Keamanan

Kita Krisis Kemanusiaan

15 Mei 2019   18:40 Diperbarui: 15 Mei 2019   19:11 22 0 0

KITA KRISIS KEMANUSIAAN

Disusun oleh:
Felysia Meytri XF/ 14
SMA KOLESE LOYOLA SEMARANG

 

PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan berkat yang berlimpah, sehingga saya pada akhirnya dapat menyelesaikan makalah dengan judul "ini tepat pada waktunya. Makalah ini mengambil tema penting yaitu "Kemanusiaan di bumi pertiwi."

Makalah ini merupakan salah satu dari bahan penilaian akhir semester pelajaran PKn, dalam menyusun makalah ini, penulis mendapatkan banyak dukungan dan bantuan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Fr. Antonius Bagas Prasetya Adi Nugraha, SJ, yang telah memberikan tugas dan membimbing dalam pengerjaan tugas ini. Penulis juga berterima kasih kepada orang tua penulis yang selalu mendukung penulis baik dalam kemudahan maupun kesulitan dalam membuat makalah.

Meskipun penulis sudah berusaha sebaik mungkin dalam menulis makalah ini, namun penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak sekali kekurangan di makalah ini. Sehingga kami mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca demi tersusunnya makalah lain yang lebih lagi. Akhir kata, kami berharap agar makalah ini bisa memberikan banyak manfaat tentang krisis kemanusiaan di negara kita dan cara pencegahannya. -Penulis

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kemanusiaan. Satu kata yang saat ini menjadi sorotan besar di bumi pertiwi kita. Definisi dari kemanusiaan adalah tentang nilai-nilai yang dianut oleh manusia dalam kaitan hubungannya dengan sesama manusia, seperti toleransi, welas-asih, cinta-kasih, tolong-menolong, gotong-royong, mendahulukan kepentingan umum, dan banyak lainnya. 

Semua nilai-nilai itu adalah antara manusia dengan manusia. Namun, saat ini kemanusiaan di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Banyak permasalahan di Indonesia, seperti pembunuhan, kemiskinan, saling membeda-bedakan golongan, pendidikan terbelakang, dan masalah kesehatan. Di Indonesia, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin terpuruk. Keadilan yang dahulu dijunjung tinggi sudah menghilang, Kemerdekaan yang sudah diperjuangkan sejak bertahun- tahun lalu, lama- lama menjadi sebuah ke sia-siaan.

Kadang saya bertanya, apakah nilai- nilai kemanusiaan tersebut sudah benar-benar hilang? Apakah manusia masih memiliki hati nurani? Apakah manusia masih bisa memilih mana yang terbaik baginya? Bila ada orang lain yang kesulitan, akan dibantu/ dibiarkan? Banyak pertanyaan yang tidak akan bisa dijawab, kalau bisa pun jawabannya belum tentu merupakan jawaban jujur. 

Orang- orang mengalami krisis ekonomi, energi, pangan, dan lingkungan. Namun faktanya, krisis yang kita alami sekarang adalah KRISIS KEMANUSIAAN. Dimana kita manusia, sudah tidak menganut nilai kemanusiaan yang baik dan benar, tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Menganggap semua tindakannya benar, tidak mau disalahkan/ diberi saran.

Contoh besar krisis kemanusiaan, sebenarnya tidak terjadi didalam peperangan/ pembunuhan, melainkan disekitar kita sendiri. Dimana orang yang memiliki kekayaan/ memiliki paras yang cantik/ tampan, diperlakukan dengan baik. Sedangkan orang yang biasa- biasa saja, diperlakukan buruk. 

Apabila di negara, orang dengan kasta yang tinggi dipuji dan terus dihormati, orang dengan kasta rendah/ golongan minoritas disiksa, diperlakukan tidak baik, namun mereka yang melakukan itu menganggap dirinya paling benar. Mungkin karena takut dengan kekuasaan dan koneksi yang dimiliki oleh golongan atas. Kali ini, saya akan membahas krisis kemanusiaan di salah satu bagian negara kita, Papua. 

Papua merupakan bagian negara yang kurang diperhatikan di Indonesia. Pemerintah cenderung hanya memperhatikan kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, atau yang lain. Padahal, Papua juga merupakan salah satu bagian dari negara Indonesia. Sekarang, pemerintah sudah berupaya untuk melakukan pemerataan, dan terdapat hasil dimana pemerataan sudah terus mulai meningkat.

Papua, merupakan daerah tempat terjadinya krisis kemanusiaan. Papua sempat beberapa kali menjadi kontrovensi, mulai dari keterlambatan pembangunan, pendidikan, dan kurangnya perhatian pada kesehatan penduduk disana. Sehingga terjadi kemunduran ekonomi, banyak warga yang kurang gizi dan akhirnya sakit. 

Sarana transportasi disana juga masih sulit, karena kurangnya infrastruktur pada pembangunan jalan. Hal ini menyebabkan keterlambatan pendidikan, anak- anak yang mau sekolah jadi susah untuk berangkat sekolah karena jalan rusak dan bahkan harus melewati sungai/ menyebrangi jembatan hanya untuk bisa menempuh pendidikan seperti kita. 

Pelanggaran HAM juga sering terjadi di Papua, mereka diperlakukan dengan tidak hormat dan tidak baik, bahkan dibunuh. Dalam makalah ini, saya akan menganalisis sebuah berita dengan judul "Pembunuhan Pekerja di Papua, Komnas HAM: Pelanggaran HAM Serius", berita ini merupakan salah satu pelanggaran HAM parah yang terjadi di Papua.

Rumusan Masalah

  1. Mengapa di Papua terjadi krisis kemanusiaan yang berupa pelanggaran HAM?
  2. Kapan dimulainya terjadi krisis kemanusiaan tersebut?
  3. Siapa yang melakukan tindakan kejam tersebut dan siapa pelakunya?
  4. Bagaimana cara kita untuk mencegah krisis kemanusiaan?
  5. Apa yang dapat kita lakukan sebagai pelajar untuk menegakkan keadilan terutama pada kemanusiaan?

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menekankan betapa pentingnya krisis kemanusiaan harus dicegah di negara ini, menjelaskan arti kemanusiaan yang sebenarnya, memberikan solusi dan wawasan cara untuk menjaga keadilan dan menghindari krisis kemanusiaan.

BAB 2

PEMBAHASAN

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3