok. Pribadi
Aneka tanaman sayur. Dok. Pribadi
Buah Tin yang terkenal dan disebut dalam kitab suci. Dok. Pribadi
Buah Tin yang terkenal dan disebut dalam kitab suci. Dok. Pribadi
Saya dan keluarga ngincer bibit pohon pisang cavendish. Secara pisang ini katanya berkualitas bagus karena hasil dari persidangan genetik. Kami di Cianjur juga menanam pisang, tapi tentu saja pisang lokal dan hasilnya tidak maksimal. Beruntung saya dan keluarga masih kebagian bibit pisang ini. Bukan tidak tertarik dengan bibit pohon buah lainnya, hanya dilihat dari ukuran bibit, dimana bibit buah lain besar-besar dan tinggi-tinggi cukup repot kami kalau membawanya ke kampung secara kami datang hanya mengendarai roda dua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN