Hijau

Pesan Lingkungan dan Pengamat Lingkungan

11 Maret 2018   22:19 Diperbarui: 11 Maret 2018   22:35 712 0 0
Pesan Lingkungan dan Pengamat Lingkungan
Raichul Amar di rumahnya.

Ada beberapa harapan yang disampaikan pengamat lingkungan Raichul Amar demi tercapainya lingkungan yang sedikit lebih baik : 

1. Jangan membakar sampah tepat di pangkal pohon, karena bukan hanya sampah saja yang terbakar, tetapi pohon juga ikut terbakar.

2. Jangan memaku pohon karena ingin memasang spanduk dan lainnya. Juga jangan tinggalkan tali yang melekat pada pohon setelah memasang spanduk.

3. Jangan lupa menanam pohon di pekarangan rumah, perbandingannya satu pohon untuk dua orang anggota keluarga.

4. Membuang sampah pada tempatnya agar tidak menyumbat saluran, dan dapat memperindah lingkungan serta kenyamanan.

Sebelum mengetahui hal lainnya, lebih dahulu kita harus mengetahui Raichul Amar. 

1. Pensiunan Dosen Fakultas Adab dan Humaniora IAIN (sekarang UIN) Imam Bonjol Padang. Lahir Bukittinggi, 10 November 1945.

2. Pernah meraih empat penghargaan terkait lingkungan. Pertama, piagam penghargaan Kalpataru kategori pengabdi lingkungan tingkat Kota Padang tahun 1991. Kedua, penghargaan Kalpataru tahun 2000 kategori pembina lingkungan dari Presiden. Ketiga, menerima penghargaan nominasi Kalpataru kategori perintis lingkungan tahun 2000. Keempat, menerima Satya Lencana tahun 2011 karena setelah 10 tahun tetap melakukan kegiatan mengenai lingkungan.

3. Karya-karya mengenai lingkungannya, sudah mencapai 100 buah lebih kurang artikel, terbit diantaranya di koran Singgalang, Canang, Haluan, tabloid Limbago, serta buku tentang lingkungan, dan sekitar tiga ribuan lebih kurang potret mengenai lingkungan.

4. Menulis buku, artikel, dan makalah tetap fokus kepada lingkungan hidup. Bahkan tesisnya juga membahas lingkungan.

Adapun hal yang juga harus kamu tahu mengenai perjalanannya sebagai pemerhati lingkungan.

1. Ia mengawalinya sebab prihatin dengan melihat sampah bertebaran usai shalat Idul Fitri di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat  Jln. Sudirman No. 51, pada Mei 1984, lalu memotretnya lalu menuliskan perihal ini lalu mempublikasikannya.

2. Ia melakukannya berdasarkan hobi dan sukarela. Dia tidak pernah menghitug pengeluarannya. Bahkan Ia enggan menyebut berapa biaya yang sudah ia keluarkan terkait aktifitasnya saat diwawancarai Dinas Lingkungan Hidup sebelum menerima penghargaan tersebut. Perjalanannya sudah ke Bukittinggi, Bandung, Jakarta, dan Payakumbuah juga berbagai daerah lainnya.

3. Ia pernah dianggap wartawan lalu dicekal anggota yang bekerja sebagai penambang di bukit Campago Ipuh, Bukittinggi karena merasa menganggui aktifitas menambangnya.

4. Mendirikan rumah baca "al-Syajarah" di rumahnya yang dibuka untuk umum. Koleksinya  sudah mencapai 7000 buku tentang ligkungan hidup.

5. Ia tidak mau mengendarai mobil pergi mengantor. Hal ini Ia lakukan karena takut kehilangan momen. Kalau naik mobil, pas sudah turun, mana tau momennya sudah berlalu.

6. Resepsi pernikahan anak pertamanya dibuat bertemakan lingkungan, seperti undangan berwarna hijau berlatar foto-foto kerusakan lingkungan hasil jepretannya. Saat pesta berlangsung, Ia juga memajang ratusan foto-foto mengenai lingkungan yang dicetak berbagai ukuran. Juga memberikan biji pohon kepada tamu undangan sebagai cenderamata.

7. Sering membeli buku bekas semenjak SMP hingga SMA, maupun sudah menjadi mahasiswa. Waktu masih sekolah rakyat hobi membaca komik.