Mohon tunggu...
Fuad Mubarok
Fuad Mubarok Mohon Tunggu... Santri dan mahasiswa

Bernafas dengan kata, bejalan dengan cerita. Memuja intuisi, hidup dalam genang lautan narasi. www.instagram.com/fuad_mubarok

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mahasiswa Puasa, Dosen Merokok di Kelas

2 Juni 2019   13:41 Diperbarui: 2 Juni 2019   13:53 0 3 3 Mohon Tunggu...
Mahasiswa Puasa, Dosen Merokok di Kelas
Sumber: https://www.hidayatullah.com 

Adalah ironi ketika di siang bulan Ramadan, seorang dosen nonmuslim  --maaf, saya tidak bermaksud rasis atau mengusik SARA-- merokok di dalam kelas yang kedap udara, karena ruangan ber-ac, kemudian beliau menuntut sebagian kecil mahasiswa muslim untuk menolerir perbuatan nya itu dengan dalih toleransi, dengan dalil "ketuhanan yang maha esa".

"Kalian tau, bunyi Pancasila yang memperbolehkan saya merokok di hadapan kalian, meskipun kalian sedang berpuasa?" Kami yang muslim tak menjawab, hanya bersitatap, saling pandang.

"Ketuhanan yang maha esa! Sila pertama, pada sila itu terkandung nilai-nilai toleransi, kalian yang berpuasa, juga harus menghormati saya yang tidak berpuasa!" Beliau menjawab pertanyaannya sendiri dengan senyum culas. Di mata saya, beliau sangat menyedihkan.

Sungguh, tak ada seorang pun dari kami yang berani menyanggah, karena kami sadar bahwa takdir nilai kami juga berafiliasi dengan gerak jemari beliau, kami tak mau ambil resiko mengulang mata kuliah di semester depan, walaupun kami sadar betul bahwa apa yang beliau lontarkan adalah perilaku yang tidak pantas dilakukan oleh seorang dosen, apalagi dosen di fakultas Hukum. Sempat ada mahasiswa yang berani protes akan perilaku buruk dosen tersebut, Anda tau apa yang kemudian terjadi pada mahasiswa tersebut? Auto ngulang semester depan!!! Mahasiswa tersebut dapet nilai E, duhhh...

Horor, bukan?!

Saya hanya merasa miris ketika melihat selembar kertas "dilarang merokok di dalam kelas" yang terpampang nyata di samping white board, tepat di belakang meja dosen. Apa mungkin beliau mulai rabun? get well soon, dos.

Bukannya gimana-gimana, saya hanya tak habis pikir, bersikap di ruang publik saja beliau tidak bisa menaati aturan yang berlaku (tidak merokok di kelas), malah mau mengajari kami arti toleransi, yo opo, rek...

Lagipula, kami paham betul mekanisme toleransi, terlebih, puasa adalah ibadah sirriyah (rahasia), bukan ibadah yang nampak atau terlihat, bukankah sebaiknya beliau bersikap biasa saja seperti sedia kala, tanpa menyinggung ibadah kami, anggap saja kami sedang tidak berpuasa, dan beliau bebas melakukan apapun! sesuka hati! kami tidak akan protes, kok... asal jangan sampai menjejalkan makanan ke dalam kerongkongan kami, itu saja, selain dari itu, kami bisa memaklumi.

-fuad's voice

KONTEN MENARIK LAINNYA
x