Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann ibu rumah tangga

Ibu RT@Germany, a teacher@VHS, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Exploring Germany", "Exploring Hungary"&"Unbelievable Germany", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari,M.A tahun 2017, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2013, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2014, nominator Kompasianer of the year Kompasianival 2014.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Mengenal Syahrini dan Cari Tahu Apa Saja yang Bisa Ditiru dari Sosoknya

11 Januari 2018   20:47 Diperbarui: 12 Januari 2018   18:59 2425 17 10
Mengenal Syahrini dan Cari Tahu Apa Saja yang Bisa Ditiru dari Sosoknya
Swiss, dingin, bibir Syahrini pecah-pecah (dok.Gana)

Tahun 2017 sudah berlalu. Apa saja yang sudah saya lakukan? Banyak! Ketika ditanya beberapa orang tentang pencapaian saya dan apa yang belum, saya jawab, "Senang, puas dan mengalir sajalah."

Bukan single lagi, adalah sebuah kondisi yang berbeda jika dibandingkan ketika sudah menikah dan memiliki anak-anak.

Terus terang, masih banyak hal-hal yang belum saya raih seperti sertifikat lulus Bahasa Jerman C1, ingin belajar bahasa Jerman lagi sampai C2, ingin ambil program doktor jurusan bahasa Inggris, ingin meneruskan hobi menulis buku dan keliling dunia (ke negara-negara yang menarik dan belum pernah dikunjungi) sebelum nafas berhenti berhembus.

Namun, hal itu tentu saja tidak semudah kata-kata. Waktu yang harus dibagi, kesehatan, tenaga yang tidak sedikit serta dana yang harus diperhitungkan secara rinci. Saya hanya ingat satu hal, keinginan-keinginan itu masih membara, belum padam betul. Semoga masih ada waktu untuk mewujudkannya.

Apa saja kebahagiaan saya di tahun 2017

Selama 2017, sudah ada 2 buku saya, yaitu "Exploring Hungary" dan "Unbelievable Germany" yang sudah diterbitkan Elexmedia Komputindo di Jakarta, Indonesia. Terima kasih kepada penerbit dan khususnya editor Riza serta para pembaca. Tanpa mereka, tulisan saya tidak berarti.

Anak-anak kami aktif kegiatan dan mengikuti banyak pentas dan perlombaan. Bangga rasanya menjadi ibu dari mereka. Melihat mereka melakukan banyak hal baik adalah sebuah kepuasan tersendiri. Tanpa mereka, tak ada semangat hidup tinggal di Jerman.

Sudah menyaksikan pesta kawin emas bapak ibu bahagia, juga bagian dari kenangan tahun 2017 yang sangat istimewa. Tidak mudah untuk hidup bersama pasangan dengan perbedaan latar belakang, karakter, cara pandang, gaya hidup dan pola pikir. Tentu saja mereka memiliki banyak masalah tetapi melaluinya dengan sukses. Ada banyak hal yang perlu dicontoh, yang buruk dibuang, supaya perkawinan kami juga langgeng sampai kaki nini. Tanpa orang tua, tak akan ada sejarah hidup saya di dunia.

Terakhir, baru-baru ini, pertemuan dengan Syahrini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Ya, Tuhan, mirip kisah negeri dongeng. Kok, bisa ketemu dia, ya?

Begini. Kompasianer Eberle yang mengajak kami berlibur ke St. Moritz, Swiss bilang, "Eh, ada Whatsapp dari Syahrini katanya dia juga mau liburan ke sana. Lihat saja nanti kita ketemuan tidak, ya."

Saya menganggukkan kepala. Ah, pasti dia sibuk, saya nggak mungkin ketemu superstar seperti Princess Syahrini. Saya tahu diri.

Ternyata, oh ternyata, tepat pada tanggal 25 Desember, datang pesan dari Incess ke handphone teman," Nanti malam ketemuan, yuk."

Diengggg. Kami pun berpandangan. Akhirnya diputuskan kami ngobrol manjahhh di Badrutt Palace. Sebuah hotel milik keluarga Badrutt, di mana untuk makan di restorannya pas tahun baru satu orangnya harus mengeluarkan dana sebesar 1150 CHF, atau menginap di sana selama seminggu bisa buat beli apartemen di Indonesia. Banyak kaum elit dan eksklusif wara-wiri di sana. Hotel yang mengingatkan pada penjaga lawang, pelayan dan staf-staf hotel tertentu di tanah air yang saaaaangat hormat, halus dan ramah pada tamu.

Setelah beberapa menit menunggu, datanglah Syahrini dengan temannya, istri pemain sepakbola dari Afrika yang dikontrak Prancis, Kermit Romeo Erasmus. Saat itulah kali pertama bertemu dengan Syahrini. Menatap wajahnya yang bening dan badannya yang harum tanpa jarak dan batas. Bahkan, alamak, setelah ia memeluk teman saya, ia memeluk saya! OMG, saya ngimpi apa, ya? Baik, betuuuuul. Untung saya sudah mandi dan pakai parfum.

Oh, waktu itu saya masih kamitenggengen, memikirkan sesuatu. Bayangan saya, Syahrini tinggi badannya karena melihat dari pose-pose di akun instagram. Astagaaaa, ternyata mungil, imut sekaliiihh. Sayang, hanya itu persamaan yang ada di antara kami berdua. Hahaha.

Pertemuan di Badrutt Palace Hotel (dok.Gana)
Pertemuan di Badrutt Palace Hotel (dok.Gana)
Saya, suami dan Incess (dok.Gana)
Saya, suami dan Incess (dok.Gana)

Saya dan Syahrini (dok.Gana)
Saya dan Syahrini (dok.Gana)
Kebaikan Syahrini yang Layak Dicontoh

Namanya artis, pasti banyak gosip yang ada di sana-sini. Kalau yang jelek tidak usah dibahas di sini karena sudah banyak yang membahasnya dan pamali. Selain masih tetap mengagumi kelebihan ibu kandung saya, berikut kelebihan Syahrini yang luar biasa dan bisa diteladani;

1. Merawat kecantikan

Habis makan malam di restauran hotel Badrutt, teman saya merekomendasikan tempat spa yang asyik di St. Moritz. Ya, Syahrini dan temannya, Meisj mau merawat kecantikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3