Gatot Tri
Gatot Tri

life through a lens..

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Mengulas "Gramedia Boom Sale" dan "Big Bad Wolf Surabaya 2018", Dua Pesta Buku Besar yang Hadir Serempak

2 Oktober 2018   19:36 Diperbarui: 3 Oktober 2018   12:14 2943 4 1
Mengulas "Gramedia Boom Sale" dan "Big Bad Wolf Surabaya 2018", Dua Pesta Buku Besar yang Hadir Serempak
Pameran buku dibuka 280 jam nonstop dengan 2,5 juta buku yang dipamerkan di Surabaya (KOMPAS.com/Achmad Faizal)

Dua minggu terakhir ini saya merasa bersuka cita karena ada dua bursa buku besar di Jawa Timur, yaitu Gramedia Boom Sale (GBS) di kawasan industri Berbek, Sidoarjo yang diadakan pada 17 hingga 30 September 2018 dan Big Bad Wolf (BBW) Surabaya 2018 yang diadakan tanggal 27 September hingga 8 Oktober 2018. 

Kedua bursa buku tersebut sempat saya kunjungi pada dua weekend terakhir. Kalau GBS hampir 100% menyediakan buku-buku berbahasa Indonesia, BBW menawarkan buku-buku mayoritas berbahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Penikmat buku tinggal memilih saja atau bisa mengunjungi keduanya karena masing-masing even memiliki ambience atau suasana yang berbeda.

Gramedia Boom Sale, serba murah yang saking ramainya sampai diadakan dua kali

Untuk even GBS terus terang baru pertama kalinya saya mengunjunginya. Pada penyelenggaraan sebelumnya saya tidak sempat mengunjunginya. Nah, di hari Sabtu yang lumayan cerah pada 22 September 2018 lalu, berbekal Google Maps, walaupun sempat nyasar pada akhirnya saya menapakkan kaki pertama kalinya di Warehouse Gramedia yang berlokasi di Jl. Berbek Industri II, Waru, Sidoarjo (koordinat: -7.341466, 112.762631).

Suasana Gramedia Boom Sale. (sumber: instagram.com/gramediaboomsale/)
Suasana Gramedia Boom Sale. (sumber: instagram.com/gramediaboomsale/)
Venue GBS di Warehouse Gramedia terletak di dalam kawasan industri. Para penikmat buku yang ingin ke sana sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi online. Tidak ada satu pun angkot yang melewati area tersebut. Meski terletak di kawasan industri, suasana di dalam kawasan tersebut hijau dan bersih. Banyak pepohonan rindang di sepanjang jalan.

Sebagai informasi, semua buku-buku yang dijual di GBS adalah terbitan Kelompok Gramedia antara lain: Gramedia Pustaka Utama, Grasindo, Penerbit Buku Kompas, Elex Media Komputindo dan Bhuana Ilmu Populer. Diskon yang ditawarkan di GBS sungguh memikat. Harga buku hanya ada tiga macam yaitu Rp 10.000, Rp 20.000 dan Rp 30.000 rupiah. Bahkan untuk komik harga Rp 10.000 bisa mendapat 6 buku atau pada waktu tertentu bisa dibanting hingga Rp 1.000 saja per komik!

Buku-bukunya cukup variatif walaupun tidak ada buku-buku baru (ya iyalah, buku-buku baru masih dipajang di toko buku-toko bukunya. Hehe). Area buku anak dipisahkan dengan area buku remaja dan dewasa yang diletakkan di ujung warehouse agar anak-anak leluasa memilih buku-buku yang mereka sukai.

GBS seharusnya telah berakhir 30 September 2018 lalu. Namun kabar terakhir yang tersiar lewat akun Instagram @gramediaboomsale, even ini diadakan kembali pada 2 hingga 10 Oktober 2018. Wah, kabar menggembirakan buat para bookworms tanah air. Saya pun lompat-lompat kegirangan, tapi dalam hati saja. Hehe.

Saya mohon maaf pada tulisan ini tidak banyak mengulas tentang GBS karena saya tidak lama di situ, kira-kira 1,5 jam saja. Suasana warehouse waktu itu dipenuhi lumayan banyak pengunjung yang memilih buku-buku. Ruangan terasa agak gerah walau ada sejumlah kipas angin. Makin siang pengunjung semakin banyak yang berdatangan. Bila ingin mengetahui suasana even GBS, silakan melihat tayangan video singkat lewat tautan ini.

