Mohon tunggu...
Fatma Khosiah
Fatma Khosiah Mohon Tunggu...

Berjalan Bersama Allah :) yang terbaik pasti akan mencari yang lebih baik :) Doa, Ikhtiar, & Tawakal

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Motif Tanaman, Menjadi Identitas Lokal Batik Grobogan

3 Oktober 2017   22:48 Diperbarui: 3 Oktober 2017   22:56 1448 0 0 Mohon Tunggu...

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai dan menjadi salah satu warisan dunia yang perlu dilestarikan. Indonesia merupakan negara batik yang sudah tidak asing lagi di mata dunia. Meski banyak yang mengklaim jika batik bukan hanya dari Indonesia, tetapi pada kenyataannya Batik adalah warisan budaya leluhur yang sudah lama menjadi kebanggaan Indonesia.

Pekalongan, Jogja, Solo dan beberapa daerah lain acap kali tak luput dari pencarian penggemar baju batik nusantara. Tidak kalah dari beberapa daerah lainnya, Lumbung Pangan daerah Jawa Tengah (Read: Kabupaten Grobogan) juga mengembangkan kreasi dan inovasinya dalam membudayakan warisan nusantara ini. Dilansir dari berbagai sumber, Grobogan sudah memulai membudayakan batik pada eranya waktu itu sekitar tahun 1938. Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali mengangkat batik ke permukaan dengan aturan pejabat maupun PNS setempat menggunakan batik dimulai dari hari kamis. Berbagai motif batik telah diperkenalkan. Tidak jarang batik-batik dari grobogan ini diikutsertakan dalam berbagai ajang kompetisi. Varian motifnya membuat ciri khas yang membedakan dari batik asal daerah lainnya. Kira-kira apa yang membuat motifnya terlihat berbeda?

Batik Grobogan memiliki motif yang jarang dipakai oleh daerah lain. Motif yang diangkat sangat unik. Tanaman merupakan salah satu motif yang diangkat oleh pengrajin batik grobogan.  Mengapa tanaman?

Motif Tanaman yang mewarnai corak batik dari kota dele ini seringkali menjadi pertanyaan tersendiri dibenak orang yang belum tahu seluk beluk kabupaten grobogan. Dalam hal ini dapat dilihat dari Peran Kabupaten Grobogan yang dikenal sebagai ladang pangan bagi masyarakat Jawa Tengah. Banyak tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah grobogan. Untuk itu, Motif tanaman ini sangat unik untuk diangkat sebagai inovasi dari pengrajin. Motif yang sangat populer adalah "Pring Sedapur" yaitu motif rumpun bambu. Selain menggambarkan Grobogan sebagai Lumbung pangan melalui motif tanaman, Batik Grobogan juga mengangkat corak batik yang menggambarkan tempat-tempat bersejarah yang berada di dalamnya seperti motif Api Mrapen Abadi, Bledug Kuwu, Kedung Ombo dan lainnya.

Keunikan lainnya terdapat dari teknik dan bahan pilihan yang digunakan dalam proses produksi batik. Pengrajin batik disana biasanya membuat produksi batik tulis dalam membatik. Kain primisima dan pewarnaan dengan pencelupan remasol menjadi salah satu bahan pilihan pengrajin. Hasil yang baik dengan kualitas yang bagus tercermin dari ketelitian dan keuletan para pengrajin disana. Maka dari itu, untuk anda yang ingin mencoba mengenakan batik khas daerah Grobogan, Silahkan datang di sentra batik disana. Terdapat beberapa sentra batik diantaranya di kecamatan kradenan, pulokulon, geyer dan lainnya. (Fatma)

Mari Lestarikan warisan budaya kebanggaan bangsa!

VIDEO PILIHAN