Mohon tunggu...
Faqih Febriansyah
Faqih Febriansyah Mohon Tunggu... Freelancer - dcxvi

don't judge by cover

Selanjutnya

Tutup

Music

Papa Khan Produser Indonesia yang berhasil berkolaborasi dengan Marshmello

21 Oktober 2020   14:10 Diperbarui: 22 Oktober 2020   20:17 407 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Perkembangan musik elektronik (EDM) sangatlah pesat, terlebih di kalangan anak muda. Tidak hanya produser musik mancanegara, produser music Indonesia-pun semakin berkembang, bahkan ada ratusan produser musik underrated di luar sana yang bahkan belum kalian ketahui.

Banyak potensi dari produser lokal yang masih belum ternotice dan mendapat panggung kancah nasional, padahal banyak dari generasi millenial dan juga gen Z yang tengah menggandrungi musik EDM sekarang ini, seperti yang kita ketahui Indonesia memiliki acara tahunan khusus yang bertajuk musik elektronik (EDM), yaitu Djakarta Warehouse Project, belum lagi acara festival lokal lainya.

Seharusnya hal ini bisa menjadi wadah untuk para produser lokal dalam mengaspirasikan bakat mereka, namun hal semacam ini memanglah sulit, terlebih lagi orang-orang di Indonesia masih sedikit yang benar-benar paham akan musik EDM itu sendiri. Terlebih lagi musik EDM memiliki sub-genre yang sangat banyak, seperti Progresive House, Electro House, Bigroom, Trance, Psy Trance,Trap, Dubstep, Riddim, Melodic Dubstep, Future Bass, DnB, dan masih banyak lagi.

Baru-baru ini industri musik khususnya di music EDM digemparkan dengan artis lokal yang mampu bersinar di kancah internasional. Yaitu Akhmad Iqbal Ansyari, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Papa Khan. Dimana Papa khan berhasil berkolaborasi dengan DJ Amerika Serikat Marshmello, hal ini tentu saja pencapaian yang luar biasa.

Sebelumnya, Papa Khan berhasil  memenangkan kontes remix yang diadakan oleh Weird Genius, dalam lagu FLICKSHOT (Papa Khan Remix), tidak hanya itu Papa Khan juga membawa nama Kota Palangkaraya dan instrumen musik Indonesia ke kancah dunia dalam gelaran livestreaming yang diadakan label EDM Insomniac Bassrush. Papa Khan tergabung dalam Malignant Showcase. Dimana Malignat merupakan label ternama yang dikelola oleh Marauda (Hamish Prasad).

Dalam beberapa tahun terakhir, Marshmello telah berubah dalam mengabil tindakan, dimana dulu dia hanya terfokus kepada music yang dia bawakan, dan kini dia mulai mengalihkan pandangannya ke generasi berikutnya, dan mencari bakat baru untuk membantu mereka mengikuti jalannya melalui labelnya Joytime Collective. Dan salah satunya adalah Papa Khan.

Marshmello berpendapat bahwa musik dari Papa khan memberi warna baru bagi dunia musik EDM  “Saya selalu ingin menggunakan platform saya untuk membantu artis yang akan datang. Menggunakan Joytime Collective sebagai wadah untuk memperkenalkan artis berbakat ke dunia. Saya tahu momennya tepat ketika saya menemukan musik Papa Khan. Dia membawa sesuatu yang segar dan baru ke musik elektronik. "

Musik yang dibawakan Papa Khan masuk dalam kategori Future Riddim dimana gaya melodi glitchy yang tidak ortodoks yang paling tepat digambarkan sebagai cyberpunk yang disintesis. Hal ini menyebabkan setiap forum EDM membicarakannya dan membagikan cuplikan musik miliknya. Bersumber dari teaser di Twitter milik Marshmello, tweet tersebut mampu  mengumpulkan lebih dari 180.000 penayangan, dan lebih dari 6.400 interaksi termasuk dari beberapa produser EDM ternama, bahkan menarik perhatian legenda EDM Skrillex. Single "Rain" sendiri telat Rilis dalam Joytime Collective pada 9 Oktober 2020.

Dibalik kisah sukses Papa Khan, ia mulai terjun ke dunia EDM sekitar tahun 2010 ketika sedang ramainya genre house music di tahun tersebut . Lagu pertama yang membuatnya tertarik dengan bass musik adalah ketika mendengarkan lagu dari Flux Pavilion dengan judul I Can't Stop. "Saya mau jadi producer ya karena saya ingin tahu gimana,sih cara buat musik seperti itu Eh, sampai sekarang malah ketagihan dan malah jadi karier," ungkapnya saat diwawancarai lewat pesan singkat di Media social.

Inspirasinya dalam bermusik bersumber dari produser musik elektronik dari mancanegara seperti Xilent, Marauda, Space Laces, dan Svdden death yang mempunyai irama dan juga hentakan yang mampu membuat penggemarnya menganggukan kepala/headbang dan moshing.

Saat ditanya mengenai genre yang menjadi arah bermusiknya ke depan, Iqbal mengatakan bahwa dia tidak berpatokan harus bermain hanya dalam satu genre asal tetap punya karakteristik yang unik dan berciri khas, untuk saat ini ia lebih memilih untuk memproduksi genre Dubstep dan juga Riddim yang masih tergolong underrated di Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan