Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Ibu RT@Germany, a student @Fritzerlerschule, teacher@Denkmit, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Banyak Cara Menuju Jerman", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award sebagai penulis-budayawan dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari, M.A tahun 2017, award budaya-pariwisata dari Konsul Jendral KJRI Frankfurt, Jerman Bapak Acep Somantri (13 November 2020).

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

"Belobung", Cara Guru Jerman Menghargai Prestasi Murid di Kelas

19 November 2020   02:35 Diperbarui: 19 November 2020   18:45 286 25 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Belobung", Cara Guru Jerman Menghargai Prestasi Murid di Kelas
Lembar penghargaan karena nilainya bagus (dok.Gana)

Hari itu adalah hari terakhir anak-anak kami bersekolah. Ya, libur telah tiba. Summer time!

Tentunya hari itu juga hari yang menakutkan bagi beberapa anak yang kurang belajar keras di sekolah. Yup, penerimaan raport.

Seingat saya, dulu waktu sekolah di Indonesia raport yang mengambil adalah orang tua. Mungkin takutnya, raportnya tidak ditunjukkan anak kepada orang tua, jika raport diberikan kepada anak-anak. Di Jerman, rupanya raport dipercayakan guru untuk disampaikan anak sendiri pada orang masing-masing.

Dan ketika hari itu itu, anak bungsu kembali ke rumah, dua jam setelah ia meninggalkan sekolah, hanya ada senyuman manis di wajahnya.

"Ah, pasti nilainya bagus." Batin saya.

"Dia dapat Belobung." Bisik suami saya.

"Anak siapa dulu .... Anak mamaaa." Suami saya kecut. Bangga saya mengandung dan menyusuinya sampai tiga tahun. Seingat saya, saya dulu bukan anak yang pandai dan jadi nomor satu tapi jadi anak yang rajin dan berniat membanggakan orang tua dan guru. Uhuk.

Tak berapa lama, anak kamipun menunjukkan rapor dan surat Belobung yang ia terima dari guru. Dari 30 anak, hanya 5 anak yang mendapatkannya. Salah satunya adalah anak kami. Orang tua mana yang tidak senang dan bangga melihat anaknya berprestasi di sekolah?

Kapan anak mendapatkan hadiah berupa Belobung?

Dulu waktu saya zaman sekolah, ada sistem ranking. Rasanya selangit kalau masuk top 10 apalagi top 3. Padahal sekarang ini menurut saya, sebenarnya itu bukan ukuran pasti untuk menentukan masa depan seseorang bisa jadi orang atau tidak (memangnya dulu jadi bunga, apa ya?).

Dari teman-teman saya yang dulu top 10 hanya segelintir yang akhirnya mencapai cita-citanya. Saya yang dulu di sekolah merasa biasa-biasa saja, berhasil meraih pendidikan tinggi dan cita-cita saya. Mungkin karena saya orangnya rajin pakai banget.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x