Mohon tunggu...
Gabriella Kristina Sinambela
Gabriella Kristina Sinambela Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

Hobi membaca novel

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Antisipasi Turunnya Minat Belajar di Tengah Pandemi, Mahasiswa UNDIP Lakukan Pendampingan Belajar

27 Juli 2021   18:08 Diperbarui: 27 Juli 2021   18:19 54 1 0 Mohon Tunggu...

Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan, tak terkecuali sektor pendidikan. Pembelajaran pun akhirnya dilaksanakan secara daring menggunakan peralatan teknologi digital. 

Selama pembelajaran jarak jauh ini ternyata didapati banyak siswa yang justru putus sekolah. Hal ini diperkuat dengan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menemukan peningkatan drastis jumlah anak putus sekolah terhitung sejak Januari 2020 hingga 2021. 

2 dari 5 alasan yang ditemukan terkait kasus anak putus sekolah di masa pandemi ialah dikarenakan siswa tersebut bekerja dan menunggak SPP selama berbulan-bulan. 

Hal ini disebabkan karena selama masa pandemi, perekonomian keluarga dari para siswa tersebut terdampak secara signifikan, sehingga banyak anak yang harus putus sekolah bahkan akhirnya turut bekerja untuk membantu ekonomi keluarga nya. Hal demikian juga dialami anak-anak di Permukiman Kampung Badur, dimana ada beberapa anak harus putus sekolah diakibatkan perekonomian yang terdampak.

dokrpi
dokrpi

Selain itu, sistem pembelajaran secara daring yang telah dilaksanakan selama lebih dari satu tahun ini tentunya juga mempengaruhi minat belajar anak. Rasa bosan tentunya dirasakan oleh para pelajar, terkhusus pelajar SD. 

Melihat hal tersebut, mahasiswa terdorong untuk melakukan pendampingan belajar bersama anak-anak di Sanggar Pendidikan Silaturrahmi yang berada di bantaran Sungai Deli. 

Kegiatan ini dilakukan sebagai suatu rangkaian kegiatan dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro. Tujuan adanya kegiatan pembalajar ini ialah untuk mencegah penurunan kualitas pendidikan bagi anak-anak tersebut, baik yang terpaksa putus sekolah maupun anak-anak yang sudah merasa penat bersekolah secara daring. 

Kegiatan pendampingan belajar ini dimulai sejak 3 Juli 2021 hingga saat ini sudah mengakhiri minggu keempat pelaksanaan KKN. Pendampingan belajar dilakukan secara berkala 2 kali setiap minggunya. Selama proses pembelajaran berlangsung, terlihat antusiasme dari anak-anak tersebut dengan aktif bertanya dan menjawab pertanyaan mahasiswa. 

Materi pembelajaran pun disesuaikan dengan tingkatan pendidikan anak-anak yang meliputi belajar baca huruf, penghitungan matematika dan pengetahuan umum. 

Diharapkan pendampingan belajar ini dapat membawa manfaat bagi anak-anak di bantaran Sungai Deli agar lancar dalam baca dan hitung,serta membangkitkan kembali semangat belajar di tengah pandemi Covid-19.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN