Mohon tunggu...
Fata Azmi
Fata Azmi Mohon Tunggu... Mencoba untuk bermanfaat

Pecinta Siomay dan Batagor, Berproses bersama Islamic Youthcare Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Ruangan Itu Bernama Kelas (Part 2)

16 April 2021   16:41 Diperbarui: 16 April 2021   17:02 24 1 0 Mohon Tunggu...

Perasaan Siswa Belajar di Rumah

Belajar di rumah memberikan pengalaman baru bagi para siswa yang sebelumnya pembelajaran berlangsung secara tatap muka dengan bapak dan ibu guru, dengan adanya pandemi menuntut pembelajaran menyesuaikan dengan keadaan.

Siswa belajar secara daring (dalam jaringan) memanfaatkan kemajuan tekhnologi agar proses pembelajaran tetap berjalan walaupun dengan penuh kesulitan dan keterbatasan dalam pelaksanaanya. Orang tua yang sebelumnya cukup hanya mengantar anaknya sampai gerbang sekolah kini mendapat tugas lebih membantu para guru dalam membina dan membimbing anaknya belajar dirumah.

Berbagai tanggapan siswa muncul terkait perasaan dan pengalaman belajar di rumah, ada yang senang, biasa saja, jenuh, bosan dan rasa kangen bersekolah hadir dan bertanya sampai kapan badai pandemi ini akan berkahir.

Agatha menuturkan dahulu saat sekolah masih normal ia pernah bermimpi ingin libur setahun, ternyata mimpinya terwujud namun dalam kondisi pandemi yang tidak pernah terbayangkan olehnya, ia merasa terkadang sangat bosan dengan belajar di rumah terlebih kadang- kadang jaringan internet di rumahnya sulit didapat hingga kesulitan dalam mengikuti pembelajaran.

"Dulu pas sekolah punya mimpi libur setahun, eh kesampean perasaannya sih bosen gak bosen kadang kadang jaringan susah jadi kesusahan dalam pembelajaran".

Jika ada yang bosan dan jenuh ada juga yang senang dengan adanya belajar di rumah, bukan senang dalam arti bahagia karena tidak belajar, Alif Satria mengutarakan ia senang belajar di rumah karena belajar di rumah bertujuan baik yaitu untuk menghindari penyebaran virus di masa pandemi saat ini.

"Senang karena belajar di rumah merupakan tujuan terbaik untuk menghindari penularan virus covid -19".

Berbeda dengan teman-temannya yang merasa jenuh, bosan atau senang belajar di rumah bagi  Ramdhani di manapun belajar ia merasa biasa saja, baginya mau di sekolah atau di rumah hal terpenting adalah belajar untuk menuntut ilmu.

"Saya mah biasa saja, yang penting belajar".

Perasaan sangat sulit untuk dibohongi karena ia berasal dari hati, pengalaman belajar dirumah tentu menyisakan ruang rindu bagi para siswa untuk kembali belajar di sekolah, jauh dari itu belajar di rumah mengajarkan kepada kita dimana pun kita berada disitulah tempat kita belajar, mencari ilmu memungut butiran hikmah kehidupan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x