Mohon tunggu...
โ˜…ๅฝก ๐…๐ž๐ฒ ๐ƒ๐จ๐ฐ๐ง ๅฝกโ˜…
โ˜…ๅฝก ๐…๐ž๐ฒ ๐ƒ๐จ๐ฐ๐ง ๅฝกโ˜… Mohon Tunggu... Administrasi - Anti Scam Activist - Pemerhati - Penulis

๐๐ž๐ง๐ž๐ซ๐ข๐ฆ๐š ๐Š๐จ๐ฆ๐ฉ๐š๐ฌ๐ข๐š๐ง๐š ๐€๐ฐ๐š๐ซ๐ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ’ "๐“๐ก๐ž ๐๐ž๐ฌ๐ญ ๐ˆ๐ง ๐’๐ฉ๐ž๐œ๐ข๐Ÿ๐ข๐œ ๐ˆ๐ง๐ญ๐ž๐ซ๐ž๐ฌ๐ญ" ๐—”๐—ป๐˜๐—ถ ๐—ฆ๐—ฐ๐—ฎ๐—บ ๐—”๐—ฐ๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ถ๐˜€๐˜/๐—ช๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฟ. ๐ˆ๐†: @๐Ÿ๐ž๐ฒ๐๐จ๐ฐ๐ง_๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ถ๐—ฐ๐—ถ๐—ฎ๐—น ๐‘ด๐’†๐’๐’†๐’•๐’‚๐’‘ ๐’…๐’Š ๐’Œ๐’๐’•๐’‚ ๐‘ท๐’†๐’“๐’•๐’‰, ๐‘พ๐’†๐’”๐’•๐’†๐’“๐’ ๐‘จ๐’–๐’”๐’•๐’“๐’‚๐’๐’Š๐’‚ ๐—›๐—ฒ๐—น๐—ฝ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฒ ๐—ช๐—ฆ๐—– : ๐—ช๐—” ๐—ผ๐—ป๐—น๐˜† + ๐Ÿฒ๐Ÿญ ๐Ÿฐ๐Ÿต๐Ÿฎ๐Ÿด๐Ÿฒ๐Ÿฑ๐Ÿญ๐Ÿญ๐Ÿณ ๐„๐ฆ๐š๐ข๐ฅ : ๐ฐ๐š๐ฌ๐ฉ๐š๐๐š๐ฌ๐œ๐š๐ฆ@๐ ๐ฆ๐š๐ข๐ฅ.๐œ๐จ๐ฆ ๐…๐ ๐๐š๐ ๐ž : ๐ฐ๐ฐ๐ฐ.๐Ÿ๐š๐œ๐ž๐›๐จ๐จ๐ค.๐œ๐จ๐ฆ/๐ฐ๐š๐ฌ๐ฉ๐š๐๐š๐ฉ๐ž๐ง๐ข๐ฉ๐ฎ

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pria Ini Mengaku PNS di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tapi Bohong! Diduga Menipu Banyak Wanita

19 Agustus 2020   13:44 Diperbarui: 19 Agustus 2020   13:54 556 7 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pria Ini Mengaku PNS di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tapi Bohong! Diduga Menipu Banyak Wanita
Photo Kiriman Korban

"Saya sudah curiga setelah dia tak ada kabar, lalu mencari info lewat Google dan menemukan tulisan bunda di Kompasiana tentang sigadungan ini. Saya langsung lemas ternyata saya ditipu. Uang saya raib 20 juta " (Korban A di Jakarta)ย 

"Bunda, saya kaget membaca postingan di IG WSC tentang laki laki ini. Dia sudah membawa uang saya 2000 USD dengan alasan pinjam " ( Korban B di Jakarta )ย 

Kedua korban A dan B ( samaran ) sudah masuk grup support Komunitas WSC di WA. Ternyata mereka tertipu oleh pria yang sama dan pada bulan yang sama yaitu April 2020.

Tahun 2019 pria yang selalu berganti nama ini mengaku dokter Ary dan sudah makan korban. ย Ini ย artikel saya sebelumnya saat pelaku menjadi Dokter Gadungan.ย Disitu ada kisah kisah ย korban yang tertipu tahun 2016 dan 2019. ย 

Ternyata tahun 2020 pria ini masih beraksi dengan nama palsu Dicky Ihza Ahmad, duda istri meninggal dan anak dua kembar. Tidak tanggung tanggung kali ini mengaku pada korban korbannya sebagai akuntan lulusan NSW Australia. Bekerja sebagai ย PNS dengan jabatan Karo di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ย  Saya sudah bertanya langsung pada pihak BPK ย dan ย tidak ada nama pegawai seperti tersebut diatas.ย 

https://www.instagram.com/bpkriofficial
https://www.instagram.com/bpkriofficial
Dicky ย diduga sudah melakukan penipuan pada banyak wanita. Ia tebar pesona di sosial media dan situs pencari jodoh. Pura pura mencari istri dan ujungnya meminjam sejumlah uang lalu menghilang. Cara beraksi sangat halus ย dan sopan. Membuat korban korbannya percaya bahwa laki laki ini sangat serius akan melamar. Dia berani datang berkunjung ke rumah keluarga korban korbannya. Licin bagai belut, sering berganti nama, ganti KTP, ganti no plat mobil, ย ganti profesi dan ganti no HP.ย 

Dua korban A dan B curhat pada saya. A kontak saya karena membaca artikel saya di Kompasiana, sedang B melihat postingan saya di Instagram tentang korban A. Kelihatan pelaku sangat licik! Setiap meminjam pada korban korbannya selalu minta cash!

Korban A di Jakarta kerugian Rp 20 Juta:ย 

Tiba tiba Dicky Ihza Ahmad menghubungi A dan mengaku sebagai kawan lama. ( Mungkin kirim pesan secara random ke no WA. Jika yang menerima wanita maka lanjut tebar pesona. Jika yang terima laki laki maka dia akan bilang salah kirim )ย 

Data Data Si gadungan Dicky :ย 

  • No Hp 081911111791- 0817-7991-8099
  • Transfer ke rekening Bank Mandiri atas nama Yuningsih no rek : 182000 2295574 Rp 5 Juta
  • Cash untuk beli hp diberikan langsung pada pelaku Rp 10 jutaย 

Korban B di di Jakarta kerugian 2000 USD plus menggunakan Credit Card korban :ย 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN