Energi

Membangun "Mindset"

11 Maret 2018   19:01 Diperbarui: 11 Maret 2018   19:27 188 1 0

Mindset yang kita miliki akan mempengaruhi setiap tindakan yang dilakukan. Action (Tindakan) adalah salah satu penentu apakah kita akan sukses atau tidak. Di awal perjuangannya, orang-orang sukses kebinyakan memiliki pola pikir bahwa sukses adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan proses di dalamnya. 

Proses tersebut tidak selamanya manis, bahkan lebih banyak pahitnya. Pada akhirnya akan membantu orang tersebut untuk memiliki powertetap bertahan mana kala hambatan dalam perjalanan suksesnya datang. Keyakinannya pun semakin bertambah. Dia sadar bahwa selama tetap bertahan dan berjuang, garis finish (kesuksesan), hanya tinggal menunggu waktu saja.

Mindsetjuga bisa membuat anda menjadi gagal. Sebagai contoh, kebanyakan dari masyarakat kita (semoga anda tidak termasuk) memiliki pola pikir instan. Begitu ada peluang bisnis yang menawarkan kesempatan untuk mempercepat proses menuju sukses, yang terbayang adalah saya join,usaha sedikit, uang mengalir deras. Seperti itulah yang selalu ada dalam benak masyarakat kita. Ketika dicoba, ternyata kenyataan tidak seindah apa yang dibayangkan. Sudah berbulan-bulan berusaha, namun tidak menunjukkan hasil. Yang lebih parah lagi, sudah gagal menjelek-jelekkan sistem yang diikutinya.

Jika mindset-nya tepat, yakni tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini melainkan semuanya adalah hasil sebuah proses, maka ia tidak akan punya istilah putus asa. Apalagi ia memiliki Tuhana Yang Maha Besar melebihi besarnya masalah yang ia hadapi. Minsetsendiri tidak terbentuk begitu saja dan apa adanya. Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Ada tiga hal yang dapat mempengaruhi pola pikir seseorang, yaitu input informasi, lingkungan sekitar, dan pengalaman masa lalu.

  • Input informasi
  • Orang yang sering menerima informasi positif akan sangat jauh berbeda dengan mereka yang senantiasa dihujani oleh info-info  negatif. Sementara, orang-orang yang sukses punya kebiasaan untuk menyaring informasi yang masuk dalam pikirannya. Misalnya, jika kita sering membaca berita-berita kriminal, maka secara tidak langsung kita menanamkan pada otak kita bahwa ada banyak orang jahat disekeliling kita. Hasilnya, kita menjadi orang yang senantiasa merasa curiga dan selalu berprasangka buruk. Sebaliknya, ketika anda mendengarkan hal-hal positif maka hal ini akan membantu anda untuk selalu berada dalam kerangka berpikir positif. Secara tidak langsung membantu otaknya untuk bekerja maksimal dan ujung-ujungnya memicu kreativitas yang positif.
  • Lingkungan sekitar
  • Contoh sederhana, anggap saja anda sudah bekerja di sebuah perusahaan. Kira-kira, kalau lingkungan kerja anda adalah orang-orang yang selalu pesimistis, malas, tidak produktif, dan sebagainya. Apakah anda akan terbawa dalam suasana tersebut? Kemungkinan besar, anda akan terbawa walau tidak secara total. Akhirnya, kerangka berpikir anda pun terpengaruh juga menjadi pola pikir yang cenderung yang negatif. Karena itu, anda harus seleksi dalam memilih teman dan lingkungan bermain anda.
  • Pengalaman masa lalu
  • Coba anda bayangkan, apa yang akan terjadi bila anda menyetir mobil lebih banyak melihat spion dari pada melihat ke depan? Kemungkinan anda akan menabrak. Itulah gambaran sederhana ketika kita terlalu memikirkan masa lalu. Apalagi kalau masa lalunya cukup kelam. Itu bisa membingkai kita pola pikir kita dengan trauma. Mengutip kata-kata Mario Teguh, "Masa lalu tidak akan berpengaruh atas masa depan anda. Yang memiliki pengaruh atas masa depan anda adalah masa sekarang. Apa yang anda lakukan saat ini, akan mempengaruhi bagaimana kehidupan anda di masa mendatang."