Fantasi
Fantasi penjaja bersahaja

" When we are born we cry that we are come to this great stage of fools. " - William Shakespeare -

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Menulis Itu Sulit

8 Agustus 2018   23:48 Diperbarui: 9 Agustus 2018   00:07 529 3 2

Menulis itu sulit banget. Banget. Buktinya? Hampir setahun saya tak menulis satu blog pun di Kompasiana. Saya tak terlalu menyadari hal ini. Hanya saja, karena hari ini tanggal 08.08.18, saya yang menggemari "angka cantik", tergerak untuk kembali menulis. Tapi, tak tahu harus menulis apa.

Saya meniatkan mulai menulis dengan apa yang bergelayutan di kepala. Ada banyak topik, tapi rasanya semua sudah dituliskan oleh orang lain. Dengan cara yang lebih menarik dan lebih berbobot daripada kalau saya yang menuliskannya.

Akhirnya, setelah hampir putus asa dan kembali lagi ke "pertapaan", saya memaksakan diri untuk menulis. Mumpung tanggal "cantik".

Sambil menulis saya berpikir. Untuk kali ini, saya tak mau berpikir dulu baru menulis, karena tahu nanti pasti tak bakalan jadi menulis.

Saya memaksakan diri untuk menulis bahwa "menulis itu sulit".

Untuk apa? Untuk membenar-benarkan diri tidak produktif menulis ? Ih, memalukan!

Sebagai sarana katarsis menghibur diri ? Ah, itu lebih mengenaskan lagi!

Duh, jadi bagaimana ini?

Saya hentikan saja menulis ini? Konsekuensinya, saya akan menjadi seperti mobil mogok lagi - terparkir berbulan-bulan di garasi, bagaikan onggokan besi tak berguna.

Kalau diteruskan? Saya akan menulis dan menghasilkan karya "sampah". Tak berguna bagi saya, tak bermanfaat bagi pembaca. Duh, malunya.

Dilema ? Ah, ini judul lagu Cherry Belle. Mulai ngalor ngidul.

Konsentrasi! Konsentrasi!

Yup, menulis itu sulit.

Karena sulit, harus dilalui dengan usaha yang sungguh-sungguh.  Mengakui menulis itu sulit akan membuat saya terpacu untuk mencari jalan menaklukkannya.

Itu lebih baik daripada merapal afirmasi "menulis itu gampang, menulis itu gampang, menulis itu gampang" dan beharap inspirasi turun dari langit  dan secara ajaib jari-jemari menari di tuts keyboard merangkai kata, menata kalimat, menyusun paragraf dan taadaaaa.... satu artikel terselesaikan. Itu mimpi yang tak pernah terwujud.

Baiklah: menulis itu sulit. Apa gunanya pernyataan ini bagi orang lain? Tak inspiratif! Bahkan, cenderung negatif! Mustahil ada yang vote "inspiratif" kalau tulisan isinya cuma mengungkap kesulitan menulis.

Supaya berguna (dan dapat vote "bermanfaat"), maka saya harus memberikan tips bagaimana mengatasi kesulitan menulis. Tapi, saat ini saya tidak tahu. Bisa saja saya mencari bahan di internet (pasti banyak), tapi untuk apa? Orang lain juga bisa menemukan bahan yang sama, untuk apa saya menuliskan ulang tulisan orang lain ?

Ah, jadi pesimis lagi. Apakah tulisan ini masih perlu dilanjutkan ? Mana waktu sudah menjelang tengah malam, dan "tanggal cantik" segera berlalu.

Atau begini saja. Tulis saja. Simpan, jangan ditayangkan.

Eh, tunggu dulu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2