Bagi saya yang tidak tahan gerah, baju saya pun segera basah oleh keringat. Demikian juga peluh di kepala dan kedua tangan saya bercucuran deras. Karena kondisi saya yang sangat tidak layak untuk berbaur dengan banyak orang dalam satu ruangan, akhirnya saya memutuskan menghentikan kunjungan saya dan segera menuju kasir.

Tapi di even GBS ini saya lumayan terkesan dengan cara kru menghebohkan suasana di tengah pengunjung GBS sedang serius memilih buku. Salah seorang kru GBS membawa sebuah troli besar penuh buku yang tertutup pembungkus kertas keluar dari area warehouse sambil berteriak "Baru, baru, baru...", dan seketika pengunjung mengerubuti troli itu, meraup buku-buku secara dengan tangkasnya hingga ludes tak bersisa. Video rebutan buku bisa dilihat di tautan ini.

Pada awalnya saya penasaran dengan apa yang terjadi. Berikutnya saya malah ikut serta berebut buku dengan pengunjung lain. Lumayan, saya memperoleh satu buku saja. Peringkat juru kunci karena pengunjung lain bisa merebut buku lebih banyak lagi, bahkan ada satu pengunjung pria yang mampu merebut satu tumpuk buku beragam judul. Hebat nian orang itu.

Suasana Big Bad Wilf Bangkok 2017 lalu. (sumber: xinhuanet.com)
Suasana Big Bad Wilf Bangkok 2017 lalu. (sumber: xinhuanet.com)
Jika pengunjung merasa lapar atau haus, sayangnya di GBS hanya terdapat satu booth yang hanya menjual snack dan minuman kemasan. Tapi tidak apa-apa, setidaknya ada minuman dingin yang sejenak bisa mendinginkan rasa gerah. Tidak lama saya pun pulang membawa satu kantong penuh buku. Ingin tahu buku-buku apa saja yang saya beli? Rahasia dong. Lagipula, bukan hak Anda menanyakan hal itu kepada saya... hehe ;)

Big Bad Wolf, lautan buku bagi para wolfies yang buka 24 jam non-stop selama 12 hari

Seminggu kemudian, saya berkesempatan mengunjungi bazaar buku lainnya yaitu BBW Surabaya 2018. Even bazaar buku terbesar se-Asia Tenggara ini digelar di kota Surabaya mulai 27 September hingga 8 Oktober 2018, 24 jam non-stop. Sebenarnya tanggal 26 September 2018 bazaar buku sudah berlangsung khusus bagi pemegang tiket preview pass dengan jam buka 09.00 hingga 24.00 WIB.

BBW tahun ini menurut informasi membawa tiga juta buku beragam genre yang dijual dengan potongan harga 60% hingga 80% khusus buku-buku impor. Even ini digelar di gedung JX International Convention Exhibition atau Jatim Expo di Jl. Ahmad Yani No.99, Surabaya (koordinat: -7.3181755,112.7321294).

Foto suasana BBW Surabaya 2018. Sumber: dokpri
Foto suasana BBW Surabaya 2018. Sumber: dokpri
Karena buku-buku impor, maka buku-buku tersebut mayoritas berbahasa Inggris. Tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya di BBW Surabaya menyediakan buku-buku berbahasa Mandarin. 

Untuk buku-buku berbahasa Indonesia, BBW mengajak penerbit Mizan yang sudah berkolaborasi selama tiga tahun berturut-turut. (Menurut saya, dengan adanya area khusus untuk Penerbit Mizan, maka sesungguhnya ada tiga bazaar buku besar sekaligus di Surabaya dan Sidoarjo dalam waktu hampir serentak: GBS, BBW dan bazaar buku Mizan di dalam even BBW)

Sekilas mengenai even ini, BBW adalah even bazaar buku internasional yang diselenggarakan oleh BookXcess, sebuah toko buku kecil yang didirikan oleh pasangan suami istri asal Malaysia, Andrew Yap dan Jacqueline Ng. Toko buku itu menjual buku-buku dengan harga super murah. Semuanya berawal dari semangat yang mereka pegang bahwa buku itu untuk semua orang. Untuk itu harga buku yang dijual harus terjangkau.

Pada tahun 2009, even BBW pertama kali diadakan dengan memajang 120 ribu buku. Dari tahun ke tahun even semakin membesar hingga merambah Asia Tenggara meliputi Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia dan Thailand. Di Indonesia sendiri, tahun ini dihelat di tiga kota yaitu Jakarta, Surabaya (kedua kota ini sejak tahun 2016) dan rencananya kota Medan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5