Mohon tunggu...
Fredi Yusuf
Fredi Yusuf Mohon Tunggu... Insinyur - ide itu sering kali datang tiba-tiba dan tanpa diduga

selalu bingung kalo ditanya, "aslinya orang mana?".

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Dian Sastro Jadi Ibu Angkat Pohon Hutan Sumatera

6 Juni 2016   19:52 Diperbarui: 7 Juni 2016   15:58 278
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: https://www.instagram.com/p/BGRXkOSkaVT/

“Sangat senang melihat banyak orang yang peduli terhadap hutan adat yang kami kelola. Bahkan saya tak menyangka seorang Dian Satro mau menjadi Ibu Angkat Pohon di Hutan Adat kami. Saya berharap suatu hari nanti, Mbak Dian bisa melihat pohon yang diasuhnya di Kampung kami” Ismardi Dt Gamuak, Pengelola Hutan Adat Desa Sirukam Kabupaten Solok Sumatera Barat.

Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia (5 Juni), artis peran Dian Sastro menyempatkan waktunya untuk mengadopsi pohon milik masyararakat adat di hutan Sumatera. Kegiatan tersebut dilakukan oleh pemeran Cinta di film AADC ini dalam acara dengan hastag #KuLarikeHutan untuk #HijaukanIndonesia yang di gagas oleh jejaring Hutan Itu Indonesia dan di didukung oleh UNDP, Komunitas Konservasi Indonesia WARSI (KKI WARSI), Komunitas fakerunner, serta WWF Indonesia.

#KuLarikeHutan untuk #HijaukanIndonesia merupakan bagian dari rangkaian acara kampanye meningkatkan kebanggaan dan kecintaan terhadap hutan Indonesia yang diluncurkan bertepatan dengan perayaan Hari Lingkungan hidup sedunia. Kali ini masyarakat Indonesia diajak untuk melakukan lari santai sekaligus memberikan kontribusi nyata untuk hutan Indonesia, lewat program adopsi pohon di hutan yang dikelola oleh masyarakat adat.

Lari santai yang dilakukan saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day(CFD) di fX Sudirman dilakukan oleh lebih dari 600 pelari. Untuk setiap 5 (lima) km yang dicapai setiap pelari, maka satu pohon berdiameter >60 cm akan diadopsi selama satu tahun, yang setiap adopsi pohon memiliki nilai donasi sejumlah uang tertentu. Seluruh dana yang terhimpun akan disalurkan langsung kepada Kelompok Masyarakat Adat Pengelola Hutan sebagai bentuk dukungan untuk Pelestarian Hutan.

Ahmad Salim dari KKI Warsi yang menjadi panitia pendataan peserta, tak menyangka jika salah seorang pengasuh pohon yang melakukan registrasi dimeja kerjanya adalah seorang artis terkenal. Ia baru sadar setelah sang artis selesai registrasi dan berlalu dari mejanya.

“Dia datang sendiri dan mengantri seperti juga peserta lainnya. Mengenakan kaos yang sama dengan peserta lain, tak terlihat ada pengawalan atau asisten yang mendampinginya” ujar Salim.

“Saya sempat menanyakan nomor peserta dan alamat email untuk data verifikasi. Saya tidak tahu kalau yang datang adalah Dian Sastro, karena didaftar awal peserta nomor yang ia berikan tidak atas namanya” lanjutnya lagi.

“Saya baru sadar ketika dua teman saya memberi tahu bahwa yang resistrasi dengan saya adalah Si Cinta AADC. Ach… mungkin karena saya terlalu sering dihutan mendampingi masyarakat adat, jadi tak terpikir di otak saya kalau ada seorang artis besar yang datang menghampiri dan berdiri tepat dihadapan saya” lanjutnya lagi.

Menurut Salim, berdasarkan pantauannya selain Dian Sastro ada beberapa pesohor yang juga datang di acara tersebut, mereka diantaranya Nadhine Chandrawinata, Daniel Mananta, Kelly Tandiono, Bonita, Hamish Daud, Adrian Maulana dan Susan Bachtiar. Dian Sastro sendiri berhasil berlari sejauh 10 km dan berhak mengadopsi dua batang pahon selama 1 tahun.

Program Tree Adoption atau Pohon Asuh mulai di gagas KKI Warsi sejak tahun 2013 di Desa Rantau Kermas Kabupaten Merangin Jambi. Gagasan tersebut kemudian Warsi dikembangkan di Nagari Sirukam dan Simanau Kabupaten Solok, Nagari Simancuang Kabupaten Solok Selatan, dan Nagari Sungai Buluh Kabupaten Pariaman, kesemuanya di Propinsi Sumatera Barat.  

Menurut laman http://pohonasuh.org/, Pohon Asuh dapat diartikan sebagai reward yang diberikan masyarakat luas yang ingin berkontribusi terhadap persoalan lingkungan kepada masyarakat melalui mekanisme yang sudah disepakati masyarakat dan Kelompok Pengelola Hutan Adat. Jadi, secara garis besar masyarakat luas yang ingin berpartisipasi akan dianggap sebagai pengasuh dari pohon yang ada dalam Hutan Adat. Bentuk pengasuhan ini adalah sejumlah dana yang sudah ditetapkan kemudian diberikan kepada Kelompok Pengelola Hutan Adat sebagai pengelola.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun