Mohon tunggu...
Bonifasia Hoar
Bonifasia Hoar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Linguistik - Universitas Pendidikan Indonesia

The seventh I fall the eighth I stand

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Idul Fitri sebagai Anugerah Umat Islam "Perenungan Menjadi Manusia"

21 Mei 2022   12:26 Diperbarui: 21 Mei 2022   13:02 35 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Hari Raya Idul fitri adalah salah satu hari besar  bagi umat Islam sebagai perayaan kemenangan setelah selama satu bulan berpuasa. Puasa bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar tetapi juga menahan hawa nafsu, amarah, dan segala sesuatu yang membatalkan puasa.

Perayaan atas sempurnanya ibadah yang dilakukan sampai kembali ke fitrah. Dalam KBBI kata fitrah mengacu pada sifat asal, kesucian, bakat dan pembawaan. Artinya bahwa perayaan idul fitri adalah simbol bagi umat muslim yang bertaqwa kembali pada agama Allah sebagaib tujuan diciptakan manusia yaitu beribadah kepada Allah, seperti yang terdapat pada surat Az-Zariyat : 56

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku".

            Fitrah dari penciptaan manusia adalah sebagaimana tujuan diciptakannya yaitu beribadah kepada Allah SWT. Hakikatnya ibadah bukan hanya berupa shalat, zakat dan puasa akan tetapi segala perbuatan manusia dapat diniatkan sebagai ibadah. Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat mulia yang diberikan Allah kepada hambanya sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. 

Bulan ini dikenal dengan bulan diturunkannya Al-Qur'an, adanya Lailatul Qadr yaitu malam yang nilainya lebih baik dari seribu  bulan. Pada bulan ramadhan Allah SWT mengampuni dosa-dasa para hamba-Nya  yang mengerjakan puasa sebagai perintah dan meninggalkan larangan-Nya. 

Dalam masa setahun sekali umat Islam diberikan bulan yang berkah ini sebagai bentuk penyucian diri dari dosa-dosa sebelumnya sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

Dari Abu Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda yang artinya : "Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu." (Hadist Shahih, Riwayat Bukhori : 37 dan Muslim :1226).

Tradisi dalam perayaan ini berupa adalah melakukan kunjungan ke keluarga, saling meminta maaf, berbagi rezeki, memasak makanan lebaran dan lain sebagainya. Tradisi terebut merupakan bentuk perayaan yang dilakukan pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Wujud hakiki dari puasa adalah menjadi hamba yang lebih bertaqwa kepada Allah dan menjadi manusia yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan ini bukan saja merayakan Idul Fitri, namun juga mewujudkan pribadi yang lebih baik dalam segi ibadah, sikap, emosi dan hubugan sosial. Sebagai contoh seorang pelajar belajar dengan sungguh-sungguh mengandung nilai ibadah, menolong sesama manusia adalah ibadah, berkata dengan lemah lembut adalah ibadah. 

Sehingga pada dasarnya kembali kepada fitrah yang dirayakan pada hari raya idul fitir adalah menjadi individu yang lebih baik dari segi taqwa kepada Allah dan menjalin hubungan sosial yang lebih baik diantara sesama manusia.

            Perayaan ini mengandung nilai yang lebih dari kata perayaann itu sendiri. Bukan hanya sekedar merayakan akan tetapi kita harus merenungkan makna yang mendasari idul fitri. Tidak menitikan pada puasa lalu merayakan idul fitri dengan semua tradisinya. Nilai apa yang dapat menjadikan kita melihat idul fitri lebih dari sekedar perayaan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan