Mohon tunggu...
Febianty WulanSari
Febianty WulanSari Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

mahasiswa semester 6 dan 4

Selanjutnya

Tutup

Diary

KKM DR UIN Malang Nela

29 Januari 2022   18:09 Diperbarui: 29 Januari 2022   18:15 81 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Assalamualaikum wr.wb

Ini cerita saya selama saya KKM (Kuliah Kerja Masyarakat), sebelumnya Izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Nela Ariska, biasa dipanggil Nela dari kecil, saya berasal asli dari Pasuruan karena ayah dan ibu saya bertetangga. Saat ini tepat saya berumur 22 tahun. Sedikit cerita tentang saya sebelum saya beranjak tentang pengalaman KKNM saya, saya menempuh perguruan tinggi di Universitas Islam Negeri Maulan Malik Ibrahim Malang dan mengambil jurusan Menajemen. Alhamdulillah sampai saat ini saya menikmati jurusan yang saya ambil ini.

Kuliah Kerja Mahasiswa ( KKM) merupakan salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Pengabdian merupakan suatu wujud dari ilmu yang tertuang secara teoritis di bangku kuliah untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat luas.

KKM bagi mahasiswa diharapkan dapat menjadi suatu pengalaman belajar yang baru untuk menambah pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran hidup bermasyarakat. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang sosial kemasyarakatan. Hal ini selaras dengan fungsi perguruan tinggi sebagai jembatan ( komunikasi ) dalam proses pembangunan dan penerapan IPTEK pada khususnya.

Tujuan utama dari Kuliah Kerja Mahasiswa adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan berlatih memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan secara langsung dan praktis, khususnya dalam masalah yang berhubungan dengan pengembangan disiplin ilmu yang ditekuninya. Tujuan utama lainnya adalah agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatannya dalam masyarakat, dan secara langsung dapat menemukan, mengidentifikasi, merumuskan, serta memecahkan permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kampus hijau tempat saya mengejar ilmu ini telah memperkenalkan KKM-DR (Kuliah Kerja Mahasiswa), saya menjalankan KKM-DR di Dusun Sumberwekas, Kecematan Prigen. Awalnya memang takut, gelisah dan bingung saat akan menejalani KKM ini. Salah satu sebabnya karena saya tak pernah hidup di pedesaan walau sesekali saya tepis dengan anggapan bahwa tak ada bedanya dengan apa yang selama ini saya rasakan.

Setelah sampai tempat tujuan, saya langsung diarahakan ke Balai Desa Lumbangrejo. Dari segi tempatnya saja sangat asing bagi saya. Yang sebelumnya saya tinggal di Kota Pasuruan hingga kemudian saya mendapatkan bagian KKM-DR di sebuah desa. Desa yang sunyi, tidak bising dan hijau. Kemudian, dari segi suasana juga sangat berbeda dengan apa yang saya rasakan sebelumnya. Kelompok kami disambut dengan keramah-tamahan yang sangat baik oleh masyarakat untuk menjalankan KKM-DR di desa mereka. Tak luput dari keringan tangan mereka, hampir tiap hari kami diberi kue, krupuk, makanan dan semacamnya. Itu merupakan tanda penerimaan akan kedatangan kami ke dusun Sumberwekas.

Mayoritas masyarakat desa ini bermata pencaharian sebagai peternak dan petani, paling mendominasi adalah peternak sapi dan kambing. Masyarakat disini juga ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program KKM-DR. Mereka sangat mendukung akan adanya program-program kerja seperti yang ada dalam KKM-DR UIN Malang ini, meskipun ada beberapa hal kecil yang menghambat berjalannya salah satu program kerja contohnya sosialisasi protokol kesehatan bersama masyarakat dan perangkat desa, ketika sosialisasi dilaksanakan masyarakat sangat antusias menerima materi dari kami. Sayangnya, sebagian besar masyarakat masih ada yang salah mengartikan KKM itu apa. Mereka menyamai antara KKM dan KKN. Alhamdulillah, pemahaman-pemahaman itu dapat kami luruskan dengan melakukan sosialisasi yakni dengan pendekatan-pendekatan tertentu terutama pada dusun Sumberwekas.

Di Sumberwekas ini saya mendapatkan banyak sekali pengalaman dan pelajaran terutama dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat mengakui sangat senang dengan adanya kami di desa mereka., karena kita mengikuti dengan baik agenda yang ada dan kami telah membantu mereka. Kegiatan yang kami lakukan tiap hari mulai pagi yaitu mengajar di SDN lumbangrejo 2 lalu pulang mengajar habis sholat ashar kami mengajar di TPA-Assakinah. Lalu sekitar pukul 7 malam kami membukakan pintu bagi anak-abak sekitar dusun Sumberwekas untuk bimbingan belajar sampai jam 8 malam. Jadwal bimbel disesuaikan dengan waktu kosong mereka. Yang menjadi tutornya kami gilir, anak yang tidak bertugas maka mereka mengikuti kegiatan istighosah di balai desa. Tiap anak memiliki tanggung jawab masing-masing di tiap harinya karena memang sudah dibuatkan jadwal dari awal.

Kemudian mengenai kegiatan rutinan di masyarakat tiap minggunya itu kegiatan arisan-PKK hari senin pagi jam 7 mengajar di SDN Lumangrejo 2, setiap harinya kegitannya sama seperti hari senin. Jum`at pagi ada kerja bakti di wisata hutan pinus Sumberwekas sekaligus memasarkan wisata hutan pinus ke media sosial. Minggu pertama kita membantu vaksinasi keliling bersama Satgas Covid-19. Kemudian pada minggu kedua kita mnagadakan program kerja bakti di wisata hutan pinus. Lalu minggu ketiganya kita membantu merrenovasi rumah warga di Desa Sumberwekas. Pada minggu terkahir, kita membuat perlombaan foto dan video di hutan pinus. Selain itu pad minggu ini kita juga menuntaskan program kerja di tiap-tiap bidang yang belum terlaksana seperti melakukan kegiatan sosialisasi di SDN Lumbangrejo 2 tentu saja kami bekerja sama dengan para guru. Sosialisasi ini lebih berfokus ke penjelasan menganai Covid-19. Pada minggu terakhir ini tepatnya hari Rabu tanggal 26 Januari 2022. kami mengadakan penutupan KKM-DR yang mana KKM-DR ini telah diselenggarakan selama satu bulan dari tanggal 28 Desember 2021.

Apa yang saya lakukan bersama teman kelompok saya selama sebulan di Desa Sumberwekas ini sangat berkesan. Mengapa? Karena ini merupakan pengabdian pertama saya kepada masyarakat bangsa indonesia yang bertujuan menegakkan moderasi beragama dan peningkatan ekonomi masyarakat pasca pandemi. Dari sini saya banyak belajar pelajaran kehidupan yang tidak saya dapatkan selama duduk di bangku kuliah. Mulai dari memahami perbedaan masing-masing individu baik itu pendapat, karakter, maupun tingkah laku atau kebiasaan serta bersikap menghargai satu sama lain. Di sini saya juga bisa mengamalkan ilmu yang saya dapatkan. Di sini saya pertama kalinya mencoba menjadi pemateri di kegiatan sosialisasi. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan. Alhamdulillah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan