Mohon tunggu...
FISIP UAJY
FISIP UAJY Mohon Tunggu... Instagram: @fisip_uajy | Email: fisip.info@uajy.ac.id | www.fisip.uajy.ac.id

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta | Akun dikelola oleh Tim Informasi dan Komunikasi FISIP UAJY

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Leadership dalam Kondisi Krisis

13 Juli 2020   20:04 Diperbarui: 13 Juli 2020   19:57 20 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Leadership dalam Kondisi Krisis
Drs Handoko Wignjowargo, SE, MBA, dokpri

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta, berkolaborasi dengan Maestro Consulting Coaching Communicating pada hari Kamis 25 Juni 2020, adakan diskusi bertajuk "Opportunity in Adversity: Leadership, Change and Strategic Management" melalui zoom dan youtube live streaming. 

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu : Drs. Handoko Wignjowargo, SE, MBA selaku Co-Founder Maestro Consulting Coaching Communicating, dan Drs Budi Suprapto, MBA., Ph.D selaku Dekan FBE UAJY, dengan dimoderatori oleh Ike Devi S., M.Si dosen FISIP UAJY. Diskusi dibuka oleh Rektor UAJY - Prof. Ir. Yoyong Arfiadi., M.Eng., Ph.D, dan ditutup oleh Dekan FISIP UAJY FX Bambang Kusumo Prihandono., MA.

Drs Budi Suprapto, MBA., PhD, dokpri
Drs Budi Suprapto, MBA., PhD, dokpri

Diskusi ini mengajak untuk mengolah bacaan tentang perubahan, baik saat situasi new normal seperti saat ini atau bahkan ke depan saat  post new normal, yang kelak dapat menuntun institusi menjadi  makin inovatif dan bertumbuh dalam melewati krisis.  

Pada dasarnya keinovatifan dapat terjadi manakala terdapat kepemimpinan yang mampu memandu dalam menelisik bacaan --bacaan perubahan menjadi aksi strtaegis maupun keputusan jitu.

Handoko memaparkan pentingnya melakukan mapping dan penguatan power dalam kepemimpinan, bahwa juga perlu menguatkan power para follower untuk melakukan speak up demi kepentingan perbaikan institusi. 

Sedangkan Budi Suprapto menekankan pada upaya recovery yang menjadi landasan untuk merencanakan pertumbuhan. 

Budi juga mencontohkan implementasi yang adaptif di Yogyakarta dengan mengedepankan kearifan lokal yang mengangkat tagline "wajar anyar".

Diskusi ini diikuti oleh sekitar 400an peserta pengusaha, korporasi, kementrian, akademisi dan NGO dari seluruh Indonesia. Antusiasme partisipan ditunjukkan dengan jumlah peserta yang stabil sejak awal hingga akhir acara, serta dinamika dalam diskusi. Bahkan ketika acara telah berakhir, penyelenggara diskusi tetap membuka ruang untuk diskusi dalam sesi "after session".

 Pada sesi itu suasana lebih santai dan para partisipan dapat saling bertegur sapa. Penyelenggara maupun partisipan berharap diskusi ini melahirkan ide-ide yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Penulis: Ike Devi
Editor: Vita Astuti

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x