Mohon tunggu...
Fery. W
Fery. W Mohon Tunggu... Berharap memberi manfaat

Penikmat Aksara, Musik dan Tontonan. Politik, Ekonomi dan Budaya Emailnya Ferywidiamoko24@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

"Resesi Seks" Milenial AS dan Jepang, Bisa Picu Resesi Ekonomi Global

5 November 2019   10:30 Diperbarui: 6 November 2019   14:41 0 23 13 Mohon Tunggu...
"Resesi Seks" Milenial AS dan Jepang, Bisa Picu Resesi Ekonomi Global
Today.com

Hubungan seks itu seperti tidur, jika dilakukan terlalu sering akan berakibat buruk, jika dilakukan terlalu jarang pun akibatnya tak bagus. Keduanya akan membuat kita pusing, bahkan buat sebagian orang, emosinya menjadi tak stabil.

Hubungan seks fungsi utamanya adalah sebuah aktivitas reproduksi. Selain tentu saja sebagai sarana rekreasi juga, karena sensasinya. Hubungan seks normalnya dilakukan oleh dua orang yang berbeda jenis kelamin, Pria dan Wanita atau Betina dan Jantan.

Ternyata ketika frekuensi berhubungan seks sangat jarang dilakukan efeknya bisa membawa dunia ini ke dalam jurang resesi ekonomi global, Hah kok bisa?

Ya bisa lah! Tak perlu menjadi seorang ekonom untuk dapat menghubungkan" aktivitas seksual yang jarang dengan resesi ekonomi".

Perekonomian itu pada dasarnya digerakkan oleh aktivitas manusia, setiap langkah manusia itu akan berimplikasi pada nilai ekonomisnya. Mulai dari dilahirkan sampai kematian datang, nyaris tak pernah terlepas dari nilai ekonomi.

Nah, semakin besar jumlah populasi semakin besar pula size ekonominya.

Semakin sedikit populasinya, semakin mini pula ukuran ekonomi suatu wilayah. Populasi manusia itu berkorelasi erat dengan hubungan seks. Sejauh ini manusia bisa ber-reproduksi ya melalui itu, ada sih yang melalui pembuahan in vitro, atau bayi tabung tapi kan sangat jarang.

Jadi semakin jarang orang berhubungan seks semakin kecil pula kemungkinan untuk ber-reproduksi, yang akhirnya membuat populasi akan semakin menurun. Dan ujungnya ekonomi menjadi turun.

Belakangan ini di Amerika Serikat (AS), sebagian besar negara Uni Eropa, dan Jepang, disinyalir sedang dilanda penurunan gairah untuk melakukan hubungan seks, terutama para milenialnya.

Fenomena ini diungkapkan langsung oleh Kate Julian yang dipublikasi di media ternama Inggris The Guardian dan hasil penelitian bersama oleh koran New York Times bekerja sama dengan situs Sex and Relationship. Hasilnya menunjukan, bahwa para milenial di AS semakin jarang berhubung seks.

Meneruskan sinyalemen yang dilahirkan Kate Julian, seorang kolumnis ekonomi CNBC.com Jake Novak menyatakan, bahwa penyebab turunnya aktivitas seks para milenial AS ini seperti fenomena telur dan ayam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x