Mohon tunggu...
Fitri Apriyani
Fitri Apriyani Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Blogger di Matchadreamy.com, yang lagi suka belajar SEO dan menuangkan apa yang dipelajari ke dalam tulisan | IG : @fiapriyani

Blogger di Matchadreamy.com, yang lagi suka belajar SEO dan menuangkan apa yang dipelajari ke dalam tulisan | IG : @fiapriyani

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Pengalaman Menyaksikan Pelecehan di Halte Busway dan Bagaimana Harusnya Bertindak

26 September 2022   07:14 Diperbarui: 27 September 2022   09:59 303 14 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saya berharap semoga tidak ada korban lagi dari bapak itu, atau kalau pun ada, semoga ada yang berani melawan dan melaporkannya ke petugas (Ilustrasi: Transjakarta)

Sebelumnya saya mau disclaimer dulu bahwa pelecehan yang dimaksud di sini tidak sampai pada tahap yang gimana-gimana, tapi tetap saja bagi saya itu adalah sebuah tindakan pelecehan karena telah menimbulkan ketidaknyamanan pada orang yang bersangkutan (korban).

***

Pada Selasa siang yang panas, saya berhenti di salah satu Halte Busway untuk melakukan transit ke halte tujuan.

Waktu itu karena sedang ada demo di beberapa titik, mengakibatkan rute busway berubah.

Busway yang hendak saya tumpangi ternyata tidak sedang beroperasi, sehingga saya harus berpikir sejenak untuk mencari jalan agar bisa sampai tujuan meski tanpa naik busway. 

Ada beberapa kursi panjang besi yang biasa digunakan penumpang untuk duduk sejenak beristirahat dan menunggu busway selanjutnya.

Saya pun duduk di salah satunya, di sebuah kursi yang sebagiannya sudah diduduki oleh tiga orang perempuan muda. Mari fokus pada dua perempuan berjilbab di antaranya yang kelihatannya merupakan teman seperjalanan, sebut saja Mbak A dan B.

Tepat saat saya hendak mengambil bagian di kursi tersebut, datang seorang bapak-bapak dengan pakaian tidak rapi dan agak berantakan, seperti hendak ikutan duduk di antara kami---di sebelah salah seorang perempuan tadi (Mbak A).

Saat itu saya langsung bereaksi duduk menjauh di ujung kursi agar tidak terlalu sempit (jadi di kursi itu sekarang diduduki 5 orang).

Dari yang saya tangkap sepertinya tadinya si bapak hendak mendekati saya, tapi karena saya terlanjur melengos dan menjauh, yang lalu sibuk dengan hape untuk memesan ojek online, jadilah ia mengajak ngobrol Mbak A di sebelahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan