Mohon tunggu...
Friany Vidya
Friany Vidya Mohon Tunggu... Freelancer - Halo!

a home-maker

Selanjutnya

Tutup

Music Pilihan

Melebur Semesta dengan Sal Priadi

7 Agustus 2019   09:22 Diperbarui: 7 Agustus 2019   20:08 671
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar: Youtube/Sal Priadi

Melebur Semesta adalah sebuah judul lagu dari Salmanto Ashrizky Priadi, seorang penyanyi asal Malang, yang tidak terlalu digembor-gemborkan massa; atau sudah populer duluan sebelum Kelana (yang sekarang lebih dikenal dengan Kultusan). 

Penyanyi yang baru saja merilis single berkolaborasi dengan Nadin Amizah ini sudah cukup lama bermusik. Ia pertama mempublikasikan musik homemade miliknya, Melebur Semesta, pada tahun 2014 di kanal streaming musik Soundcloud.

Saat itu 2015 dan saya sedang berada di puncak kegalauan eksistensial. Pada saat yang bersamaan pula, saya juga sedang jatuh sejatuhnya kepada seseorang dari fakultas seberang. 

Saya getol bermain-main di jagad ask.fm dan menemukan akun Sal Priadi. Dari sana saya mempelajari bahwa beliau aktif di media SoundCloud. Ya, Melebur Semesta itu yang saya dengar pertama kali, yang di-cover oleh mahatamtam. Petikan gitar dan suara mendayu-dayunya membuat saya jatuh cinta sekali lagi.

Saya benar-benar lebur dalam suara serak Sal Priadi dan dentingan gitarnya. Ketika mendengar lagu ini untuk pertama kalinya, saya seperti sedang disayangi sungguh-sungguh oleh seseorang --- yang mana, sudah lama tidak saya rasakan. Saya hanyalah orang awam yang tidak mengerti tangga nada, kunci gitar, apalagi membaca not balok. 

Saya hanya tahu, saya suka musik mellow mendayu-dayu. Melebur Semesta tentu saja langsung menjadi favorit saya kala itu. Sangat relatable dengan kondisi saya kala itu.

Sal memang seorang peracik kata ulung. Seorang yang romantis. Secara keseluruhan, lirik Melebur Semesta tidak langsung menembak tema yang cukup sensitif di kalangan kita. Kata demi katanya artificial. 

Memberi gambaran kabur: apa yang sedang diceritakan Sal di lagu ini? Secara semantik, Sal memilih kata-kata yang memiliki indirect meaning. Ia menciptakan entailment antara satu bait dengan bait lainnya, hingga akhirnya, pendengar dapat menyimpulkan: ooh, kau sedang bercerita tentang itu, toh!

Dengan Melebur Semesta, Sal Priadi sukses mendefinisi ulang makna saling mencintai. Membuatnya terdengar sangat sakral dan divine. 

"Dalam semestamu yang begitu cantik dan begitu romantis." Atau, dengan kata lain: membuat cinta dapat membawamu ke semesta lain! 

Sal Priadi memberi pesan dan kesan bahwa saling "rebah-merebahkan," tidaklah melulu berkonotasi buruk. "Irama denyit dipan," beserta "peluh keringat," yang jatuh di kening tidaklah terdengar jorok sama sekali. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun