Mohon tunggu...
Fery Irawan
Fery Irawan Mohon Tunggu...

Penulis konten web dan "copywriter" yang antusias untuk memberikan informasi kesehatan. Secara aktif telah menulis beragam artikel kesehatan bagi situs atau blog kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Penulis berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan tepercaya.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Melirik Kasus Kanker di Indonesia

21 Agustus 2018   12:12 Diperbarui: 23 Agustus 2018   10:03 0 1 0 Mohon Tunggu...
Melirik Kasus Kanker di Indonesia
Kasus Kanker di Indonesia (perlindungankeluargaku.com)

Upaya pemerintah untuk menekan kasus kanker sudah dilakukan selama beberapa tahun belakangan. Lalu, bagaimana dengan kasus kanker di Indonesia tahun 2018? Dapatkah penyakit ini dikurangi dan diberantas? Bagaimana upaya penerapan pemberantasan penyakit kanker yang seharusnya dilakukan? Siapa saja yang harus berpartisipasi aktif dalam mengurangi kasus kanker? Mengapa serangan kanker sulit untuk dihadapi?

Informasi berikut akan membantu Anda lebih memahami bagaimana kondisi penderita kanker di Indonesia dan beberapa upaya yang sudah dan bisa dilakukan dalam memberantas penyakit kanker. Anda juga dapat melihat seberapa serius penyakit kanker yang perlu diperhatikan dengan baik.

Kasus Kanker Di Indonesia

Menurut survey yang dicatat oleh National Center for Biotechnology Information (NCBI), memperlihatkan bahwa Indonesia sedang menghadapi dilema kesehatan. Mengingat angka kematian karena kanker di Indonesia cukup tinggi, sehingga keatian karena kanker menempati urutan 7 terbesar di Indonesia pada tahun 2007.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan pada periode tahun 2005 hingga 2007 di Provinsi DKI Jakarta, memperlihatkan bahwa wanita Indonesia memiliki potensi besar terhadap serangan kanker payudara, kanker leher rahim, kanker indung telur dan kanker usus. Sedangkan pria Indonesia berpotensi mengalami serangan kanker paru-paru, kanker usus, kanker hati, kanker tenggorokan dan kanker prostat.

Upaya Pemberantasan Kanker di Indonesia

Ada banyak upaya yang dibutuhkan untuk memberantas penyakit kanker dan mengurangi kasus kanker di Indonesia. Namun ini semua membutuhkan kerjasama dari beragam pihak, terutama kesadaran masyarakat dalam mengelola kesehatan tubuh mereka. Mengingat banyak orang tidak peduli akan kondisi kesehatan mereka, khususnya saat mereka belum terkena penyakit. 

Maka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi kesehatan, beberapa upaya berikut perlu dilakukan. Diharapkan setelah sadar akan potensi bahaya kanker, masyarakat menjadi peduli dan mulai menghindari beragam pemicu kanker. Apa saja upaya pemberantasan kanker yang perlu diperhatikan? 

Hari Kanker Sedunia - Sadarkan Masyarakat Akan Bahaya Kanker!

4 Februari merupakan peringatan bagi Hari Kanker Sedunia yang dipilih oleh Union for International Cancer Control (UICC) guna mendukung Deklarasi Kanker Dunia. UICC merupakan organisasi non-pemerintahan yang didirikan guna membantu komunitas kesehatan secara global untuk melawan serangan kanker. Semoga saja keberadaan Hari Kanker Sedunia dapat mengurangi kasus kanker di Indonesia. Dari mana asal organisasi ini?

Organisasi UICC didirikan di Geneva, Swiss pada tahun 1993 dan telah bekerjasama dengan organisasi kesehatan dunia yang dikenal dengan WHO - World Health Organization. Guna mendukung Deklarasi Kanker Dunia yang ditulis pada tahun 2008, maka lahirlah Hari Kanker Sedunia yang bertujuan untuk mengurangi penyakit ataupun kematian yang diakibatkan oleh kasus kanker hingga tahun 2025. 


Selain itu, Hari Kanker Sedunia bukanlah hari yang secara khusus perlu diperhatikan oleh penderita kanker saja. Setiap golongan masyarakat perlu memperhatikannya. Mengingat pada hari tersebut masyarakat akan memperoleh informasi yang benar sehubungan dengan penyakit kanker. Sehingga Anda semakin waspada terhadap potensi serangan kanker, jauh sebelum terserang penyakit ganas tersebut.

Ada banyak upaya yang dilakukan oleh para relawan dalam memperingati Hari Kanker Sedunia. Mulai dari memangkas seluruh rambut yang ada dikepala. Tindakan memangkas seluruh rambut merupakan apresiasi kepedulian dan empati terhadap para penderita kanker yang menjalani pengobatan. Mengingat, salah satu dampak sementara dari pengobatan kanker ialah terjadinya kebotakan.

Gratis Deteksi Dini Kanker Serviks - Saatnya Cegah Kanker!

Pada tanggal 13 Juni 2017, detikHealth memperoleh informasi dari Irfan Humaidi selaku Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Kesehatan yang menyebutkan bahwa "peserta JKN-KIS dapat melakukan pemeriksaan IVA dan Papsmear tanpa dikenakan biaya". Tindakan ini merupakan bagian dari upaya penanggulangan kasus kanker di Indonesia, khususnya kanker serviks pada Wanita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2