Mohon tunggu...
Fiderman Gori
Fiderman Gori Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis Pinggiran

Alumni FISIP UDA

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Budaya Baru dan Moral Milenial

7 Mei 2021   16:55 Diperbarui: 7 Mei 2021   16:56 638
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: line.17qq.com

Milenial dan teknologi ibarat kuku dan daging sulit untuk dipisahkan. Milenial sudah sangat akrab dan lekat dengan dunia ini. Mereka sering disebut homodigitalis, dimana segala aktivitas selalu didetermiasi oleh teknologi mulai cara berinteraksi, cara hidup terlebih dalam mengetahui hal hal baru baik lokal maupun global. Yang menjadi persoalannya sekarang adalah bagaimana milenial mengidentifikasi kegiatan kesehariannya di era globalisasi saat ini menjadi positif dan tidak bertentangan dengan nilai budaya maupun moral.

Dunia dewasa ini dalam perkembangan zaman yang begitu transformatif, budaya menjadi salah satu perbincangan serius, baik di kalangan masyarakat, akademisi dan tokoh-tokoh agama saat ini. Akibat adanya era globalisasi yang membawa perubahan besar tersebut, muncul pandangan-pandangan baru yang cukup memprihatinkan generasi milenial karena pola hidup yang berbeda jauh dari etika budaya sesungguhnya. Dengan adanya berbagai macam perubahan tersebut, budaya dihadapkan dengan berbagai tantangan global yang sulit diatasi yang berpengaruh langsung pada pola hidup masyarakat pada umumnya dan  secara khusus generasi milenial saat ini.

Manusia dilahirkan pada hakikatnya telah terikat erat dengan budaya dimana ia berada. Secara tidak lansung apa yang manusia lakukan sebenarnya telah dapat diidentifikasi bahwa perilaku tersebut didasarkan oleh budaya-budaya yang melatarbelakanginya. Dari penjelasan diatas, dapatlah dikatakan bahwa nilai budaya tidak terlepas dari pada norma dan cara berperilaku dengan mengkondisikan sikap dan reaksi terhadap peristiwa dan berbagai contoh fenomena sosial dalam konteks budaya.

Namun, Koentjaraningrat, yang merupakan pakar antropolog berpendapat bahwa, "budaya adalah keseluruhan gagasan, naluri, tindakan, dan hasil karya cipta manusia dalam kehidupan bermasyarakat". Selaian itu budaya juga adalah pikiran, perasaan, dan tindakan manusia, dapat diistilahkan budaya adalah sebuah perangkat lunak jiwa manusia (software of the mind)". Jadi budaya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita karena hubungan budaya sangatlah erat dalam mempengaruhi tindakan dan perilaku dimana kita.

Dengan berkembangnya teknologi yang pesat, tentu menciptakan keyakinan dan presepsi baru. Disinilah muncul lupanya milenial mempertahankan budaya leluhur, jauh lebih baik dibandingkan meniru budaya luar. Mungkin teknologi tidak selalu berdampak positif dikalangan milenial. Akan tetapi perlu diketahui bahwa dengan perkembangan global yang cukup pesat, dapat mempengaruhi moral milenial yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya.

Lalu, Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap budaya dan moral milenial? 

Pertama, terprofokasi terhadap informasi global. Dalam beberapa kajian tentang budaya, ada banyak pergeseran-pergesaran kultur yang sangat pesat yang di sebabkan oleh teknologi yang begitu dinamis karena akselerasi informasi global yang begitu cepat. Pergesaran nilai budaya tersebut sudah mencapai taraf yang harus diwaspadai terhadap moral dan etika milenial. Dampaknya, milenial dengan cepat terprovokasi oleh berbagai informasi  global yang melahirkan benturan psikologis dan sosiologi antargenersi milenial. Selain itu milenial memiliki kecenderungan pola hidup yang konsumtif, individualistik, dan gaya hidup yang kebarat-baratan. Sehingga  sikap abai terhadap budaya dan etika berlangsung secara masif di hampir unsur kehidupan generasi milenial.

Menurut  (Harara 2016) Modernisasi muncul dengan ditandai  dengan  mulai merebaknya  sistem globalisasi   dimana   setiap   negara   atau individu   mulai   saling   bekerjasama   dan peniadaan  sekat  atau  batas  antar  negara. Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia  menyambut  baik  akan  adanya perkembangan  teknologi  di  era  globalisasi ini meskipun  tidak  sedikit  yang kesulitan akan  perkembangan  teknologi  yang  serba canggih  saat  ini. Sambutan  baik  terhadap perkembangan  era  globalisasi  ini  terbukti dengan  perilaku  masyarakat  yang  sangat suka menggunakan peralatan yang berteknologi tinggi.

Kedua, pola kehidupan. Lazim diketahui bahwa maraknya budaya global dan gaya hidup pada era globalisasi dan modernisasi sekarang ini menghasilkan homogenisasi budaya, di mana para milenial yang lahir dan tumbuh di era booming internet membuat mereka memiliki interes yang sama. Interes yang sama dan paling menojol adalah menjunjung pola hidup bebas, yang penting bisa gaya, dan penggunaan teknologi. Ya, mereka merupakan generasi milenial tanggap dan cakap teknologi, penguasaan atas gadget seperti handphone sangat luar biasa. Sehingga Perubahan tersebut menyebabkan berubahnya sistem budaya, termasuk moral, sikap dan perilaku generasi milenial.

Keterbukaan kehidupan sosial masa kini, pluralisasi konteks tindakan dan aneka ragam otoritas, pilihan gaya hidup semakin penting dalam penyusunan identitas diri dan aktivitas keseharian. Dalam hal ini gaya hidup adalah sesuatu yang bersifat individual, tetapi lebih kepada homogenitas dalam lingkup kecil, yang berpengaruh pada peningkatan aspek pilihan individu dalam bersikap, berpakaian dan lain sebagainya.

Lebih lanjut gaya hidup adalah seperangkat praktik dan sikap yang masuk akal dalam konteks tertentu. Sementara itu gaya hidup tergantung pada bentuk-bentuk kultur, masing-masing merupakan gaya, tata krama, cara menggunakan barang-barang dan waktu tertentu (Kephart 1982 dalam buku David Chaney 1996). Bagaimana individu berperilaku, seberapa penting baginya barangbarang tertentu, dan bagaimana ia memanfaatkan waktunya menjadi bagian utama gaya hidup individu yang cenderung terbentuk dari kultur masing-masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun