Mohon tunggu...
Felix Kurniawan
Felix Kurniawan Mohon Tunggu... Dokter - Dokter Umum

-

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Sering Berolahraga Tenis? Hati-Hati Mengalami Cedera Ini!

6 September 2022   17:30 Diperbarui: 6 September 2022   17:31 76 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Olahraga tenis belakangan ini semakin populer dalam berbagai kalangan usia. Sifatnya sebagai olahraga rekreasional terkadang menyebabkan kalangan yang menggelutinya abai dalam memperhatikan teknik dan cara bermain yang baik dan benar. Oleh karena itu, tidak jarang akhirnya olahraga ini malah menimbulkan masalah atau cedera pada bagian tubuh tertentu.

Salah satu cedera yang dapat ditimbulkan akibat olahraga ini adalah tennis elbow atau bisa juga disebut lateral epicondylitis. Kondisi ini berupa proses degenerasi pada tendon otot-otot ekstensor (paling sering extensor carpi radialis brevis atau ECRB) yang melekat pada epikondilus lateral, yang merupakan struktur tulang bagian dari tulang lengan atas atau humerus. 

Hal ini menyebabkan timbulnya nyeri pada daerah luar dari siku. Gerakan yang memicu kondisi ini biasanya berupa gerakan berulang ekstensi pergelangan tangan yang melawan resistensi. Gerakan ini sering dilakukan pemain tenis saat melakukan pukulan backhand dan dapat diperparah dengan kesalahan pada teknik pemukulan dan raket yang berat. 

Selain olahraga tenis, kondisi ini juga dapat terjadi pada pekerja yang menggunakan alat berat atau melakukan gerakan menggenggam dan mengangkat secara berulang. Selain itu, kebiasaan merokok dan obesitas juga menjadi faktor risiko terjadinya kondisi ini.

Nyeri yang dirasakan oleh penderita tennis elbow ini dapat bersifat hilang timbul dan ringan tetapi dapat juga bersifat terus menerus dan berat. Nyeri tersebut muncul ketika mengekstensikan pergelangan tangan atau jari-jari tangan. 

Pada fase awal penyakit, biasanya tidak terlihat tanda yang muncul, tetapi seiring berjalannya penyakit dapat terlihat tulang yang menonjol pada daerah epikondilus lateral. 

Range of Motion (ROM) biasanya tidak terpengaruh, tetapi pada kondisi lanjut dapat ditemukan ROM yang terbatas nyeri pada gerakan ektensi penuh siku dalam posisi pronasi. 

Pemeriksaan fisis khusus yang dapat dilakukan adalah tes Maudley, manuver Thomson, kekuatan menggenggam yang berkurang, dan tes ‘kursi’, yang dilakukan untuk memprovokasi nyeri pada penyakit ini. 

Penegakkan diagnose dari tennis elbow umumnya dapat dilakukan melalui kondisi klinis. Namun, pada beberapa kasus tertentu, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan x-ray, USG, hingga MRI atau CT arthrography. 

Pada pemeriksaan x-ray dapat ditemukan kondisi penyerta lainnya osteochondritis dissecans atau arthropathy, serta pada kondisi kronis dapat ditemukan kalsifikasi pada daerah insersi ECRB. Pada pemeriksaan USG dapat ditemukan penebalan, penipisan, daerah degeneratif, atau robekan pada tendon. Lebih baik berkonsultasilah ke dokter jika Anda merasa mengalami kondisi ini.

Tatalaksana atau terapi yang dapat diberikan untuk kondisi ini adalah mengistirahatkan lengan yang cedera, fisioterapi, penggunaan brace epikondiler, obat pereda nyeri (seperti OAINS), penyuntikan kortikoteroid, penyuntikan darah autolog, penyuntikan platelet-rich plasma, terapi percutaneous radiofrequency thermal, extracorporeal shock-wave therapy, terapi laser tingkat rendah, akupuntur, hingga injeksi toksin botulinum. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan