Mohon tunggu...
Firda Tri Utami
Firda Tri Utami Mohon Tunggu... Artikel Berita

Berbagai artikel berita

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Pilihan

Google Form sebagai Alternatif Media Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Selama Pandemi COVID-19

12 Maret 2021   13:13 Diperbarui: 12 Maret 2021   13:50 86 4 0 Mohon Tunggu...

Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia saat ini belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir. Jumlah kasus yang terpapar virus COVID-19 pun semakin meningkat. 

Melihat kondisi yang semakin memburuk, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Tentunya hal tersebut juga telah melalui berbagai pertimbangan. PSBB ini dilakukan untuk menekan angkat meningkatnya penyebaran virus COVID-19, khususnya di wilayah Jakarta yang memiliki angka kasusa yang sangat tinggi.

Masyarakat dihimbau untuk tetap ada di dalam rumah dengan mengurangi aktivitas di luar. Maka dengan adanya himbau tersebut banyak kegiatan, seperti sekolah, bekerja, dan lain sebagainya dihentikan atau dibatasi. 

Pada sekolah, pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan keputusan tersebut dharapkan sekolah tetap dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran meskipun terikat oleh berbagai kekurangan yang ada.

Tidak banyak sekolah yang sudah siap dengan pembelajaran jarak jauh, hal tersebut terjadi karena adanya faktor kurangnya keahlian dalam tekonologi, perangkat yang tidak memadai, dan bahkan permasalahan kuota untuk belajar. Mungkin tidak banyak orang tahu, bahwa pada pembelajaran daring memerlukan energi ekstra bagi guru. Tidak hanya harus mengubah metode pembelajaran yang diberikan, namun guru juga harus beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi, seperti perubahan proses penilaian, perubahan cara absen, dan lain sebagainya.

Keadaan guru dan siswa yang belu siap dengan penggunaan teknologi membuat pembelajaran darig ini cukup terhambat dan banyak tujuan pembelajaran yang mungkin tidak tercapai sesuai dengan keinginan. Pemakaian gadget pun saat ini menjadi dekat dengan keseharian kita, maka sebenarnya penting untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mengolah IT.

Sebagai solusi untuk memudahkan komunikasi online antara guru dengan siswa, banyak guru yang berinovasi menemukan aplikasi yang dapat membantu hal tersebut. 

Aplikasi tersebut salah satunya seperti Google Form, pada aplikasi ini membantu guru untuk membuat materi dan soal yang akan diberikan kepada siswa. Selain itu juga dapat digunakan saat akan melaksanakan ujian. Meskipun untuk sebagian guru Google Form ini masih terasa sulit untuk digunakan, namun lambat laun para guru akan terbiasa dalam kondisi saat ini.

Kelebihan dari Google Form kita bisa memasukkan materi berbentuk video pembelajaran dan soal. Kemudian kita juga bisa melihat nilai siswa dengan cepat sehingga kita bisa melaksanakan tindak lanjut dengan berupa remedial dan pengayaan dengan cepat. Untuk daftar hadir juga demikian kita bisa memantaunya setiap hari. Data kehadiran siswa bisa terpantau kita tidak perlu lagi manjat ke atas untuk melihat kehadiran siswa.

Namun di dalam kelebihannya pun, Google Form memiliki kekurangan yaitu seperti mudahnya kunci jawaban untuk dihack oleh siswa. Di zaman yang serba canggih saat ini, siswa akan dengan mudah mengolah berbagai macam aplikasi, web, dan lain sebagainya. Sehingga terkadang dalam menggunakan Google Form, guru tidak bisa melihat apakah siswa benar-benar jujur dalam mengerjakan soal ujian atau tidak. Namun dengan kondisi saat ini hal tersebut bukan menjadi masalah besar, karena saat ini segala aspek terfokus untuk memutuskan rantai penularan virus COVID-19.

Google Form dapat dijadikan alternatif Pembelajaran daring pada masa pandemi virus COVID-19 yang mengharuskan semua aktivitas dikerjakan di rumah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN