Mohon tunggu...
Fakhru Amrullah
Fakhru Amrullah Mohon Tunggu... Fakhru Amrullah

Selatpanjang, Kepulauan Meranti

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Hasil Pilkada 2018, 2019 Tidak Hanya Milik Demokrat, PDIP atau Gerindra

30 Juni 2018   16:54 Diperbarui: 30 Juni 2018   19:09 0 0 1 Mohon Tunggu...
Hasil Pilkada 2018, 2019 Tidak Hanya Milik Demokrat, PDIP atau Gerindra
liramedia.co.id

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 telah selesai dilaksanakan. Pilkada yang menelan anggaran  negara sebesar 15,6 Triliun Rupiah tersebut dapat dikatakan berjalan dengan baik dan sukses. 

Perhelatan politik dalam rangka mencari pemimpin pada Pilkada tahun 2018  dikuti oleh 520 calon kepala daerah untuk 171 daerah. Pilkada  2018 pada awalnya digadang-gadang oleh banyak analis politik akan berjalan dengan sengit bahkan bisa meruncing. Analisis tersebut muncul karena adanya analis poitik yang mengaitkan bahwa hasil Pilkada 2018 ini akan berkaitan dengan Pemilu tahun 2019. Selain itu juga banyak analis dan pakar politik mengatakan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 adalah pertarungan tiga kubu kiblat politik nasional (Demokrat, PDIP dan Gerindra). Maka dari itu setiap Partai Politik (Parpol) yang bertarung dipilkada 2018 ini akan “mati-matian” berusaha memenangkan jagoanya.

Hal diatas bukan tanpa alasan, diantara 171 daerah yang ikut dalam Pilkada 2018, 17 diantaranya diikuti oleh daerah tingkat Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten (liputan6.com). Diantara 17 Provinsi yang melaksanakan Pilkada diantaranya adalah lumbung suara nasional, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Berdasarkan data dari KPU pusat melalui infopemilu.go.id jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari 171 daerah peserta Pilkada 2018 adalah berjumlah 152.058.452 DPT atau 80 persen dari suara nasional. Dari 152.058.452 DPT Pilkada 2018 ada Sekitar 103.987.870 DPT atau 62 persen berada di lima Provinsi diatas.

Sementara itu jika dibandingkan dengan jumlah DPT nasional tahun 2014 maka total DPT di lima Provinsi tersebut adalah mencapai 55 persen dari jumlah DPT nasional pada tahun 2014 (olahan berbagai sumber). Artinya jika ada partai politik yang bisa memenangkan jagoanya di 5 daerah tersebut maka bisa dikatakan mendapat golden ticket sukses di Pemilu tahun 2019.

Lalu, dari analisis dan perhitungan diatas apakah bisa ditarik suatu hipotesis bahwa jika sukses di Pilkada 2018 ini, maka akan memberikan gambaran sukses di Pemilu tahun 2019. Untuk menjawab hipotesa tersebut, mari kita baca fakta dan realita  dari hasil Pilkada 2018.

Tidak ada partai dominan di 5 daerah lumbung suara nasional

Dari hasil quick count yang dikeluarkan mayoritas lembaga survey yang kredibel menunjukkan bahwa dari lima daerah lumbung suara nasional dimenangkan oleh beberapa partai pendukung yang berbeda. Artinya tidak ada partai yang dominan yang mempuyai suara mayoritas di lima daerah tersebut. di pulau Jawa, minilal tiga partai pengusung yang berbeda (Demokrat, PDIP dan Gerindra) memenangkan calonya di masing-masing daerah. di Jawa Timur Pasangan Calon (Paslon) yang diusung oleh koalisi Partai Demokrat, Golkar dan Nasdem unggul dari Paslon yang diusung Koalisi PDIP, Grindra, PKB dan PKS .

Diwilayah Jawa Tengah Paslon yang diusung oleh PIDP, Demokrat, PPP dan Nasdem keluar sebagai pemeneng dari Paslon yang diusung Geridra, PAN, PKB dan PKS. di Jawa Barat pasangan yang di dukung oleh koalisi PDIP, koalisi Demokrat, dan koalsi Gerindra kalah melawan koalisi dari PKB, PPP, Nasdem dan Hanura.

Lalu di Sumatera utara Paslon yang didukung oleh Koalisi Gerindra keluar sebagai pemenang mengungguli Paslon yang diusung koalisi PDIP bersama Demokrat. terakhir di Sulawesi selatan paslon yang didukang oleh koalisi PDIP, PAN dan PKS keluar sebagai pemenang mengungguli Paslon yang diusung Koalisi Gerindra, koalisi Demokrat dan koalisi Golkar..

Jika kita mengambil contoh dengan mengambil tiga Parpol yang digadang- gadang akan menjadi kiblat politik nasional di tahun 2019 yakni PDIP, Demokrat dan Gerindra. Fakta diatas menggambarkan tidak ada satu partai politik memenangkan paslonya lebih dari dua daerah tanpa berkoalisi dengan partai lainnya.

Koalisi masih terlihat cair.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2