Mohon tunggu...
Ferdi Rosman Feizal
Ferdi Rosman Feizal Mohon Tunggu... Administrasi - Penulis lepas

Idealisme dan Nasionalisme untuk dasar kemajuan Bangsa dan Negara

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Menyoal PJU Solar Cell banyak yang lampunya Mati ?

25 Mei 2016   00:44 Diperbarui: 25 Mei 2016   02:00 780
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Lampu PJU di Pelabuhan Karimunjawa"][/caption]Banyak Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dicatu dari Solar Cell mati seperti di Plelen Kecamatan Grinsing Kawasan Alas Roban Kabupaten Batang Jawa Tengah yang cukup meresahkan masyarakat karena menimbulkan kerawanan dan tindak kriminalitas di jalanan. Seperti begal motor yang akhir-akhir ini marak terjadi, seperti dilansir pada portal Provinsi Jawa Tengah (http://bit.ly/1OLdVRA) yang membuat Pak Gubernur Jateng geram.

Tidak hanya di Kawasan Plelen saja, dibeberapa lokasi banyak lampu PJU yang mati termasuk di Karimunjawa yang menjadi ikon wisata kedua Provinsi Jawa Tengah setelah Candi Borobudur. Ketika datang ke Pulau Karimunjawa (10-15 Mei 2016), lampu PJU di depan Kantor Telkom Karimunjawa mati, beberapa lampu PJU di Pelabuhan Karimunjawa hampir semuanya mati, tapi masih ada yang berkedip-kedip termasuk di pojok alun-alun depan Kantor Kelurahan Karimunjawa juga mati bahkan penutup akinya terbuka.

Beberapa masyarakat curhat, bagaimana caranya untuk bisa menghidupkan kembali lampu-lampu PJU di Karimunjawa yang mati termasuk kelompok nelayan yang curhat soal lampu-lampu PJU di Pelabuhan Karimunjawa banyak yang mati yang menjadikan sedikit kesulitan ketika perahu-perahu merapat di Pelabuhan pada malam hari.

Lampu PJU di Pojok Alun-alun Karimunjawa depan Kantor Kelurahan yang terbuka penutup akinya memunculkan sedikit analisa. Aki yang terpasang diperkirakan sekitar 200 AH sementara Panel Solar Cell bisa ditebak Kapasitas 50WP (Watt Peak) 2 unit, lampunya berapa Watt ?

Berdasarkan perhitungan, Solar Cell 50 WP akan menghasilkan tegangan ± 16,8 ~ 17,1 V dc dengan arus ± 3 Ampere. Dengan asumsi penyinaran matahari effektif selama 6 jam (maksimum), Solar Cell kapasitas 50WP tersebut akan menghasilkan daya sebesar 3 Ampere x 6 Jam = 18 AH.

Hasilnya, 2 unit Solar Cell kapasitas 50 WP tersebut dapat menghasilkan daya (max) sebesar 36 AH yang akan disimpan pada battery (aki) yang hanya mampu menghidupkan lampu DC maksimum 36 Watt selama 12 jam. Dengan konsumsi / beban lampu terpasang sebesar 30 Watt DC misalnya, daya yang tersisa sekitar 6 AH setiap hari ketika intensitas matahari terik yang akan menjadi cadangan daya ketika cuaca mendung atau hujan dan musim angin. Jadi battery 200 AH effektif baru akan penuh selama 200 AH / 6 AH = 33 hari itupun terjadi jika selama 33 hari terik matahari terus menerus dengan kondisi permukaan kaca solar cell bersih, tidak ada debu atau kotoran yang menghalanginya.

Dengan asumsi perhitungan diatas, 2 Panel Solar Cell yang terpasang disarankan memasang beban lampu LED DC sebesar maksimum 30 Watt dengan menggunakan reflektor / lampu sorot dengan aki cukup 60 AH.

Untuk jaminan lampu bisa menyala terus menerus sepanjang hari hingga life time terpenuhi (mati), pihak pabrikan seperti PT.LEN Industri Bandung biasanya merekomendasikan 12 jam penyinaran, dimana jumlah Panel Solar Cell lah yang diperbanyak, sementara kebutuhan aki menyesuaikan. Untuk beban lampu 30 Watt DC misalnya bisa jadi disarankan pabrikan dipasang 4 unit panel solar cell kapasitas 50WP dengan aki sebesar 100-150 AH.

Kondisi terpasang dengan 2 unit panel solar cell 50WP yang bisa dijaminkan pabrikan hanya untuk mencatu beban maksimum 15 Watt DC. Cukup terang untuk 3 buah lampu LED DC @5Watt menggunakan reflektor / lampu sorot.

Kita sering terkecoh oleh pemborong solar cell, saat uji terima lampu langsung menyala terang berderang membuat anak-anak riang gembira jika dipasang di pemukiman warga. Namun beberapa bulan kemudian mati. Kalaupun menyala mungkin hanya dalam hitungan jam, jam 18:00 menyala jam 19:30 mati. Begitu seterusnya sampai lampu benar-benar mati total dan tak pernah bisa menyala lagi, bukan lampunya yang putus melainkan akinya yang kosong tidak dapat mencatu beban (lampu).

Hal tersebut wajar, karena pada saat pertamakali pemasangan, beban lampu dicatu dari aki yang baru dimana aki baru adalah aki yang terisi penuh (13,4 Volt DC) dimana aki 200 AH yang terisi penuh tersebut dapat menyalakan lampu 30 Watt DC selama 80 Jam atau 80 Jam : 12 Jam ≈ 7 malam terus menerus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun