Mohon tunggu...
Fio Almeyda
Fio Almeyda Mohon Tunggu... 20.M1.0099

Fio Almeyda Fadhil Favian Universitas Katolik Soegijapranta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Sampai Kapan Kehidupan Akan Terus Begini?

6 Januari 2021   11:42 Diperbarui: 6 Januari 2021   12:01 69 2 0 Mohon Tunggu...

Coronavirus merupakan virus yamg menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Virus ini adalah virus baru yang muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019. Kemudian virus tersebut diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV 2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID_19).

Sejarah penemuan virus tersebut dimulai pada tanggal 31 Desember 2019, World Health Organization (WHO) mendapatkan informasi mengenai kasus pneumonia di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Tanggal 7 Januari 2020, otoritas Cina mengkonfirmasi bahwa adanya virus baru, yaitu virus corona yang merupakan family virus flu, yang telah dilaporkan bahwa lebih dari 2000 kasus infeksi virus tersebut terjadi dicina, termasuk di luar Provinsi Hubei.

Covid-19 beberapa bulan ini telah menggerkan masyarakat Indonesia hingga penduduk dunia. Entah sampai kapan masalah ini bisa teratasi karena setiap bulan saja selalu bertambah pasien yang positif. Hingga hari ini per 4 januari telah mencapai 83,9 kasus, Indonesia hingga saat ini menjadi salah satu negara terpapar wabah virus yang belum mereda. Angka positif di Indonesia sendiri cukup tinggi yaitu sampai dengan 772.103 ribu. V

irus ini semakin hari semakin menyebar luas saat ini pasien yang dirawat semakin bertambah, membuat pemerintah kebingungan untuk mencari tempat bagi pasien-pasien tersebut untuk dirawat karena memang sudah membeludaknya pasien hingga memerlukan banyak tempat. Masih banyak orang yang menyepelekan virus ini mereka menganggap sepele virus ini padahal virus ini sudah menyebar luas dan banyak memakan korban jiwa. Korban meninggal hingga saat ini masih terus bertambah hingga mencapa angka 22.911 ribu. 

Saat ini masyarakat mulai kendor melakukan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah menyebabkan cluster baru terus terbentuk dan rantai wabah ini seakan akan tak kunjung usai. Himbauan saja seakan tidak cukup untuk masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku namunj dengan ancaman atau hukuman bisa membuat masyarakat sedikit memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan. Namun hal tersebut tidak bertahan lama, masyarakat kembali melanggar protokol kesehatan .

 Padahal penyebaran virus tersebut sangat cepat melalui tetesan kecil dari hidung hingga mulut pada saat batuk dan bersin. Tetesan kecil tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang menyentuh benda yang telah terkontaminasi dengan tetesan tersebut , lalu orang tersebut menyentuh pada bagian mata, hidung, mulut (disekitar wajah), maka orang itu dapat tertular virus corona. Saat ini belum diketahui pasti berapa lama virus tersebut mampu bertahan dipermukaan suatu benda, meskipun pada studi awal menunjukan bahwa virus tersebut dapat bertahan beberapa jam, tergantung dengan permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. 

Namun disenfektan sederhana bisa membunuh virus tersebut sehingga tidak akan mungkin menginfeksikan orang lagi. Atau bisa juga seseorang tertular virus corona saat tanpa sengaja menghirup tetesan dari penderita. Inilah sebabnya kita dituntut untuk jaga jarak minimal 1 meter dengan orang yang sedang sakit. Tetapi masih banyak orang menganggap remeh hal tersebut masih ada orang yang berkerumun, nongkrong, berwisata dan mengadakan acara tanpa memamuthi protokol kesehatan. 

Padahal kita tahu saat ini banyak orang yang terpapar virus tetapi mereka dalam keadaan baik-baik saja atau bisa disebut orang tanpa gejala (OTG) mereka yang terlihat baik-baik saja dan sehat dapat menularkan virus tersebut ke banyak orang. Alangkah baiknya tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan ditutup sementara dulu atau bisa juga dibuka dengan pembatasan orang dan mematuhi protokol kesehatan. 

Seperti kegiatan pembelajaran yang penting saja saat ini belum bisa dilaksanakan secara tatap muka. Jika dilihat pembelajaran melalui daring banyak sekali kendalanya karena tak semua jaringan di daerah mereka bisa lancar, ada juga siswa tidak memiliki fasilitas yang memadai. Hal ini bisa menghindari cluster baru penyebaran virus corona ini. 

Namun jika tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan tidak ditutup tanpa peduli dengan protokol kesehatan dan memperhatikan pembatasan orang yang datang akan menyebabkan penularan secara besar-besar an dan membentuk cluster baru yang membuat rantai penularan terus berlanjut. Tidak sedikit juga orang yang benar-benar melakukan protokol kesehatan dengan tidak keluar rumah sama sekali untuk berusaha agar wabah ini segera berlalu. 

Sama saja jika masih banyak orang yang tidak peduli dengan protokol kesehatan tersebut maka akan sia sia orang yang sudah berusaha memutus dan melawan wabah virus corona tersebut. Kerja sama memang sangat dibutuhkan jika kita ingin terbebas dari wabah yang mengharuskan kita menjaga pola hidup sehat ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN