Mohon tunggu...
Fitria Ratnawati Education
Fitria Ratnawati Education Mohon Tunggu... Berbagi Pengalaman apa saja yang berkaitan dengan dunia pendidikan yang kreatif dan berinovasi.

Lahir di Aceh Utara tepatnya di Desa Batuphat Timur pada tanggal 13 Desember 1981 silam. Anak dari pasangan bapak Sugiatno dan Ibu Nurifah. Menikah pada tahun 2000 dengan seorang Anggota TNI-AD bernama Raden Mahmud. Anak pertama bernama Elvira Istiqamah, anak kedua bernama Suci Raidhatu Hikmah, anak ketiga Raden Muhammad Istiqlal, dan anak keempat bernama Raden Muhammad Al-Farizy. Berdomisili di Provinsi Aceh Kabupaten Gayo Lues. Prestasi yang telah diraih - Menjadi juara 1 dalam ajang Cipta Puisi di Festival Sastra Indonesia tahun 2020. - Menjadi penulis terbaik dalam ajang Quotes Indonesia Tahun 2020. - Penulis Cerpen terbaik dengan tema Twins Tahun 2020. Memiliki buku solo 1. Berjudul “Menjadi Orang Beruntung” Tahun 2020, 2. Berjudul “Kisah Kasih dan Takdir” Tahun 2020 3. Berjudul “Gayo Sang Pemikat” Tahun 2020. Beberapa Buku Antologi Puisi dan Cerpen 1. Berjudul “Penuh Cinta”. 2. Berjudul “Paling Berharga”. 3. Berjudul “Nada Cinta”. 4. Berjudul “The Magic Of Inspiration”. 5. Berjudul “Saat-Saat Bersama” 6. Berjudul “Selagi Ada Mimpi” Aktif dalam kegiatan - Sebagai Guru Inti di Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Tahun 2019 - Sebagai Anggota Asosiasi Guru Penulis di PGRI Kabupaten Gayo Lues Periode 2021-2024 - Sebagai Pelatih OSN Matematika tingkat Kabupaten Gayo Lues Tanhun 2011 sampai dengan tahun 2012 Memiliki akun sosial media Instagram @fytria_rw, Facebook @fitriaratnawati Youtube https://youtube.com/channel/UC9yf0k70TtmA_HgIfDf8LyQ

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Kartini Milenial di Bulan Ramadhan

22 April 2021   10:02 Diperbarui: 22 April 2021   10:07 362 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kartini Milenial di Bulan Ramadhan
Kartini Milenial di Bulan Ramadhan (Dokpri)

Kartini milenial harus mampu memberikan inspirasi dan motivasi untuk terus berkarya serta memiliki keberanian hingga cita-citanya terwujud.

21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Biasanya, para anak-anak sekolah turun ke jalan untuk mengadakan karnaval kecil peragaan busana tradisional Indonesia.

Ada juga yang memperagakan kesenian seperti bermain drumb band dan lain-lain. Namun di Hari Kartini tahun ini peringatan ditiadakan. Itu tak lepas untuk menghindari penyebaran Virus Corona yang berbahaya.

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, Raden Ajeng Kartini adalah seorang pahlawan nasional yang berjuang membela hak-hak kaum perempuan. Melalui pemikiran yang ia tuangkan dalam tulisan, Kartini banyak membahas soal perjuangan kaum wanita untuk memperoleh kebebasan, persamaan hukum, dan pendidikan yang layak.

Perjuangannya dalam "membebaskan" kaum perempuan Indonesia nyatanya tetap dikenang hingga kini. WR. Supratma bahkan membuat lagu khusus untuk mengenang perempuan itu dan terus dilestarikan hingga sekarang.

Berikut ini beberapa penggal kisah untuk mengenang perjuangan RA Kartini.

Sejarah Singkat Kartini

RA Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879. Dia berasal dari keluarga kelas priyayi Jawa. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, merupakan seorang Bupati Jepara. Sedangkan ibunya M.A Ngasirah, berasal dari keluarga yang kental nilai agamanya.

Pada usia 12 tahun, Kartini disekolahkan di Europese Lagere School (ELS). Di sekolah inilah Kartini mulai belajar Bahasa Belanda. Saat sekolah di ELS itu Kartini mulai tertarik dengan kemajuan berpikir perempuan Belanda. Dari situlah timbul niatnya untuk memajukan perempuan pribumi yang menurutnya berada pada status sosial yang rendah.

Sebelum berumur 20 tahun, Kartini banyak membaca dan menulis untuk surat kabar berbahasa Belanda. Dia juga suka berkirim surat dengan teman korespondennya di Belanda. Perhatian Kartini tak hanya soal emansipasi wanita, namun juga masalah sosial umum lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN