Mohon tunggu...
Sr. Gaudensia Habeahan OSF
Sr. Gaudensia Habeahan OSF Mohon Tunggu... Biarawati
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hidup ini indah, seindah saat kita dapat berbagi dengan sesama

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Mengapa Kita Tidak Disukai?

25 September 2020   19:56 Diperbarui: 25 September 2020   20:09 24 3 0 Mohon Tunggu...

Jika kita bukan bagian dari solusi, maka kita bagian dari masalahnya (Eldrige Cleaver)

Setiap pribadi pastinya ingin disukai dan dihormati, tetapi banyak orang yang tidak peduli seberapa keras kita berusaha untuk tujuan itu. Kita mendapati diri kita terisolasi, terjebak dalam relasi personal, merasa terkutuk bahkan dianggap 'neraka' oleh orang lain. Dalam hati mungkin kita bergumam "Semua orang bilang aku orang yang tidak menyenangkan! Dan aku tidak tahu kenapa!

Lantas kita mulai memaksa orang untuk memberi perhatian. Menawarkan sensasi dengan maksud orang lain akan terpukau,terpesona oleh kehadiran kita. Cara lain yang radikal untuk menghibur ekspektasi kita (dicintai, dihormati) adalah menyerang, menyalahkan dan mempermalukan orang lain.

Kehadiran kita  memang tidak sedang memenuhi keinginan banyak orang. Itu hanyalah  sebuah kerinduan yang absurd. Namun bila ingin mencari tahu penyebab mengapa kita terisolasi dan terasing diantara yang lain.

 Ada tiga (3) hal yang harus kita ketahui dan  menjadi pertimbangan mengapa perhatian, kasih sayang terlalu sulit mampir dalam hidup kita.

1.SEBERAPA BESAR TINGKAT KEPEDULIAN KITA TERHADAP YANG LAIN.
Ingin orang lain peduli pada kita adalah keinginan yang alami. Tetapi sebelum itu kita harus berani melihat diri kita sendiri sejauh mana kita peduli terhadap orang lain? Jika kita adalah golongan orang yang suka cari perhatian  maka jangan heran ketika orang tidak merasa tertarik dengan keberadaan kita. Benar apa yang dikatakan Eldrige Cleaver, "Jika anda bukan bagian dari solusi, maka anda adalah bagian dari masalahnya".

2. APAKAH KITA MEMPERLUAS EMPATI
Ketika kabar tentang penderitaan orang lain sampai ke telinga kita, apakah kita menganggapnya sebagai masalah mereka atau itu terjadi kelalaian mereka sendiri  dan tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Lagi, mampukah kita mengenali saat seseorang terluka, takut, atau berduka. Atau jangan-jangan kita mencoba menciptakan kehidupan di mana kesedihan tidak menyentuh kita. Saya tidak percaya.

3. PERIKSA TINGKAT AROGANSI KITA
Cara kita menangani perasaan kita pribadi menentukan cara kita menanggapi orang lain. Jika kita adalah orang yang sering mengabaikan perasaan kita,maka demikian juga cara kita untuk mengabaikan orang lain. Sederhana.

Merangkul kerentanan membuat kita lebih manusiawi, dan menjadikan kita pribadi yang berpotensi  baik, dan lebih menarik bagi orang lain. 

Sulit untuk menyukaimu jika kamu tidak mencatat perasaan orang lain dan menanggapinya dengan belas kasih.

Semoga bermanfaat.

Salam

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x