Mohon tunggu...
Farah Fiddaroin
Farah Fiddaroin Mohon Tunggu... Mahasiswa

Universitas Negeri Malang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mahasiswa KKN UM Kembangkan Media Pembelajaran Penunjang Proses Pembelajaran di Era New Normal

30 Juni 2020   23:22 Diperbarui: 1 Juli 2020   15:34 39 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa KKN UM Kembangkan Media Pembelajaran Penunjang Proses Pembelajaran di Era New Normal
Penyerahan Media Pembelajaran

Surabayan, Lamongan, mahasiswa KKN UM pulang kampung Lamongan memberikan media pembelajaran yang dapat menunjang kembalinya proses belajar mengajar masa era New Normal di SDN Surabayan, Selasa (30/6/2020).

Mahasiswa KKN UM memfokuskan media pembelajaran untuk jenjang sekolah dasar kelas 5 dan PAUD. Mata pelajaran SD kelas 5 yang dicakup yaitu matematika, IPA dan Bahasa Inggris, sedangkan untuk jenjang PAUD menggunakan Subtema Makanan dan Minuman, Lingkungan Keluargaku, Aku, dan Binatang Peliharaan.

Alat peraga yang dihasilkan KKN UM pulang kampung Lamongan yaitu Pakar Matematika terdiri dari satu papan akar pangkat tiga dan satu papan akar pangkat dua. Speaking Card yang digunakan untuk pelatihan kosa kata dalam Bahasa inggris, dan Ular tangga yang berisi soal-soal mata pelajaran IPA. Sedangkan untuk jenjang PAUD KKN UM pulang kampung Lamongan membuat boneka tangan dan wayang identitas diri.

Media pembelajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan untuk membantu menyampaikan materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan. “Media pembelajaran memang sangat dibutuhkan, apalagi pembelajaran itu menyangkut mata pelajaran Matematika, IPA, IPS. Media yang kalian berikan akan sangat membantu dalam keberhasilan pembelajaran, baik bagi guru dalam menerangkan dan siswa dalam memahami materi”, ujar kepala sekolah SDN Surabayan saat ditemui di kantor SDN Surabayan.

Selama masa pandemic proses pembelajaran di sekolah ditiadakan sementara dan diubah menjadi pembelajaran secara daring (online), namun dibeberapa sekolah termasuk SDN Surabayan mengalami kesulitan dalam pembelajaran online. Sehingga pihak SDN Surabayan menginginkan pembelajaran offline atau luring. “Kami sangat setuju mengenahi sekolah yang akan dibuka kembali, karena pembelajaran daring kami mengalami kesulitan baik biaya dan kesusahan mengamati anak-anak, namun kami akan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tindas kepala sekolah SDN Surabayan.

Pihak sekolah SDN Surabayan mengkhawatirkan jika proses belajar mengajar tetap diterapkan di rumah masing-masing akan menimbulkan banyak faktor penghambat. “Tidak semua peserta didik mempunyai handphone dan tidak semua peserta didik yang mempunyai handphone memiliki kuota internet. Paket data yang diisi belum tentu digunakan peserta didik untuk hal belajar bisa saja digunakan untuk hal yang lain seperti game, youtube, dan hiburan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan materi pembelajaran”, tambah Kepala Sekolah SDN Surabayan.

Solusi yang diterapkan SDN Surabayan untuk mengatasi dampak pembelajaran online di masa pandemi karena perbedaan ekonomi setiap peserta didik yaitu dengan mengirimkan tugas rumah melalui group whatsapp. Proses pembelajaran tidak dituntut melalui video call, namun peserta didik wajib mengirimkan jawaban dari setiap tugas yang diberikan guru mata pelajaran baik berupa foto atau video sesuai permintaan guru.

Tugas yang diberikan seminimal mungkin tidak membebankan setiap peserta didik.  “Dari kemendikbud juga tidak memperbolehkan membuat ulangan dalam bentuk apapun, karena hal tersebut takutnya mempengaruhi sistem imun peserta didik, untuk kenaikan kelas diambil dari nilai ulangan harian dan PTS semester ganjil”, kata Kepala Sekolah. “Pemerintah menganjurkan tidak mengejar kurikulum yang terlewatkan, namun lebih memfokuskan materi pengetahuan mengenai COVID-19, persiapan di era new normal saat memasuki proses pembelajaran di sekolah”, tambah Heru selaku guru kelas 5 SDN Surabayan.

Sosialisasi Penggunaan Media Pembelajaran 
Sosialisasi Penggunaan Media Pembelajaran 

“Hendakanya dikembangkan lebih banyak media-media pembelajaran yang lain, jangan hanya membuat saja namun diniati untuk membantu peserta didik dalam pembelajaran,” saran Nur Hayati, selaku kepala Sekolah SDN Surabayan untuk mahasiswa KKN UM Pulang Kampung Lamongan. (Aldona Vivi Anggita)

VIDEO PILIHAN