Politik

Dusta-dusta Sosial Koalisi Hoaks Prabowo-Sandi

11 Desember 2018   11:49 Diperbarui: 11 Desember 2018   12:16 385 0 0


Dusta atau kebohongan adalah hal yang lumrah dan makanan sehari-hari bagi kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Mereka kerap menyebarkan berita bohong ke publik tanpa mau meminta maaf.

Kebohongan ini dimaksudkan untuk memanipulasi masyarakat agar mendapatkan dukungan suara. Namun akhirnya dusta-dusta itu terbongkar hingga publik tahu mereka sedang dibohongi.

Misalnya, Juru Bicara Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, pernah menyatakan bahwa Prabowo adalah penakluk Everest pertama dari Indonesia. Faktanya, itu adalah hoaks. Prabowo tak pernah mendaki Everest dan pendaki pertama dari Indonesia adalah seorang perempuan dari Yogyakarta.

Kubu Prabowo juga kerap menyebarkan isu bahwa pekerja asing dari Tiongkok membanjiri Indonesia. Tak tanggung-tanggung, mereka menyebut ada 10 juta TKA Tiongkok di Indonesia.

Hal ini adalah kabar bohong atau hoaks, karena faktanya total jumlah TKA di Indonesia menurut data Kementerian Ketenagakerjaan hingga akhir 2017 'hanya' mencapai 85.974 pekerja. Jumlah tersebut hanya sekitar 0,03% dari total penduduk 261,89 juta jiwa. Dari jumlah itu, TKA dari Tiongkok hanya 24 ribu jiwa.

Beberapa waktu lalu, Sandiaga juga menyebarkan berita bohong sebagaimana yang lain. Saat itu, Sandi menyatakan bahwa dirinya naik pesawat PK-LQP ketika ke Bangka Belitung, sebelum kecelakaan di Karawang.

Faktanya, setelah di cek di data penumpang penerbangan ternyata nama Sandiaga tidak ada. Mungkin itu maksudnya adalah untuk menarik simpati masyarakat.

Tak hanya itu saja, kebohongan kubu Prabowo-Sandi juga terlihat dari isu pendirian Monumen Pao An Tui, kebohongan Sandi soal janji program kartu Jakarta jomblo, dan nelayan sudah dapat izin menangkap ikan

Dusta-dusta di atas sungguh membuat publik semakin muak. Karena tak mampu menawarkan program yang dibutuhkan masyarakat, akhirnya mereka hanya menjual kebohongan.

Dusta tersebut bukan tuduhan ngawur. Kebohongan itu bisa dilacak melalui mesin pencari di internet, juga bisa dibuktikan dari pemberitaan-pemberitaan lainnya. Kebohongan dari kubu Prabowo-Sandi adalah sebuah kenyataan.

Yakin, ingin dipimpin mereka?